26.7 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Curi Beras, Dihukum 10 Bulan

KEDIRI KABUPATEN – Prihari Nurdi, 45, terdakwa pencurian beras di gudang UD Sri Rejeki, Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, diganjar hukuman 10 bulan penjara. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Kurniawan yang menuntutnya satu tahun kurungan.

“Terdakwa dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,” ujar Yusuf saat ditemui usai persidangan.

Majelis hakim yang dipimpin Guntur Pambudi Wijaya menyampaikan pertimbangan yang meringankan karena terdakwa berlaku sopan, tidak berbelit-belit, menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatannya.

Menurut Yusuf, fakta yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Dia sudah berkali-kali mencuri beras di tempat sama. Setelah vonis, Nurdi diberi kesempatan oleh hakim untuk bersikap, apakah menerima, pikir-pikir atau banding. Dia diberi waktu selama tujuh hari.

Baca Juga :  Pemain Persik Kediri Yusuf Meilana Tampil Impresif sejak Dipegang Roca

Untuk diketahui, Nurdi diamankan Polsek Gurah pada Minggu (12/8) sekitar pukul 19.00 di UD Sri Rezeki. Setelah membobol atap gudang, dengan menaikinya menggunakan tangga, ia membawa satu karung beras 25 kg.

Setelah ditangkap, Nurdi mengaku, pernah mencuri di tempat yang sama sejak Juli 2018. Ia mengaku mencuri beras karena masalah ekonomi. Dari hasil penjualan beras yang ia curi, sebagian uang dibelikan handphone olehnya dengan keuntungan menjual barang curiannya sebesar Rp 1 juta. Sedangkan total jumlah beras yang ia curi mencapai 175 kg dengan keuntungan total Rp 2 juta 575 ribu.

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN – Prihari Nurdi, 45, terdakwa pencurian beras di gudang UD Sri Rejeki, Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, diganjar hukuman 10 bulan penjara. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Kurniawan yang menuntutnya satu tahun kurungan.

“Terdakwa dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,” ujar Yusuf saat ditemui usai persidangan.

Majelis hakim yang dipimpin Guntur Pambudi Wijaya menyampaikan pertimbangan yang meringankan karena terdakwa berlaku sopan, tidak berbelit-belit, menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatannya.

Menurut Yusuf, fakta yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Dia sudah berkali-kali mencuri beras di tempat sama. Setelah vonis, Nurdi diberi kesempatan oleh hakim untuk bersikap, apakah menerima, pikir-pikir atau banding. Dia diberi waktu selama tujuh hari.

Baca Juga :  Warga Bersikeras Minta Harga Tanah Bandara Dhoho Naik

Untuk diketahui, Nurdi diamankan Polsek Gurah pada Minggu (12/8) sekitar pukul 19.00 di UD Sri Rezeki. Setelah membobol atap gudang, dengan menaikinya menggunakan tangga, ia membawa satu karung beras 25 kg.

Setelah ditangkap, Nurdi mengaku, pernah mencuri di tempat yang sama sejak Juli 2018. Ia mengaku mencuri beras karena masalah ekonomi. Dari hasil penjualan beras yang ia curi, sebagian uang dibelikan handphone olehnya dengan keuntungan menjual barang curiannya sebesar Rp 1 juta. Sedangkan total jumlah beras yang ia curi mencapai 175 kg dengan keuntungan total Rp 2 juta 575 ribu.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/