30.2 C
Kediri
Tuesday, July 5, 2022

Plengsengan Sungai di Daerah Pojok Dua Tahun Ambrol Belum Diperbaiki

KOTA, JP Radar Kediri-Memasuki musim hujan akhir September ini, warga yang tinggal di dekat plengsengan ambrol sungai Ngemplak, Kelurahan Pojok, Mojoroto mulai resah. Mereka khawatir tanahnya tergerus karena plengsengan di lingkungannya yang ambrol sejak dua tahun lalu belum kunjung diperbaiki.

Pantauan koran ini, kerusakan plengsengan yang cukup parah terjadi di tiga titik. Satu titik plengsengan ada di dekat jembatan. Sedangkan dua lainnya berada di ujung plengsengan.

Zaini, 54, warga setempat mengungkapkan, plengsengan ambrol sejak beberapa tahun lalu. “Rusaknya berangsur-angsur. Setelah air sungai meluap lebar plengsengan yang ambrol bertambah,” kata Zaini.

Belajar pada pengalaman musim hujan tahun lalu, dia khawatir saat musim hujan nanti kerusakan di plengsengan tersebut meluas. Jika dibiarkan terus, lahannya yang berada di dekat penahan sungai itu akan tergerus.

Baca Juga :  Ekspedisi Multi Kurir Jadi Bisnis Menjanjikan

Karenanya, kakek satu cucu ini meminta pemkot segera memperbaiki kerusakan plengsengan tersebut. Sehingga, lahan miliknya tidak tergerus. Melihat plengsengan sepanjang sekitar 20 meter itu rusak, Zaini memang tidak bisa tenang. Apalagi, di beberapa bagian tanahnya sudah tergerus hingga menyisakan lubang menganga.

Bagaimana jika hingga musim hujan nanti plengsengan tidak diperbaiki? Pria paruh baya itu mengaku akan mengambil langkah darurat. Yakni, memasang bambu di beberapa titik plengsengan yang ambrol. Dengan cara itu dia berharap kerusakan tidak meluas saat debit air naik.

Terpisah, Lurah Pojok Erly Maya Muryati mengaku sudah mengetahui kerusakan plengsengan di dekat Rumah Potong Hewan Pojok tersebut. Perempuan berambut sebahu itu menjelaskan, perbaikan plengsengan bukan kewenangan kelurahan.

Baca Juga :  Coach Roca Mencari Bek Pengganti Vava Yagalo

Karenanya, perempuan berkulit putih itu menyerahkannya ke instansi terkait. “Kami sudah ajukan perbaikan,” tuturnya membenarkan belum ada perbaikan hingga tahun ini.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Kediri Hadi Wahjono mengaku belum mendapat laporan terkait plengsengan sungai Ngemplak yang ambrol. Untuk memastikan kondisinya, Hadi berencana turun mengecek ke lapangan hari ini.

Hadi menjelaskan, aliran sungai Ngemplak merupakan tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS). Meski demikian, jika kerusakannya sudah lama dan butuh diperbaiki, perkim akan berupaya menyelesaikannya. “Besok (hari ini, Red) akan saya cek dulu,” janjinya. (rq/ut)

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri-Memasuki musim hujan akhir September ini, warga yang tinggal di dekat plengsengan ambrol sungai Ngemplak, Kelurahan Pojok, Mojoroto mulai resah. Mereka khawatir tanahnya tergerus karena plengsengan di lingkungannya yang ambrol sejak dua tahun lalu belum kunjung diperbaiki.

Pantauan koran ini, kerusakan plengsengan yang cukup parah terjadi di tiga titik. Satu titik plengsengan ada di dekat jembatan. Sedangkan dua lainnya berada di ujung plengsengan.

Zaini, 54, warga setempat mengungkapkan, plengsengan ambrol sejak beberapa tahun lalu. “Rusaknya berangsur-angsur. Setelah air sungai meluap lebar plengsengan yang ambrol bertambah,” kata Zaini.

Belajar pada pengalaman musim hujan tahun lalu, dia khawatir saat musim hujan nanti kerusakan di plengsengan tersebut meluas. Jika dibiarkan terus, lahannya yang berada di dekat penahan sungai itu akan tergerus.

Baca Juga :  Ekspedisi Multi Kurir Jadi Bisnis Menjanjikan

Karenanya, kakek satu cucu ini meminta pemkot segera memperbaiki kerusakan plengsengan tersebut. Sehingga, lahan miliknya tidak tergerus. Melihat plengsengan sepanjang sekitar 20 meter itu rusak, Zaini memang tidak bisa tenang. Apalagi, di beberapa bagian tanahnya sudah tergerus hingga menyisakan lubang menganga.

Bagaimana jika hingga musim hujan nanti plengsengan tidak diperbaiki? Pria paruh baya itu mengaku akan mengambil langkah darurat. Yakni, memasang bambu di beberapa titik plengsengan yang ambrol. Dengan cara itu dia berharap kerusakan tidak meluas saat debit air naik.

Terpisah, Lurah Pojok Erly Maya Muryati mengaku sudah mengetahui kerusakan plengsengan di dekat Rumah Potong Hewan Pojok tersebut. Perempuan berambut sebahu itu menjelaskan, perbaikan plengsengan bukan kewenangan kelurahan.

Baca Juga :  Beli Sabu-Sabu, Pemuda asal Gabru Jalani Sidang di PN

Karenanya, perempuan berkulit putih itu menyerahkannya ke instansi terkait. “Kami sudah ajukan perbaikan,” tuturnya membenarkan belum ada perbaikan hingga tahun ini.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Kediri Hadi Wahjono mengaku belum mendapat laporan terkait plengsengan sungai Ngemplak yang ambrol. Untuk memastikan kondisinya, Hadi berencana turun mengecek ke lapangan hari ini.

Hadi menjelaskan, aliran sungai Ngemplak merupakan tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS). Meski demikian, jika kerusakannya sudah lama dan butuh diperbaiki, perkim akan berupaya menyelesaikannya. “Besok (hari ini, Red) akan saya cek dulu,” janjinya. (rq/ut)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/