24.2 C
Kediri
Saturday, July 2, 2022

Kepala Desa Wates Jadi Tersangka, Ini Kasusnya

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Kasus yang membelit Kepala Desa Wates, Kecamatan Wates berawal dari janji menjadikan warganya sebagai perangkat desa. Sayang, setelah hampir delapan tahun janji tersebut tak terealisasi. Padahal warga yang dijanjikan sudah memberikan uang hingga ratusan juta rupiah.

Hal itu diceritakan oleh Agus Sunyoto, 45, warga yang mendapat janji dari Kades  Wates Darmawan Amril. Agus pula yang akhirnya melaporkan kasus itu ke polisi. Berujung pada penangkapan sang kades pada Jumat (19/6) sekitar pukul 19.00 WIB. Sang kades pun ditahan terkait kasus dugaan penipuan.

“Saya percaya pada Wawan (Kades Wates Darmawan Amril, Red) karena pada saat itu ada saksi. Saya juga sudah anggap dia sebagai tokoh masyarakat,” aku Agus, ketika ditemui di rumahnya, di Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar kemarin.

Hubungan antara Agus dan Wawan berawal pada 2012. Saat itu Agus menjadi tim sukes Wawan yang macung jadi kades di periode pertama. Bahkan, saat itu, menurut Agus, hampir setengah dari biaya pencalonan Wawan ditanggungnya.

Agus saat itu dijanjikan jadi kepala dusun (kasun) bila Wawan terpilih. Namun Wawan terlebih dulu meminta uang Rp 315 juta.

Baca Juga :  Pengurus Kelenteng Cegah Berkumpulnya Massa di Perayaan Imlek

Setelah Wawan terpilih ternyata janji kepada Agus itu tak kunjung terealisasi. Karena itu dia menagihnya pada 2014. Saat itu dia diberi jawaban bahwa belum ada jadwal pengangkatan perangkat desa. Setelah itu Agus berkali-kali menanyakan hal yang sama. Menurut Agus, jawaban sang kades juga tetap sama. Belum ada jadwal pengangkatan perangkat.

Akhirnya, pada 2019  ada pengangkatan perangkat desa. Agus kembali mendatangi Wawan. Namun jawaban yang dia terima tak melegakan hatinya. “Wawan beralasan lagi bila umur saya sudah melebihi batas pengangkatan perangkat yang maksimal 42 tahun,” jelas Agus yang kemarin didampingi oleh istrinya.

Masih menurut Agus, Wawan justru menawarkan agar yang maju dalam pemilihan perangkat adalah anak perempuannya. Dia kemudian dimintai tambahan uang sebesar Rp 165 juta. Agus setuju tapi uang tak langsung diberikan.

Anak perempuan Agus yang mengikuti tes seleksi pengangkatan perangkat ternyata tidak lolos. Hal itu membuat kesabaran Agus habis. Dia merasa ditipu hingga delapan tahun. Dia pun melaporkan kasus ini ke polisi pada Desember 2019. Bukti-bukti dia sertakan. Seperti rekaman video.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar membenarkan bila pelapor, Agus Sunyoto, diiming-imingi menjadi perangkat desa. Syaratnya dengan menyetor sejumlah uang.

Baca Juga :  Gus Ma'mun Ploso Kediri: Agama dan Politik

“Namun janji tersebut hingga saat ini tidak dipenuhi oleh pelaku. Akhirnya korban melapor,” kata Gilang kemarin (20/6).

Menurutnya, perjanjian antara pelapor dan tersangka terjadi sejak 2012. Agus memberikan sejumlah uang secara bertahap. Hanya polisi menyebut jumlah uang yang telah diberikan sekitar Rp 200 juta.

“Sementara berdasarkan pengakuan pelaku uang yang sudah diterima itu sudah habis digunakan untuk keperluan pribadi,” terang Gilang.

Gilang menjelaskan, sebenarnya Wawan sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak satu bulan yang lalu. Yaitu pada awal Mei. Namun dia baru diamankan Jumat lalu karena penyidik harus melengkapi materi pemeriksaan dengan sejumlah barang bukti tambahan.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas di antaranya satu unit telepon genggam. Telepon genggam itu digunakan Wawan untuk berkomunikasi dengan korban. Selain itu petugas juga mengamankan satu flashdisk berisi rekaman video.

Kini, Kades Wawan terancam hukuman empat tahun penjara. Pasal yang dijeratkan polisi adalah pasal 372 dan 378 KUHP. Pasal tersebut tentang penggelapan dan penipuan. Kini Wawan ditahan di ruang tahanan Mapolres Kediri.

