23.2 C
Kediri
Saturday, August 13, 2022

Petani Tewas di Kandang Sapi

- Advertisement -

PAGU – Keheningan sore di Desa Tanjung, Pagu mendadak pecah. Selasa sore (23/8) sekitar pukul 17.30 seorang pria ditemukan tewas di kandang sapi miliknya. Diduga, Sobar, 39, tewas lantaran terserang penyakit darah tinggi.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui ayah angkat korban, Supriyono, 52, warga Desa Tanjung, Pagu. Kebetulan saat itu, ia hendak memberi pakan ternak. Namun, saat berada di kandang ia dikejutkan dengan keberadaan Sobar yang dalam posisi terlentang di lantai. Terkejut, Supriyono sempat berusaha membangunkan Sobar. “Namun, Sobar tak kunjung bangun,”ujar Kasihumas Polsek Pagu Aiptu Erwan Subagyo. Setelah diperhatikan, ternyata Sobar sudah tidak bernafas.

Terkejut, Supriyono pun langsung lari mencari bantuan. Ia pun sempat meminta pertolongan sejumlah tetangganya. Tak selang lama, sejumlah warga mulai berdatangan ke lokasi kejadian. Termasuk juga, Trubus, 68, Ganet Palupi, 33, dan Imansyah, 50. Ketiganya adalah warga Desa Tanjung, Pagu. “Tak berapa lama kemudian kerumunan warga makin bertambah hingga mencapai puluhan,” ujar Erwan.

Baca Juga :  Gelem Manak, Ora Gelem Ngrumat Anak

Sebagian dari warga pun langsung menghubungi Polsek Pagu. “Dapat informasi tersebut, kami pun langsung  meluncur ke lokasi kejadian,” ujar Erwan. Sebelumnya, petugas juga telah berkoordinasi dengan tim identifikasi Polres Kediri dan dokter Puskesmas Desa Pagu.

- Advertisement -

Setibanya di sana, petugas identifikasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara, dokter langsung melakukan proses visum luar. “Dari situ kami tidak menemukan sesuatu yang janggal,” ujar Erwan. Tak hanya itu, petugas pun tidak menemukan adanya luka bekas tanda penganiayaan di tubuh Sobar.

Diduga kuat, Sobar tewas lantaran penyakit hipertensi yang dideritanya sejak beberapa tahun lalu. Kesimpulan itu juga diperkuat oleh keterangan pihak keluarga korban. “Kami sempat memintai keterangan ayah angkat korban dan sejumlah kerabat korban yang lain,” ujar Erwan.

Baca Juga :  Karantina Selesai, Pemain Persik Marwin Gabung Latihan

Setelah diperiksa, jenazah Sobar pun langsung dikembalikan ke pihak keluaraga untuk langsung dimakamkan. “Kami lakukan sesuai dengan permintaan pihak keluarga yang menolak untuk dilakukan otopsi,” ujar Erwan.

 

- Advertisement -

PAGU – Keheningan sore di Desa Tanjung, Pagu mendadak pecah. Selasa sore (23/8) sekitar pukul 17.30 seorang pria ditemukan tewas di kandang sapi miliknya. Diduga, Sobar, 39, tewas lantaran terserang penyakit darah tinggi.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui ayah angkat korban, Supriyono, 52, warga Desa Tanjung, Pagu. Kebetulan saat itu, ia hendak memberi pakan ternak. Namun, saat berada di kandang ia dikejutkan dengan keberadaan Sobar yang dalam posisi terlentang di lantai. Terkejut, Supriyono sempat berusaha membangunkan Sobar. “Namun, Sobar tak kunjung bangun,”ujar Kasihumas Polsek Pagu Aiptu Erwan Subagyo. Setelah diperhatikan, ternyata Sobar sudah tidak bernafas.

Terkejut, Supriyono pun langsung lari mencari bantuan. Ia pun sempat meminta pertolongan sejumlah tetangganya. Tak selang lama, sejumlah warga mulai berdatangan ke lokasi kejadian. Termasuk juga, Trubus, 68, Ganet Palupi, 33, dan Imansyah, 50. Ketiganya adalah warga Desa Tanjung, Pagu. “Tak berapa lama kemudian kerumunan warga makin bertambah hingga mencapai puluhan,” ujar Erwan.

Baca Juga :  Karantina Selesai, Pemain Persik Marwin Gabung Latihan

Sebagian dari warga pun langsung menghubungi Polsek Pagu. “Dapat informasi tersebut, kami pun langsung  meluncur ke lokasi kejadian,” ujar Erwan. Sebelumnya, petugas juga telah berkoordinasi dengan tim identifikasi Polres Kediri dan dokter Puskesmas Desa Pagu.

Setibanya di sana, petugas identifikasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara, dokter langsung melakukan proses visum luar. “Dari situ kami tidak menemukan sesuatu yang janggal,” ujar Erwan. Tak hanya itu, petugas pun tidak menemukan adanya luka bekas tanda penganiayaan di tubuh Sobar.

Diduga kuat, Sobar tewas lantaran penyakit hipertensi yang dideritanya sejak beberapa tahun lalu. Kesimpulan itu juga diperkuat oleh keterangan pihak keluarga korban. “Kami sempat memintai keterangan ayah angkat korban dan sejumlah kerabat korban yang lain,” ujar Erwan.

Baca Juga :  Gelem Manak, Ora Gelem Ngrumat Anak

Setelah diperiksa, jenazah Sobar pun langsung dikembalikan ke pihak keluaraga untuk langsung dimakamkan. “Kami lakukan sesuai dengan permintaan pihak keluarga yang menolak untuk dilakukan otopsi,” ujar Erwan.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/