25.6 C
Kediri
Thursday, June 30, 2022

Delapan Pasien Korona Isolasi Mandiri

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Status darurat bencana Covid-19 di Nganjuk akan berakhir 31 Juli nanti. Sembilan hari jelang berakhirnya status tersebut, di Kota Angin kembali ada penambahan 19 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak delapan orang di antaranya menjalani isolasi mandiri di rumah. 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 dr Hendriyanto mengatakan, dari total 19 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, dua di antaranya sudah meninggal saat berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Selebihnya, sembilan pasien dirawat di RS, dan delapan lainnya menjalani isolasi mandiri.

Dua orang yang meninggal dunia adalah laki-laki berusia 61 tahun asal Kertosono dan perempuan berusia 65 tahun asal Lengkong. Pria yang dirawat di RS Mojowarno, Jombang itu meninggal pada Kamis (9/7) lalu. Sedangkan perempuan tua yang dirawat di RSUD Kertosono meninggal pada Selasa (14/7). Pasien mengeluh nyeri di dada,” ujar Hendri. 

Lebih jauh Hendri mengungkapkan, gugus tugas menerapkan aturan baru terkait perawatan pasien terkonfirmasi. “Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK, Red) yang positif tanpa gejala akhirnya harus menjalani isolasi mandiri di rumah,” terang dr Hendri. 

Dengan peraturan tersebut, dari total 12 pasien, sebanyak delapan di antaranya menjalani isolasi mandiri di rumah. Mereka adalah laki-laki berusia 57 tahun asal Sukomoro, laki-laki berusia 44 tahun asal Kertosono. Kemudian,  laki-berusia 44 tahun dan 45 tahun asal Tanjunganom, laki-laki usia 30 tahun asal Ngetos. Serta, laki-laki usia 31 tahun asal Loceret, laki-laki, berusia 51 tahun  asal Loceret,  dan perempuan berusia 62 tahun asal Kertosono.  

Baca Juga :  Pagi Ini Jalan A. Yani Nganjuk Jadi Searah

Delapan pasien tersebut, lanjut Hendri, dinyatakan positif Covid-19. Tetapi, mereka tidak memiliki gejala sakit. Karenanya, mereka diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. “Untuk pengawasan agar tidak kemana-mana, nanti satuan tugas (satgas) desa yang berperan aktif,” lanjut Hendri. 

Satuan tugas desa terdiri dari perangkat desa, forkompimcam dan tenaga kesahatan dari puskesmas sampai bidan desa. Merekalah yang diminta berperan menjaga pasien agar tetap di rumah dan tidak berkeliaran kemana-mana. 

“Kalau tetap membandel, nanti satgas desa bisa berkoordinasi dengan gugus tugas untuk dilakukan penjemputan,” jelasnya. 

Selain dilarang berkumpul dan bertemu dengan warga, pasien yang menjalani isolasi mandiri juga diminta untuk meningkatkan imunitasnya. Caranya, dengan makan yang teratur dan istirahat yang cukup. “Jangan sampai stres,” tegas Hendri mengingatkan. 

Bagaimana dengan sembilan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 baru yang dirawat di rumah sakit? Hendri menyebut mereka berasal dari sejumlah daerah di Nganjuk. Misalnya, perempuan berusia 41 tahun asal Rejoso yang mengeluh batuk. Dia dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk.

Selanjutnya, pasien berusia 64 tahun asal Ngetos dan perempuan berusia 44 tahun asal Pace yang dirawat di RSUD Nganjuk. Kemudian, pasien berusia 49 tahun asal Kertosono yang dirawat di RSUD Kertosono. 

Baca Juga :  Jalan Tiga Desa di Ngronggot Rusak

Ada pula empat pasien yang dirawat di RS Darurat Covid-19 Pu Sindok. Selebihnya, ada satu pasien asal Kertosono yang dirawat di RS Jombang. “Rata-rata mereka punya keluhan panas,” jelas Hendri.

Dengan penambahan 19 kasus terkonfirmasi positif tersebut, total kasus Covid-19 di Nganjuk sebanyak 171 kasus. Sebanyak 21 orang diantaranya sudah meninggal. “Meski ada penambahan belasan kasus, hari ini (kemarin, Red) juga ada penambahan pasien yang sembuh. Enam orang,” urai Hendri. 

Dari enam orang yang sembuh, empat orang di antaranya merupakan satu keluarga asal Ngronggot. Yaitu, perempuan berusia 62 tahun, perempuan berusia 34 tahun, anak laki-laki berusia empat tahun, laki-laki berusia 57 tahun. Empat pasien yang dirawat di RS Bhayangkara itu kemarin diperbolehkan pulang.

Demikian juga dua pasien sembuh lainnya. Yaitu, laki-laki berusia 43 tahun asal Rejoso yang dirawat di RSUD Nganjuk, dan pasien perempuan berusia 40 tahun asal Wilangan yang dirawat di RS Bhayangkara. “Total pasien sembuh sekarang mencapai 85 orang,” tegas Hendri sembari menyebut 65 pasien lainnya dirawat di rumah sakit.