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Kasus yang membelit Kepala Desa Wates, Kecamatan Wates berawal dari janji menjadikan warganya sebagai perangkat desa. Sayang, setelah hampir delapan tahun janji tersebut tak terealisasi. Padahal warga yang dijanjikan sudah memberikan uang hingga ratusan juta rupiah.

Hal itu diceritakan oleh Agus Sunyoto, 45, warga yang mendapat janji dari Kades  Wates Darmawan Amril. Agus pula yang akhirnya melaporkan kasus itu ke polisi. Berujung pada penangkapan sang kades pada Jumat (19/6) sekitar pukul 19.00 WIB. Sang kades pun ditahan terkait kasus dugaan penipuan.

“Saya percaya pada Wawan (Kades Wates Darmawan Amril, Red) karena pada saat itu ada saksi. Saya juga sudah anggap dia sebagai tokoh masyarakat,” aku Agus, ketika ditemui di rumahnya, di Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar kemarin.

Hubungan antara Agus dan Wawan berawal pada 2012. Saat itu Agus menjadi tim sukes Wawan yang macung jadi kades di periode pertama. Bahkan, saat itu, menurut Agus, hampir setengah dari biaya pencalonan Wawan ditanggungnya.

Agus saat itu dijanjikan jadi kepala dusun (kasun) bila Wawan terpilih. Namun Wawan terlebih dulu meminta uang Rp 315 juta.

Baca Juga :  Pelaku ‘Perusak’ Patung Arca Dwarapala asal Grogol Menyerahkan Diri

Setelah Wawan terpilih ternyata janji kepada Agus itu tak kunjung terealisasi. Karena itu dia menagihnya pada 2014. Saat itu dia diberi jawaban bahwa belum ada jadwal pengangkatan perangkat desa. Setelah itu Agus berkali-kali menanyakan hal yang sama. Menurut Agus, jawaban sang kades juga tetap sama. Belum ada jadwal pengangkatan perangkat.

Akhirnya, pada 2019  ada pengangkatan perangkat desa. Agus kembali mendatangi Wawan. Namun jawaban yang dia terima tak melegakan hatinya. “Wawan beralasan lagi bila umur saya sudah melebihi batas pengangkatan perangkat yang maksimal 42 tahun,” jelas Agus yang kemarin didampingi oleh istrinya.

Masih menurut Agus, Wawan justru menawarkan agar yang maju dalam pemilihan perangkat adalah anak perempuannya. Dia kemudian dimintai tambahan uang sebesar Rp 165 juta. Agus setuju tapi uang tak langsung diberikan.

Anak perempuan Agus yang mengikuti tes seleksi pengangkatan perangkat ternyata tidak lolos. Hal itu membuat kesabaran Agus habis. Dia merasa ditipu hingga delapan tahun. Dia pun melaporkan kasus ini ke polisi pada Desember 2019. Bukti-bukti dia sertakan. Seperti rekaman video.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar membenarkan bila pelapor, Agus Sunyoto, diiming-imingi menjadi perangkat desa. Syaratnya dengan menyetor sejumlah uang.

Baca Juga :  Wah! Dua Partai Politik Kesulitan Cari Caleg

“Namun janji tersebut hingga saat ini tidak dipenuhi oleh pelaku. Akhirnya korban melapor,” kata Gilang kemarin (20/6).

Menurutnya, perjanjian antara pelapor dan tersangka terjadi sejak 2012. Agus memberikan sejumlah uang secara bertahap. Hanya polisi menyebut jumlah uang yang telah diberikan sekitar Rp 200 juta.

“Sementara berdasarkan pengakuan pelaku uang yang sudah diterima itu sudah habis digunakan untuk keperluan pribadi,” terang Gilang.

Gilang menjelaskan, sebenarnya Wawan sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak satu bulan yang lalu. Yaitu pada awal Mei. Namun dia baru diamankan Jumat lalu karena penyidik harus melengkapi materi pemeriksaan dengan sejumlah barang bukti tambahan.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas di antaranya satu unit telepon genggam. Telepon genggam itu digunakan Wawan untuk berkomunikasi dengan korban. Selain itu petugas juga mengamankan satu flashdisk berisi rekaman video.

Kini, Kades Wawan terancam hukuman empat tahun penjara. Pasal yang dijeratkan polisi adalah pasal 372 dan 378 KUHP. Pasal tersebut tentang penggelapan dan penipuan. Kini Wawan ditahan di ruang tahanan Mapolres Kediri.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/