23.1 C
Kediri
Monday, August 15, 2022

Segera Evaluasi PPKM

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari pemerintah pusat hingga Februari nanti, belum ditindaklanjuti oleh Pemkab Nganjuk. Mereka masih akan mengevaluasi pelaksanaan PPKM selama dua minggu terakhir.

Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Mokhamad Yasin mengatakan, hingga kemarin pihaknya belum menetapkan perubahan masa PPKM. “Kami masih gunakan jadwal lama (PPKM berakhir Minggu, 31/1, Red),” ujarnya sembari menyebut aturan yang sama berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Nganjuk.

Pria yang juga menjabat sebagai sekretaris daerah ini menjelaskan, sistem kerja sif ini akan berlaku hingga Minggu (31/1). Artinya awal Februari nanti aktivitas ASN akan kembali normal.

Meski masih berpatokan pada jadwal lama, Yasin mengaku akan tetap melakukan evaluasi internal. Aturan PPKM itu bisa berubah jika kondisi di Kabupaten Nganjuk masih belum stabil. “Perpanjangan PPKM masih menunggu surat edaran atau keputusan resmi dari pusat,” lanjutnya.

Untuk diketahui, hingga kemarin Kabupaten Nganjuk masih berstatus zona merah. Kasus Covid-19 di Kota Angin juga masih terus bertambah. Kemarin kembali ada penambahan 30 pasien korona baru.

- Advertisement -

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan  (GTPP) Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto mengatakan, dari 30 pasien baru tersebut ada satu orang yang meninggal dunia. Yakni, lelaki berusia 62 tahun asal Kertosono. “Pasien meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Gatoel Mojokerto,” terang Hendri.

Baca Juga :  Bus Ponpes Nyelonong ke Air setelah Cuci Karpet

Selain penambahan kasus, menurut Hendri kemarin juga ada 50 pasien yang sembuh. Dengan perubahan tersebut, kasus aktif Covid-19 saat ini mencapai 226 orang. Enam di antaranya menjalani isolasi mandiri (isoman). Adapun sisanya dirawat di rumah sakit.

Terus bertambahnya pasien Covid-19 membuat jumlah tempat tidur (TT) perawatan pasien di RS terus menyusut. Kemarin menurut Hendri TT pasien Covid tinggal 20 persen. “Dari total 275 TT, sebanyak 220 TT sudah digunakan. Tinggal 55 TT,” tutur Hendri sembari menyebut RSUD Nganjuk dan RSUD Kertosono masing-masing merawat 87 dan 80 pasien.

Sementara itu, operasi yustisi protokol kesehatan masih terus dilakukan hingga kemarin. Polsek Bagor bersama TNI dan satpol PP menggelar razia di depan kantor Kecamatan Bagor. Dalam razia kemarin pagi itu ada 18 pengendara yang terjaring karena kedapatan tak memakai masker.

Plt Camat Bagor Sutomo menuturkan, belasan pelanggar itu terjaring dalam razia yang berlangsung sekitar 30 menit. “Masih lumayan banyak tapi tetap harus diberi edukasi dan disadarkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi dan Jaksa Bidik Kades di Nganjuk

Lelaki bertopi itu menjelaskan, belasan pelanggar itu belum termasuk beberapa pengendara kendaraan yang nakal. Mereka tetap tancap gas meski sudah diberhentikan oleh polisi dan TNI yang berjaga di jalan.

Selain menggelar razia di jalan, menurut Sutomo penertiban juga dilakukan malam hari. Di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ini Forkopimca Bagor inin memastikan jam malam dipatuhi di sana.

Mereka menyasar kompleks eks lokalisasi Guyangan. Tim gabungan mengawasi warung kopi yang ada di sekitar eks lokalisasi tersebut. Sebab, biasanya di sana banyak truk besar berhenti untuk beristirahat. “Sudah disosialisasi dan sekarang banyak yang tutup,” jelas Sutomo sembari menyebut awalnya masih ada beberapa warung yang nekat buka diatas jam 19.00.

