28.8 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Tiga Pekan, Satreskrim Ungkap Sembilan Kasus

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Satreskrim Polres Nganjuk mengungkap sembilan kasus selama tiga pekan September ini. Totalnya ada 17 tersangka. Lima di antaranya melibatkan lima anak di bawah umur. Mereka adalah pelaku kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pengeroyokan, dan penipuan.

Mayoritas kasus tersebut sudah terjadi sejak Agustus lalu. Namun, beberapa penangkapan tersangka baru dilakukan pada September. Menariknya, dalam press release kali itu tidak hanya melibatkan Satreskrim Polres Nganjuk, Tetapi juga jajaran Polsek. “Seperti dari Polsek Loceret,” ujar Kapolres Nganjuk AKBP Jimmy Tana kemarin.

Dia menyampaikan, mayoritas kasus merupakan peninggalan dari kapolres dan kasatreskrim yang lama. Pasalnya, Jimmy baru saja menjabat sebagai Kapolres Nganjuk pada Senin lalu (13/9).

Baca Juga :  Penjaga Konter HP di Mojoroto Divonis Tiga Tahun

“Jadi kita harus berterima kasih kepada kapolres dan kasatreskrim yang lama,” terangnya.

Walaupun baru saja menjabat dalam waktu seminggu, Kapolres Nganjuk sudah bisa mengungkap dua kasus di wilayah kerjanya. Kasus tersebut terjadi di Kecamatan Berbek. Dari kejadian tersebut, ada tersangka yang masih di bawah umur. Mereka adalah MWE, 17; FWF, 17; dan P, 17, yang berasal dari Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan.

Mereka ditangkap pada 18 September lalu setelah melakukan konvoi yang membahayakan bagi pengendara di jalan raya. Dengan menggunakan senjata gir roda yang diberi tali, anak-anak tersebut memutar-mutarkan senjatanya. “Sengaja untuk menakut-nakuti warga di jalan,” ungkap Jimmy.

Mengetahui kejadian tersebut, beberapa warga langsung melapor ke pihak berwajib. Hasilnya, sekitar pukul 02.30, Satreskrim Polres Nganjuk menangkap anak-anak tersebut.

Baca Juga :  Ketua DPD Perindo Dipecat

Ketika dilakukan penyelidikan, kedua anak ini berkeliling hendak melakukan tawuran antar perguruan silat. Untungnya kegiatan tersebut bisa digagalkan polisi.

Sementara itu, Jimmy mengatakan, kasus itu kini tengah ditangani satreskrim. Hingga kemarin, kedua anak ini tidak ditahan. Menurut Jimmy, karena mereka masih berada di bawah umur. “Jadi kita lakukan diversi pada kedua anak tersebut,” tutupnya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Satreskrim Polres Nganjuk mengungkap sembilan kasus selama tiga pekan September ini. Totalnya ada 17 tersangka. Lima di antaranya melibatkan lima anak di bawah umur. Mereka adalah pelaku kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pengeroyokan, dan penipuan.

Mayoritas kasus tersebut sudah terjadi sejak Agustus lalu. Namun, beberapa penangkapan tersangka baru dilakukan pada September. Menariknya, dalam press release kali itu tidak hanya melibatkan Satreskrim Polres Nganjuk, Tetapi juga jajaran Polsek. “Seperti dari Polsek Loceret,” ujar Kapolres Nganjuk AKBP Jimmy Tana kemarin.

Dia menyampaikan, mayoritas kasus merupakan peninggalan dari kapolres dan kasatreskrim yang lama. Pasalnya, Jimmy baru saja menjabat sebagai Kapolres Nganjuk pada Senin lalu (13/9).

Baca Juga :  Bacabup Kediri Supadi Disidang Perdana, Ini Dakwaannya

“Jadi kita harus berterima kasih kepada kapolres dan kasatreskrim yang lama,” terangnya.

Walaupun baru saja menjabat dalam waktu seminggu, Kapolres Nganjuk sudah bisa mengungkap dua kasus di wilayah kerjanya. Kasus tersebut terjadi di Kecamatan Berbek. Dari kejadian tersebut, ada tersangka yang masih di bawah umur. Mereka adalah MWE, 17; FWF, 17; dan P, 17, yang berasal dari Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan.

Mereka ditangkap pada 18 September lalu setelah melakukan konvoi yang membahayakan bagi pengendara di jalan raya. Dengan menggunakan senjata gir roda yang diberi tali, anak-anak tersebut memutar-mutarkan senjatanya. “Sengaja untuk menakut-nakuti warga di jalan,” ungkap Jimmy.

Mengetahui kejadian tersebut, beberapa warga langsung melapor ke pihak berwajib. Hasilnya, sekitar pukul 02.30, Satreskrim Polres Nganjuk menangkap anak-anak tersebut.

Baca Juga :  Ketua DPD Perindo Dipecat

Ketika dilakukan penyelidikan, kedua anak ini berkeliling hendak melakukan tawuran antar perguruan silat. Untungnya kegiatan tersebut bisa digagalkan polisi.

Sementara itu, Jimmy mengatakan, kasus itu kini tengah ditangani satreskrim. Hingga kemarin, kedua anak ini tidak ditahan. Menurut Jimmy, karena mereka masih berada di bawah umur. “Jadi kita lakukan diversi pada kedua anak tersebut,” tutupnya.

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/