24.4 C
Kediri
Sunday, October 2, 2022

Satu Ons Sabu Habis dalam Tiga Minggu

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Ghozi Valdama Hardita Aprilio Syahputra, 25, agaknya harus mendekam di penjara dalam waktu lama. Pasalnya, dalam sidang di PN Kabupaten Kediri kemarin, dia dituntut hukuman penjara selama 11 tahun. Sebelumnya, pria asal Desa Tegowangi, Plemahan itu telah menjual sabu-sabu (SS) seberat satu ons dalam waktu tiga minggu.

Untuk diketahui, Ghozi ditangkap tim satresnarkoba Polres Kediri pada 30 Mei lalu. Dia dibekuk saat tengah berada di pinggir jalan dekat Bakso Srengat, di Pare. Dalam penggeledahan, polisi menemukan dua bungkus SS seberat 1,86 ons yang dibawa oleh pria kelahiran tahun 1999 silam tersebut.

Selain barang haram itu, Ghozi juga membawa sejumlah peralatan untuk mengonsumsi sabu. Dalam pemeriksaan polisi diketahui jika SS dalam jumlah besar itu bukan kali pertama dimiliki Ghozi. Sebelumnya dia sudah menerima satu plastik klip SS seberat 100 gram atau satu ons dari Oki. Sabu dari pria yang masih menjadi DPO itu lantas dipecah-pecah dalam puluhan bagian.

Baca Juga :  Warga Tunggu Realisasi Pelebaran Jalan Banyakan-Bolawen

Barang terlarang itu habis dijual dalam waktu tiga minggu. Barang dijual dengan sistem ranjau.“Terdakwa pernah melakukan hal yang sama (kasus narkoba, Red). Kena hukuman dua tahun, enam bulan,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tommy Marwanto.

Melihat sepak terjang Ghozi dalam perkara narkoba inilah yang lantas membuat JPU memberikan tuntutan hukuman maksimal. Dalam sidang kemarin, dia dituntut hukuman penjara selama 11 tahun. Tidak hanya itu, dia juga diwajibkan membayar denda Rp 1 miliar.

- Advertisement -

Ketentuannya, jika denda tidak dibayar akan diganti hukuman penjara selama tiga bulan. “Terdakwa terbukti secara sah mengedarkan narkotika golongan satu, bukan tanaman,” lanjut Tommy.

Lebih jauh Tommy menjelaskan, dalam persidangan Ghozi terbukti melanggar pasal 112 ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika. Sesuai fakta yang terungkap di sidang, menurut Tommy rekam jejak Ghozi yang sebelumnya pernah dihukum karena kasus yang sama itu membuat hukumannya lebih berat.

Baca Juga :  Buat Petasan, Warga Adan-Adan Divonis Satu Tahun

Adapun yang meringankan, Ghozi dianggap berterus terang mengakui perbuatannya di depan majelis hakim. Dalam kesempatan kemarin, Ketua Majelis Hakim Quraisyiyah memberi kesempatan Ghozi untuk melakukan pembelaan. “Karena tuntutan hukuman ini tinggi dan maksimal, terdakwa diberi kesempatan untuk melakukan pembelaan,” terang Quraisyiyah sebelum menutup sidang.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara
- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Ghozi Valdama Hardita Aprilio Syahputra, 25, agaknya harus mendekam di penjara dalam waktu lama. Pasalnya, dalam sidang di PN Kabupaten Kediri kemarin, dia dituntut hukuman penjara selama 11 tahun. Sebelumnya, pria asal Desa Tegowangi, Plemahan itu telah menjual sabu-sabu (SS) seberat satu ons dalam waktu tiga minggu.

Untuk diketahui, Ghozi ditangkap tim satresnarkoba Polres Kediri pada 30 Mei lalu. Dia dibekuk saat tengah berada di pinggir jalan dekat Bakso Srengat, di Pare. Dalam penggeledahan, polisi menemukan dua bungkus SS seberat 1,86 ons yang dibawa oleh pria kelahiran tahun 1999 silam tersebut.

Selain barang haram itu, Ghozi juga membawa sejumlah peralatan untuk mengonsumsi sabu. Dalam pemeriksaan polisi diketahui jika SS dalam jumlah besar itu bukan kali pertama dimiliki Ghozi. Sebelumnya dia sudah menerima satu plastik klip SS seberat 100 gram atau satu ons dari Oki. Sabu dari pria yang masih menjadi DPO itu lantas dipecah-pecah dalam puluhan bagian.

Baca Juga :  Pakai Amphetamine untuk Doping Kerja

Barang terlarang itu habis dijual dalam waktu tiga minggu. Barang dijual dengan sistem ranjau.“Terdakwa pernah melakukan hal yang sama (kasus narkoba, Red). Kena hukuman dua tahun, enam bulan,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tommy Marwanto.

Melihat sepak terjang Ghozi dalam perkara narkoba inilah yang lantas membuat JPU memberikan tuntutan hukuman maksimal. Dalam sidang kemarin, dia dituntut hukuman penjara selama 11 tahun. Tidak hanya itu, dia juga diwajibkan membayar denda Rp 1 miliar.

Ketentuannya, jika denda tidak dibayar akan diganti hukuman penjara selama tiga bulan. “Terdakwa terbukti secara sah mengedarkan narkotika golongan satu, bukan tanaman,” lanjut Tommy.

Lebih jauh Tommy menjelaskan, dalam persidangan Ghozi terbukti melanggar pasal 112 ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika. Sesuai fakta yang terungkap di sidang, menurut Tommy rekam jejak Ghozi yang sebelumnya pernah dihukum karena kasus yang sama itu membuat hukumannya lebih berat.

Baca Juga :  Gelapkan Uang, Eks Kasir KSP Divonis 2 Tahun Bui 

Adapun yang meringankan, Ghozi dianggap berterus terang mengakui perbuatannya di depan majelis hakim. Dalam kesempatan kemarin, Ketua Majelis Hakim Quraisyiyah memberi kesempatan Ghozi untuk melakukan pembelaan. “Karena tuntutan hukuman ini tinggi dan maksimal, terdakwa diberi kesempatan untuk melakukan pembelaan,” terang Quraisyiyah sebelum menutup sidang.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Tiga Makam di Puncak Bukit Maskumambang


Artikel Terbaru

/