Kapolsek Bagor AKP Tommi Hermanto menambahkan, para pelanggar yang terjaring kemarin siang langsung diberi sanksi sosial. Mulai diminta hormat bendera hingga push up. “Bersama koramil kami akan terus melakukan operasi agar persebaran Covid-19 bisa semakin ditekan,” jelasnya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari pemerintah pusat hingga Februari nanti, belum ditindaklanjuti oleh Pemkab Nganjuk. Mereka masih akan mengevaluasi pelaksanaan PPKM selama dua minggu terakhir.

Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Mokhamad Yasin mengatakan, hingga kemarin pihaknya belum menetapkan perubahan masa PPKM. “Kami masih gunakan jadwal lama (PPKM berakhir Minggu, 31/1, Red),” ujarnya sembari menyebut aturan yang sama berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Nganjuk.

Pria yang juga menjabat sebagai sekretaris daerah ini menjelaskan, sistem kerja sif ini akan berlaku hingga Minggu (31/1). Artinya awal Februari nanti aktivitas ASN akan kembali normal.

Meski masih berpatokan pada jadwal lama, Yasin mengaku akan tetap melakukan evaluasi internal. Aturan PPKM itu bisa berubah jika kondisi di Kabupaten Nganjuk masih belum stabil. “Perpanjangan PPKM masih menunggu surat edaran atau keputusan resmi dari pusat,” lanjutnya.

Untuk diketahui, hingga kemarin Kabupaten Nganjuk masih berstatus zona merah. Kasus Covid-19 di Kota Angin juga masih terus bertambah. Kemarin kembali ada penambahan 30 pasien korona baru.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan  (GTPP) Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto mengatakan, dari 30 pasien baru tersebut ada satu orang yang meninggal dunia. Yakni, lelaki berusia 62 tahun asal Kertosono. “Pasien meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Gatoel Mojokerto,” terang Hendri.

Baca Juga :  Pencairan THR Cukup Pakai Perbup

Selain penambahan kasus, menurut Hendri kemarin juga ada 50 pasien yang sembuh. Dengan perubahan tersebut, kasus aktif Covid-19 saat ini mencapai 226 orang. Enam di antaranya menjalani isolasi mandiri (isoman). Adapun sisanya dirawat di rumah sakit.

Terus bertambahnya pasien Covid-19 membuat jumlah tempat tidur (TT) perawatan pasien di RS terus menyusut. Kemarin menurut Hendri TT pasien Covid tinggal 20 persen. “Dari total 275 TT, sebanyak 220 TT sudah digunakan. Tinggal 55 TT,” tutur Hendri sembari menyebut RSUD Nganjuk dan RSUD Kertosono masing-masing merawat 87 dan 80 pasien.

Sementara itu, operasi yustisi protokol kesehatan masih terus dilakukan hingga kemarin. Polsek Bagor bersama TNI dan satpol PP menggelar razia di depan kantor Kecamatan Bagor. Dalam razia kemarin pagi itu ada 18 pengendara yang terjaring karena kedapatan tak memakai masker.

Plt Camat Bagor Sutomo menuturkan, belasan pelanggar itu terjaring dalam razia yang berlangsung sekitar 30 menit. “Masih lumayan banyak tapi tetap harus diberi edukasi dan disadarkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Perbaiki Kabel, Pria asal Pace Tewas Tersetrum

Lelaki bertopi itu menjelaskan, belasan pelanggar itu belum termasuk beberapa pengendara kendaraan yang nakal. Mereka tetap tancap gas meski sudah diberhentikan oleh polisi dan TNI yang berjaga di jalan.

Selain menggelar razia di jalan, menurut Sutomo penertiban juga dilakukan malam hari. Di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ini Forkopimca Bagor inin memastikan jam malam dipatuhi di sana.

Mereka menyasar kompleks eks lokalisasi Guyangan. Tim gabungan mengawasi warung kopi yang ada di sekitar eks lokalisasi tersebut. Sebab, biasanya di sana banyak truk besar berhenti untuk beristirahat. “Sudah disosialisasi dan sekarang banyak yang tutup,” jelas Sutomo sembari menyebut awalnya masih ada beberapa warung yang nekat buka diatas jam 19.00.

Kapolsek Bagor AKP Tommi Hermanto menambahkan, para pelanggar yang terjaring kemarin siang langsung diberi sanksi sosial. Mulai diminta hormat bendera hingga push up. “Bersama koramil kami akan terus melakukan operasi agar persebaran Covid-19 bisa semakin ditekan,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/