24.4 C
Kediri
Sunday, October 2, 2022

Narkoba Rp 27 Juta Berserakan di Lantai

- Advertisement -

KANDAT, JP Radar Kediri – Terdakwa Edi Koenjoro tak sempat menyembunyikan narkoba miliknya ketika digerebek polisi. Barang haram berupa sabu-sabu dan ekstasi masih berserakan di lantai ketika polisi dari Ditresnarkoba Polda Jatim menggerebek kediamannya di Jalan Sawit, Desa Ngreco, Kecamatan Kandat.

Fakta itu terungkap saat berlangsung sidang perdana kasus narkoba dengan terdakwa lelaki berusia 45 tahun itu kemarin (20/9). Sidang yang berlangsung di Ruang Cakra PN Kabupaten Kediri tersebut berisi pemeriksaan saksi.

“Kami melakukan penggerebekan dan penggeledahan di kamar terdakwa. Dan kami menemukan barang bukti berserakan di lantai,” terang Hari, petugas kepolisian dari Polda Jatim yang menjadi saksi.

Menurut Hari, ada dua jenis narkoba yang didapat dari penggerebekan itu, sabu-sabu dan ekstasi. Untuk sabu-sabu sebanyak 25,9 gram. Sedangkan ekstasi atau ineks sebanyak 33 butir. Atau seberat 13,11 gram. Total nilai barang bukti itu Rp 27 juta.

Baca Juga :  Razia Balap Liar, Polisi Sita Puluhan Motor

Saat polisi datang, terdakwa tengah bersantai di kamarnya. Tak ada orang lain kecuali dirinya saat itu.

- Advertisement -

Sedangkan barang bukti sebagian sudah berada dalam kemasan siap jual. Sabu-sabu dibagi dalam 12 plastik klip. Sebagian masih berupa kristal sebagian lagi sudah berbentuk serbuk. Untuk ekstasi, dikemas dalam 11 klip. Dengan masing-masing berisi tiga butir.

“Kami juga menemukan satu unit HP yang digunakan terdakwa transaksi dan satu kotak kacamata dengan isi sabu-sabu,” lanjut Hari, ketika menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanda Yoga Rohmana.

Sementara itu, di hadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Rudita Setya Hermawan, terdakwa Edi membenarkan keterangan saksi. Ketika ditanya oleh Rudita untuk apa obat sebanyak itu, dia mengaku jadi ajang bisnis.

Baca Juga :  Satu Motor dan 4 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Papar

Terdakwa membeli barang itu dari Bambang, yang hingga kemarin belum tertangkap, dengan harga Rp 20 juta. “Kemudian saya pakai dan saya jual. Untungnya lumayan. Saya jual 1 gram dengan harga Rp 1,1 juta. Kalau terjual yang 25 gram untungnya bisa Rp 5 juta,” aku terdakwa menjawab pertanyaan hakim.

Selain itu, terdakwa mengaku telah bermain dengan barang haram itu sejak 2020. Atas perbuatan tersebut terdakwa diancam pidana karena melanggar Pasal 114 ayat (2) UU No 35 2009 tentang Narkotika. Sidang akan dilanjutkan minggu depan (27/9) dengan agenda tuntutan.

- Advertisement -

KANDAT, JP Radar Kediri – Terdakwa Edi Koenjoro tak sempat menyembunyikan narkoba miliknya ketika digerebek polisi. Barang haram berupa sabu-sabu dan ekstasi masih berserakan di lantai ketika polisi dari Ditresnarkoba Polda Jatim menggerebek kediamannya di Jalan Sawit, Desa Ngreco, Kecamatan Kandat.

Fakta itu terungkap saat berlangsung sidang perdana kasus narkoba dengan terdakwa lelaki berusia 45 tahun itu kemarin (20/9). Sidang yang berlangsung di Ruang Cakra PN Kabupaten Kediri tersebut berisi pemeriksaan saksi.

“Kami melakukan penggerebekan dan penggeledahan di kamar terdakwa. Dan kami menemukan barang bukti berserakan di lantai,” terang Hari, petugas kepolisian dari Polda Jatim yang menjadi saksi.

Menurut Hari, ada dua jenis narkoba yang didapat dari penggerebekan itu, sabu-sabu dan ekstasi. Untuk sabu-sabu sebanyak 25,9 gram. Sedangkan ekstasi atau ineks sebanyak 33 butir. Atau seberat 13,11 gram. Total nilai barang bukti itu Rp 27 juta.

Baca Juga :  Warga Desa Bendo Tuding Ada Kecurangan Seleksi Perangkat

Saat polisi datang, terdakwa tengah bersantai di kamarnya. Tak ada orang lain kecuali dirinya saat itu.

Sedangkan barang bukti sebagian sudah berada dalam kemasan siap jual. Sabu-sabu dibagi dalam 12 plastik klip. Sebagian masih berupa kristal sebagian lagi sudah berbentuk serbuk. Untuk ekstasi, dikemas dalam 11 klip. Dengan masing-masing berisi tiga butir.

“Kami juga menemukan satu unit HP yang digunakan terdakwa transaksi dan satu kotak kacamata dengan isi sabu-sabu,” lanjut Hari, ketika menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanda Yoga Rohmana.

Sementara itu, di hadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Rudita Setya Hermawan, terdakwa Edi membenarkan keterangan saksi. Ketika ditanya oleh Rudita untuk apa obat sebanyak itu, dia mengaku jadi ajang bisnis.

Baca Juga :  Amuk Si Jago Merah di Dua Lokasi

Terdakwa membeli barang itu dari Bambang, yang hingga kemarin belum tertangkap, dengan harga Rp 20 juta. “Kemudian saya pakai dan saya jual. Untungnya lumayan. Saya jual 1 gram dengan harga Rp 1,1 juta. Kalau terjual yang 25 gram untungnya bisa Rp 5 juta,” aku terdakwa menjawab pertanyaan hakim.

Selain itu, terdakwa mengaku telah bermain dengan barang haram itu sejak 2020. Atas perbuatan tersebut terdakwa diancam pidana karena melanggar Pasal 114 ayat (2) UU No 35 2009 tentang Narkotika. Sidang akan dilanjutkan minggu depan (27/9) dengan agenda tuntutan.

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Tiga Makam di Puncak Bukit Maskumambang


Artikel Terbaru

/