26.1 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Polsek Tarokan Amankan Miras di Rumah Penjual Donat

TAROKAN, JP Radar Kediri– Punya pekerjaan sambilan jual minuman keras (miras), M. Fatur Rozi, 26, warga Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan harus berurusan dengan polisi. Rumahnya digeledah sekitar pukul 13.00 kemarin.

“Ada lima botol miras arak Jawa. Masing-masing 1,5 liter,” ungkap Kapolsek Tarokan Iptu Hadi Karyawan. Barang bukti ditemukan di bawah kursi ruang tamu.

Awalnya, Unit Samapta Polsek Tarokan menerima laporan masyarakat terkait peredaran miras ilegal di Bulusari. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, Hadi mengatakan, petugas mendapati bukti di rumah Fatur. “Setelah kita periksa dan geledah ternyata benar,” terangnya.

Penjual miras itu akhirnya diperiksa. Fatur disangka melanggar pasal 50 ayat 1 juncto pasal 25 ayat 1Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kediri Nomor 6/2017. Selanjutnya, dia akan ditangani sesuai prosedur tindak pidana ringan (tipiring).

Baca Juga :  Rawan, Lubang di Jalan Raya – Kediri Blitar Dicat

Ketika dimintai keterangan polisi, Fatur mengaku, baru tiga bulan menjalani bisnis ini. Sehari-hari dia bekerja menjual donat keliling. “Katanya buat tambah pendapatan. Makanya kami dalami dulu, apakah dia juga produksi miras yang lain atau ambil ke orang lain,” pungkas Hadi. (ica/ndr)

 

- Advertisement -

TAROKAN, JP Radar Kediri– Punya pekerjaan sambilan jual minuman keras (miras), M. Fatur Rozi, 26, warga Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan harus berurusan dengan polisi. Rumahnya digeledah sekitar pukul 13.00 kemarin.

“Ada lima botol miras arak Jawa. Masing-masing 1,5 liter,” ungkap Kapolsek Tarokan Iptu Hadi Karyawan. Barang bukti ditemukan di bawah kursi ruang tamu.

Awalnya, Unit Samapta Polsek Tarokan menerima laporan masyarakat terkait peredaran miras ilegal di Bulusari. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, Hadi mengatakan, petugas mendapati bukti di rumah Fatur. “Setelah kita periksa dan geledah ternyata benar,” terangnya.

Penjual miras itu akhirnya diperiksa. Fatur disangka melanggar pasal 50 ayat 1 juncto pasal 25 ayat 1Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kediri Nomor 6/2017. Selanjutnya, dia akan ditangani sesuai prosedur tindak pidana ringan (tipiring).

Baca Juga :  Lestarikan Benda Purbakala, Anton Nekat Bikin Museum Desa

Ketika dimintai keterangan polisi, Fatur mengaku, baru tiga bulan menjalani bisnis ini. Sehari-hari dia bekerja menjual donat keliling. “Katanya buat tambah pendapatan. Makanya kami dalami dulu, apakah dia juga produksi miras yang lain atau ambil ke orang lain,” pungkas Hadi. (ica/ndr)

 

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/