24 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Jago Merah Lalap 2 Rumah

KEDIRI KABUPATEN- Kasus kebakaran makin sering saja terjadi di wilayah Kabupaten Kediri. Bahkan sehari kemarin ada dua rumah yang hangus dilalap si jago merah. Total kerugian, diperkirakan, mencapai lebih dari Rp 100 juta.

Kebakaran pertama terjadi di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare. Yang jadi korban adalah rumah miliki Soim, 40. Selain rumahnya hangus, kaki istrinya juga mengalami luka bakar.

Sedangkan kebakaran kedua terjadi di Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem. Menimpa rumah milik seorang purnawirawan TNI AD bernama Solikin, 72. Terjadi sesaat setelah pemilik rumah menunaikan ibadah salat Ashar di ruang ibadah. Saat akan beranjak  tiba-tiba terdengar suara ledakan dari dalam kamarnya. Ledakan itu diperkirakan dari korek gas yang disimpan di dalam kardus.

Terkejut, Solikin langsung bergegas mengecek kamar tidurnya. Ternyata, api sudah membesar dan membakar kasur. Panik, Solikin langsung berlari ke luar rumah. Meminta tolong tetangga ikut memadamkan api.

Saat itu asap hitam sudah membumbung di atas atap. Warga pun segera bertindak. Dengan peralatan seadanya, puluhan warga bahu-membahu memadamkan api. Mereka juga menghubungi pihak Polsek Gampengrejo.

Baca Juga :  Forkopimda Musnahkan Ribuan Liter Arak Jawa

“Kami kemudian langsung berkoordinasi dengan pihak PMK Kabupaten Kediri,” terang Kapolsek Gampengrejo AKP Slamet.

Namun sayang, banyaknya benda yang mudah terbakar di rumah tersebut membuat nyala api cepat membesar. Rangka atap habis terbakar hingga runtuh sebelum mobil PMK datang. Setelah duan unik mobil PMK tiba, api mulai bisa dijinakkan. Selang setengah jam kemudian api benar-benar bisa dipadamkan.

Hanya, api sudah telanjur bersimaharajalela. Melalap atap, perabotan rumah, dan satu unit motor. Semuanya sudah jadi arang. Menghitam. Total kerugian ditaksir lebih dari Rp 100 juta. Solikin dan keluarganya pun terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.

Sementara, kebakaran pertama terjadi ketika istri Soim, Tiah, 37, tengah menuangkan bensin dari jeriken ke botol-botol. Pasangan tersebut sehari-hari memang penjual bensin eceran. Sayangnya, Tiah ceroboh. Dia tak memperhitungkan keberadaan tungku kayu yang berada dekat dengan dirinya. Jaraknya hanya sekitar lima meter.

Baca Juga :  Perempuan Tamatan SMP asal Tulungagung Diringkus Karena Sabu-Sabu

“Awalnya tidak apa-apa,” terang Soim.

Tapi, keadaan yang biasa itu jadi petaka ketika angin berembus ke dapur. Angin itulah yang diperkirakan membuat api menjilat bensin. Membakar jeriken berisi bensin jenis pertalite sebanyak 30 liter itu.

Kaki Tiah tak luput dari semburan api. Kaki wanita itu terbakar. Membuatnya berteriak minta tolong.

Soim, dan tetangga yang sedang membantu acara hajatan di salah satu warga segera datang. Namun, api sudah membesar. Mencapai 3 meter di atas atap. Mereka berusaha memadamkan api dengan pasir dan air sumur. Bantuan juga datang dari pekerja pabrik triplek yang berlokasi tak jauh dari TKP. Sepuluh menit kemudian, mobil PMK yang dihubungi juga datang. Setelah itu api dengan mudah dipadamkan. Selain kaki Tiah yang mengalami luka bakar, kebakaran kemarin juga membuat Soim mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta.

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN- Kasus kebakaran makin sering saja terjadi di wilayah Kabupaten Kediri. Bahkan sehari kemarin ada dua rumah yang hangus dilalap si jago merah. Total kerugian, diperkirakan, mencapai lebih dari Rp 100 juta.

Kebakaran pertama terjadi di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare. Yang jadi korban adalah rumah miliki Soim, 40. Selain rumahnya hangus, kaki istrinya juga mengalami luka bakar.

Sedangkan kebakaran kedua terjadi di Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem. Menimpa rumah milik seorang purnawirawan TNI AD bernama Solikin, 72. Terjadi sesaat setelah pemilik rumah menunaikan ibadah salat Ashar di ruang ibadah. Saat akan beranjak  tiba-tiba terdengar suara ledakan dari dalam kamarnya. Ledakan itu diperkirakan dari korek gas yang disimpan di dalam kardus.

Terkejut, Solikin langsung bergegas mengecek kamar tidurnya. Ternyata, api sudah membesar dan membakar kasur. Panik, Solikin langsung berlari ke luar rumah. Meminta tolong tetangga ikut memadamkan api.

Saat itu asap hitam sudah membumbung di atas atap. Warga pun segera bertindak. Dengan peralatan seadanya, puluhan warga bahu-membahu memadamkan api. Mereka juga menghubungi pihak Polsek Gampengrejo.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Makam Mrs X di Jogomerto, Tanjunganom

“Kami kemudian langsung berkoordinasi dengan pihak PMK Kabupaten Kediri,” terang Kapolsek Gampengrejo AKP Slamet.

Namun sayang, banyaknya benda yang mudah terbakar di rumah tersebut membuat nyala api cepat membesar. Rangka atap habis terbakar hingga runtuh sebelum mobil PMK datang. Setelah duan unik mobil PMK tiba, api mulai bisa dijinakkan. Selang setengah jam kemudian api benar-benar bisa dipadamkan.

Hanya, api sudah telanjur bersimaharajalela. Melalap atap, perabotan rumah, dan satu unit motor. Semuanya sudah jadi arang. Menghitam. Total kerugian ditaksir lebih dari Rp 100 juta. Solikin dan keluarganya pun terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.

Sementara, kebakaran pertama terjadi ketika istri Soim, Tiah, 37, tengah menuangkan bensin dari jeriken ke botol-botol. Pasangan tersebut sehari-hari memang penjual bensin eceran. Sayangnya, Tiah ceroboh. Dia tak memperhitungkan keberadaan tungku kayu yang berada dekat dengan dirinya. Jaraknya hanya sekitar lima meter.

Baca Juga :  Forkopimda Musnahkan Ribuan Liter Arak Jawa

“Awalnya tidak apa-apa,” terang Soim.

Tapi, keadaan yang biasa itu jadi petaka ketika angin berembus ke dapur. Angin itulah yang diperkirakan membuat api menjilat bensin. Membakar jeriken berisi bensin jenis pertalite sebanyak 30 liter itu.

Kaki Tiah tak luput dari semburan api. Kaki wanita itu terbakar. Membuatnya berteriak minta tolong.

Soim, dan tetangga yang sedang membantu acara hajatan di salah satu warga segera datang. Namun, api sudah membesar. Mencapai 3 meter di atas atap. Mereka berusaha memadamkan api dengan pasir dan air sumur. Bantuan juga datang dari pekerja pabrik triplek yang berlokasi tak jauh dari TKP. Sepuluh menit kemudian, mobil PMK yang dihubungi juga datang. Setelah itu api dengan mudah dipadamkan. Selain kaki Tiah yang mengalami luka bakar, kebakaran kemarin juga membuat Soim mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/