22.5 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

Korban Pinjol Terancam Gangguan Mental 

KOTA, JP Radar Kediri– Pinjaman online (pinjol) ilegal bisa menyasar siapa saja. Pembayaran macet bisa memberikan dampak buruk bagi debitor atau peminjam. Apalagi proses penagihannya sangat masif. Sehingga bisa menyebabkan korban resah. Bahkan mengalami gangguan jiwa.

Serangan psikis debitor pinjol ini terjadi ketika penagihan sudah mulai menyasar keluarga dan lingkungan terdekatnya. Metode yang dipakai penagih pinjol memang sengaja membuat korban malu.

Sunarno, dosen psikologi IAIN Kediri, yang pernah menangani korban pinjol, menganggap, tagihannya menjadi teror bagi korban. “Ya akibatnya korban mengalami rasa cemas berlebihan,” ungkapnya.

Kecemasan itulah yang kemudian mengganggu hubungan sosial korban dengan lingkungannya. Tidak hanya ke keluarga dan teman. Tetapi juga tetangganya. Dalam kondisi seperti ini, beban korban bertambah berat. Sehingga dapat mengakibatkan stres.

Baca Juga :  Dua Kapolsek Berpindah Tugas, Ini Alasannya

Dari sisi psikologisnya, menurut Sunarno, korban yang tidak kuat dengan tagihan berupa teror bisa mengambil sikap menarik diri dari interaksi sosial. “Apalagi sebaran tagihan menyasar ke banyak nomor WA (WhatsApp),” ujarnya.

Keadaan bisa menjadi lebih buruk apabila korban berlarut-larut menarik diri dari lingkungannya. Dampaknya debitor pinjol bisa terkena gangguan mental. Prosesnya bisa gangguan mental ringan, sedang, hingga berat.

Untuk mengantisipasi agar tidak berdampak buruk menyerang mental korban, Sunarno menyatakan, bisa dicegah saat debitor mulai menarik diri dari lingkungan sosialnya. Peminjam pinjol ini memerlukan dukungan dari orang lain.

“Butuh orang lain untuk menyemangati dan menerima keadaan,” ucap dosen perguruan tinggi yang tinggal di Mojoroto tersebut. Jika tidak ada yang peduli, bahkan menjauh, siap-siap korban bisa terganggu mentalnya.

Baca Juga :  Rawan, Lubang di Jalan Raya – Kediri Blitar Dicat

Sementara itu, hingga kini masih banyak yang menjadi korban pinjol. Mereka tergiur lalu terjerat utang online karena iming-iming proses transaksinya mudah. Selain itu, uang yang dipinjam juga sedikit Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta.(rq/ndr)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri– Pinjaman online (pinjol) ilegal bisa menyasar siapa saja. Pembayaran macet bisa memberikan dampak buruk bagi debitor atau peminjam. Apalagi proses penagihannya sangat masif. Sehingga bisa menyebabkan korban resah. Bahkan mengalami gangguan jiwa.

Serangan psikis debitor pinjol ini terjadi ketika penagihan sudah mulai menyasar keluarga dan lingkungan terdekatnya. Metode yang dipakai penagih pinjol memang sengaja membuat korban malu.

Sunarno, dosen psikologi IAIN Kediri, yang pernah menangani korban pinjol, menganggap, tagihannya menjadi teror bagi korban. “Ya akibatnya korban mengalami rasa cemas berlebihan,” ungkapnya.

Kecemasan itulah yang kemudian mengganggu hubungan sosial korban dengan lingkungannya. Tidak hanya ke keluarga dan teman. Tetapi juga tetangganya. Dalam kondisi seperti ini, beban korban bertambah berat. Sehingga dapat mengakibatkan stres.

Baca Juga :  Perempuan Penabrak Kursi Kawasan Ekonomi Nganjuk Harus Ganti Rugi

Dari sisi psikologisnya, menurut Sunarno, korban yang tidak kuat dengan tagihan berupa teror bisa mengambil sikap menarik diri dari interaksi sosial. “Apalagi sebaran tagihan menyasar ke banyak nomor WA (WhatsApp),” ujarnya.

Keadaan bisa menjadi lebih buruk apabila korban berlarut-larut menarik diri dari lingkungannya. Dampaknya debitor pinjol bisa terkena gangguan mental. Prosesnya bisa gangguan mental ringan, sedang, hingga berat.

Untuk mengantisipasi agar tidak berdampak buruk menyerang mental korban, Sunarno menyatakan, bisa dicegah saat debitor mulai menarik diri dari lingkungan sosialnya. Peminjam pinjol ini memerlukan dukungan dari orang lain.

“Butuh orang lain untuk menyemangati dan menerima keadaan,” ucap dosen perguruan tinggi yang tinggal di Mojoroto tersebut. Jika tidak ada yang peduli, bahkan menjauh, siap-siap korban bisa terganggu mentalnya.

Baca Juga :  Yuwono dan Klinik Herbalnya yang Beromzet Puluhan Juta per Bulan

Sementara itu, hingga kini masih banyak yang menjadi korban pinjol. Mereka tergiur lalu terjerat utang online karena iming-iming proses transaksinya mudah. Selain itu, uang yang dipinjam juga sedikit Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta.(rq/ndr)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/