27.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Marhaen Tak Diajak Omong Novi

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Plt Bupati Marhaen Djumadi menjadi saksi dalam persidangan dugaan jual beli jabatan dan pengisian perangkat desa dengan terdakwa Bupati nonaktif Novi Rahman Hidhayat dan enam anak buahnya. Marhaen menjadi saksi pada Senin malam (18/10) di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Karena di sidang tersebut, jaksa penuntut umum menghadirkan 13 saksi, termasuk Marhaen.

Dalam persidangan tersebut, Marhaen mengatakan, dia tidak tahu tentang proses jual beli jabatan dan pengisian perangkat desa. Karena saat itu, Novi tidak pernah meminta pertimbangan kepadanya tentang hal tersebut. “Saya tidak pernah diajak ngomong masalah mutasi pejabat dan pengisian perangkat desa,” ujar Marhaen.

Karena itu, saat kasus dugaan korupsi dalam proses jual beli jabatan plus pengisian perangkat desa, Marhaen mengaku terkejut. Dia juga tidak bisa memberikan banyak keterangan kepada penyidik saat diperiksa. “Saya tidak pernah dimintai pendapat tentang mutasi jabatan dan memang tidak ada kewajiban,” ujarnya.

Baca Juga :  Kuras HP Rp 43 Juta di Konter Bandarkidul, Mahasiswa Diganjar Setahun

Setelah persidangan, kabar Novi dkk akan dipindah ke Rutan Kejati Jawa Timur Cabang Medaeng, Surabaya terbukti. Kemarin malam, Novi dkk tidak kembali ke Rutan Kelas IIB Nganjuk. Namun, langsung digirin menuju ke Rutan Kejati Jawa Timur Cabang Medaeng, Surabaya.

Menurut Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Nganjuk Andie Wicaksono, pemindahan Novi dkk dari Rutan Kelas IIB Nganjuk ke Rutan Kejati Jawa Timur Cabang Medaeng, Surabaya untuk mempermudah persidangan. Karena saat Novi dkk mengikuti sidang secara virtual di Rutan Kelas IIB Nganjuk terdapat kendala teknis. Suara Novi dkk tidak terdengar jelas. Karena itu, pada sidang yang digelar Senin (18/10), majelis hakim meminta Novi dkk untuk hadir langsung di Pengadilan Tipikor di Surabaya. “Ini untuk memperlancar persidangan sehingga bisa segera selesai,” ujar Andie.

Baca Juga :  Kantongi Nama, Penyidik Buru DPO

Hanya saja, Andie belum mengetahui apakah di sidang pada Senin depan (25/10), Novi dkk akan hadir langsung di PN Tipikor Surabaya atau tidak. Karena kewenangan itu ada di majelis hakim. Jika majelis hakim yang diketuai I Ketut Suarta meminta terdakwa dihadirkan langsung maka JPU akan menghadirkan Novi dkk di persidangan. Namun, jika bisa mengikuti sidang secara virtual maka Novi dkk akan mengikuti sidang di Rutan Kejati Cabang Medaeng, Surabaya.    

Terpisah, Tis’at Afriyandi, penasihat hukum Novi tidak mempersoalkan kliennya dipindah dari Rutan Kelas IIB Nganjuk ke Rutan Kejati Cabang Medaeng. “Kami tidak masalah soal tempat penahanan,” ujarnya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Plt Bupati Marhaen Djumadi menjadi saksi dalam persidangan dugaan jual beli jabatan dan pengisian perangkat desa dengan terdakwa Bupati nonaktif Novi Rahman Hidhayat dan enam anak buahnya. Marhaen menjadi saksi pada Senin malam (18/10) di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Karena di sidang tersebut, jaksa penuntut umum menghadirkan 13 saksi, termasuk Marhaen.

Dalam persidangan tersebut, Marhaen mengatakan, dia tidak tahu tentang proses jual beli jabatan dan pengisian perangkat desa. Karena saat itu, Novi tidak pernah meminta pertimbangan kepadanya tentang hal tersebut. “Saya tidak pernah diajak ngomong masalah mutasi pejabat dan pengisian perangkat desa,” ujar Marhaen.

Karena itu, saat kasus dugaan korupsi dalam proses jual beli jabatan plus pengisian perangkat desa, Marhaen mengaku terkejut. Dia juga tidak bisa memberikan banyak keterangan kepada penyidik saat diperiksa. “Saya tidak pernah dimintai pendapat tentang mutasi jabatan dan memang tidak ada kewajiban,” ujarnya.

Baca Juga :  Sopir Bus Mira Positif Mengonsumsi Ganja

Setelah persidangan, kabar Novi dkk akan dipindah ke Rutan Kejati Jawa Timur Cabang Medaeng, Surabaya terbukti. Kemarin malam, Novi dkk tidak kembali ke Rutan Kelas IIB Nganjuk. Namun, langsung digirin menuju ke Rutan Kejati Jawa Timur Cabang Medaeng, Surabaya.

Menurut Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Nganjuk Andie Wicaksono, pemindahan Novi dkk dari Rutan Kelas IIB Nganjuk ke Rutan Kejati Jawa Timur Cabang Medaeng, Surabaya untuk mempermudah persidangan. Karena saat Novi dkk mengikuti sidang secara virtual di Rutan Kelas IIB Nganjuk terdapat kendala teknis. Suara Novi dkk tidak terdengar jelas. Karena itu, pada sidang yang digelar Senin (18/10), majelis hakim meminta Novi dkk untuk hadir langsung di Pengadilan Tipikor di Surabaya. “Ini untuk memperlancar persidangan sehingga bisa segera selesai,” ujar Andie.

Baca Juga :  Kuras HP Rp 43 Juta di Konter Bandarkidul, Mahasiswa Diganjar Setahun

Hanya saja, Andie belum mengetahui apakah di sidang pada Senin depan (25/10), Novi dkk akan hadir langsung di PN Tipikor Surabaya atau tidak. Karena kewenangan itu ada di majelis hakim. Jika majelis hakim yang diketuai I Ketut Suarta meminta terdakwa dihadirkan langsung maka JPU akan menghadirkan Novi dkk di persidangan. Namun, jika bisa mengikuti sidang secara virtual maka Novi dkk akan mengikuti sidang di Rutan Kejati Cabang Medaeng, Surabaya.    

Terpisah, Tis’at Afriyandi, penasihat hukum Novi tidak mempersoalkan kliennya dipindah dari Rutan Kelas IIB Nganjuk ke Rutan Kejati Cabang Medaeng. “Kami tidak masalah soal tempat penahanan,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/