Sementara itu selain penambahan kasus terkonfirmasi positif, kemarin jumlah orang dalam risiko (ODR) bertambah menjadi 47.616 kasus. Orang dalam pemantauan (ODP) tetap 115 kasus. Selanjutnya, pasien dalam pengawasan (PDP) berkurang menjadi 209 kasus, dan orang tanpa gejala (OTG) menjadi 3.229 kasus.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Status darurat bencana Covid-19 di Nganjuk akan berakhir 31 Juli nanti. Sembilan hari jelang berakhirnya status tersebut, di Kota Angin kembali ada penambahan 19 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak delapan orang di antaranya menjalani isolasi mandiri di rumah. 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 dr Hendriyanto mengatakan, dari total 19 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, dua di antaranya sudah meninggal saat berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Selebihnya, sembilan pasien dirawat di RS, dan delapan lainnya menjalani isolasi mandiri.

Dua orang yang meninggal dunia adalah laki-laki berusia 61 tahun asal Kertosono dan perempuan berusia 65 tahun asal Lengkong. Pria yang dirawat di RS Mojowarno, Jombang itu meninggal pada Kamis (9/7) lalu. Sedangkan perempuan tua yang dirawat di RSUD Kertosono meninggal pada Selasa (14/7). Pasien mengeluh nyeri di dada,” ujar Hendri. 

Lebih jauh Hendri mengungkapkan, gugus tugas menerapkan aturan baru terkait perawatan pasien terkonfirmasi. “Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK, Red) yang positif tanpa gejala akhirnya harus menjalani isolasi mandiri di rumah,” terang dr Hendri. 

Dengan peraturan tersebut, dari total 12 pasien, sebanyak delapan di antaranya menjalani isolasi mandiri di rumah. Mereka adalah laki-laki berusia 57 tahun asal Sukomoro, laki-laki berusia 44 tahun asal Kertosono. Kemudian,  laki-berusia 44 tahun dan 45 tahun asal Tanjunganom, laki-laki usia 30 tahun asal Ngetos. Serta, laki-laki usia 31 tahun asal Loceret, laki-laki, berusia 51 tahun  asal Loceret,  dan perempuan berusia 62 tahun asal Kertosono.  

Baca Juga :  PD Jayabaya Beri Peringatan Pedagang Pasar Setonobetek

Delapan pasien tersebut, lanjut Hendri, dinyatakan positif Covid-19. Tetapi, mereka tidak memiliki gejala sakit. Karenanya, mereka diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. “Untuk pengawasan agar tidak kemana-mana, nanti satuan tugas (satgas) desa yang berperan aktif,” lanjut Hendri. 

Satuan tugas desa terdiri dari perangkat desa, forkompimcam dan tenaga kesahatan dari puskesmas sampai bidan desa. Merekalah yang diminta berperan menjaga pasien agar tetap di rumah dan tidak berkeliaran kemana-mana. 

“Kalau tetap membandel, nanti satgas desa bisa berkoordinasi dengan gugus tugas untuk dilakukan penjemputan,” jelasnya. 

Selain dilarang berkumpul dan bertemu dengan warga, pasien yang menjalani isolasi mandiri juga diminta untuk meningkatkan imunitasnya. Caranya, dengan makan yang teratur dan istirahat yang cukup. “Jangan sampai stres,” tegas Hendri mengingatkan. 

Bagaimana dengan sembilan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 baru yang dirawat di rumah sakit? Hendri menyebut mereka berasal dari sejumlah daerah di Nganjuk. Misalnya, perempuan berusia 41 tahun asal Rejoso yang mengeluh batuk. Dia dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk.

Selanjutnya, pasien berusia 64 tahun asal Ngetos dan perempuan berusia 44 tahun asal Pace yang dirawat di RSUD Nganjuk. Kemudian, pasien berusia 49 tahun asal Kertosono yang dirawat di RSUD Kertosono. 

Baca Juga :  Pamit Belajar, 3 Hari Tak Pulang

Ada pula empat pasien yang dirawat di RS Darurat Covid-19 Pu Sindok. Selebihnya, ada satu pasien asal Kertosono yang dirawat di RS Jombang. “Rata-rata mereka punya keluhan panas,” jelas Hendri.

Dengan penambahan 19 kasus terkonfirmasi positif tersebut, total kasus Covid-19 di Nganjuk sebanyak 171 kasus. Sebanyak 21 orang diantaranya sudah meninggal. “Meski ada penambahan belasan kasus, hari ini (kemarin, Red) juga ada penambahan pasien yang sembuh. Enam orang,” urai Hendri. 

Dari enam orang yang sembuh, empat orang di antaranya merupakan satu keluarga asal Ngronggot. Yaitu, perempuan berusia 62 tahun, perempuan berusia 34 tahun, anak laki-laki berusia empat tahun, laki-laki berusia 57 tahun. Empat pasien yang dirawat di RS Bhayangkara itu kemarin diperbolehkan pulang.

Demikian juga dua pasien sembuh lainnya. Yaitu, laki-laki berusia 43 tahun asal Rejoso yang dirawat di RSUD Nganjuk, dan pasien perempuan berusia 40 tahun asal Wilangan yang dirawat di RS Bhayangkara. “Total pasien sembuh sekarang mencapai 85 orang,” tegas Hendri sembari menyebut 65 pasien lainnya dirawat di rumah sakit.

Sementara itu selain penambahan kasus terkonfirmasi positif, kemarin jumlah orang dalam risiko (ODR) bertambah menjadi 47.616 kasus. Orang dalam pemantauan (ODP) tetap 115 kasus. Selanjutnya, pasien dalam pengawasan (PDP) berkurang menjadi 209 kasus, dan orang tanpa gejala (OTG) menjadi 3.229 kasus.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/