23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Polisi Bekuk Pelaku Pencabulan Mojoroto dan Pesantren

KOTA, JP Radar Kediri–Pengusutan kasus pencabulan yang dilakukan oleh Si, 74, terhadap enam anak di Kecamatan Pesantren terus berlanjut. Pria yang menjadi marbot musala itu kini menjalani perawatan di RS Bhayangkara. Dia mendadak sakit saat menjalani pemeriksaan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri Kota pada Sabtu (16/4) lalu.

          Seperti diberitakan, Si dilaporkan ke Polres Kediri Kota oleh Ma, 40. Dia diduga mencabuli enam anak di musala yang tiap hari dibersihkannya. Salah satu korban adalah Bunga (bukan nama sebenarnya), 7, yang tak lain anak Ma.

          Usai laporan tersebut, Si langsung dipanggil ke Polres Kediri Kota Sabtu lalu untuk diperiksa. “Saat diperiksa dia ndredek. Sakit,” kata sumber koran ini menceritakan ihwal dia dirawat di RS Bhayangkara.

          Humas RS Bhayangkara Wetty Lusiana yang dikonfirmasi tentang perawatan Si di RS milik Polri itu membenarkannya. Hingga kemarin dia masih dirawat di ruang Tulip. “Sakit apa, saya tidak tahu,” elak Wetty menolak berkomentar lebih jauh.

          Terpisah, Ma, ibu Bunga membenarkan tentang pengamanan Si. Menurutnya, kakek tua itu tak terlihat di rumahnya sejak dipanggil polisi untuk diperiksa. Selebihnya, dia mengaku tidak mengetahui. “Tidak ada di rumah (Si, Red),” terang ibu dua anak tersebut.

Baca Juga :  Miah Helal, Warga Bangladesh yang Diamankan Kantor Imigrasi Kediri

          Lebih jauh Ma menjelaskan, hingga kemarin dirinya juga belum mengetahui perkembangan kasus pencabulan yang dilaporkannya. Setelah anaknya menjalani visum Jumat (15/4) lalu, dia juga belum diberitahu hasilnya.

          Terpisah, Kasubbag Humas Polres Kediri Kota Ipda Nanang Setyawan membenarkan tentang pemanggilan dan pemeriksaan yang dilakukan terhadap Si. “Kasusnya masih terus kami selidiki,” terang perwira dengan pangkat satu balok di pundak itu.

          Sayangnya, terkait kondisi Si yang saat ini dirawat di RS Bhayangkara, Nanang mengaku belum bisa memberi penjelasan. Dia beralasan masih harus mengonfirmasikan hal tersebut ke Kasatreskrim AKP Tommy Prambana. Senada dengan Nanang, Tommy yang dikonfirmasi lewat ponselnya belum memberi jawaban. Pesan yang dikirim wartawan koran ini lewat WhatsApp juga belum dibalas.

          Untuk diketahui, pencabulan yang dilakukan oleh Si diduga dilakukan sejak lama. Hanya saja, kasusnya baru mencuat pada Kamis (7/4) lalu. Ini setelah salah satu anak mengeluhkan kemaluannya sakit setelah dicubit oleh pria tua itu.

Baca Juga :  Bencana Angin Kencang Masih Jadi Momok

          Setelah diselidiki, sedikitnya ada enam anak yang dicabuli. Dari sana, Ma berinisiatif melaporkan kasus tersebut ke Polres Kediri Kota. Sayangnya, hingga minggu ketiga April ini kasusnya masih di tahap penyelidikan.

          Sementara itu, selain mengusut kasus pencabulan di Pesantren, Senin (18/4) lalu, Polres Kediri Kota mengamankan St, 60, asal Mojoroto. Kakek tua itu ditangkap  karena melakukan pencabulan terhadap Melati (bukan nama sebenarnya), 9, yang tak lain adalah tetangganya pada pertengahan Desember 2021 lalu.

          Kakek tua itu melancarkan aksi bejatnya saat Melati dibujuk datang ke rumahnya. Selanjutnya, bocah yang duduk di bangku SD itu dimasukkan ke dalam kamar dan diraba-raba kemaluannya. Tidak terima dengan perlakuan St, Ap, ibu Melati lantas melaporkan kasus tersebut ke Polres Kediri Kota.

          St yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir itu ditangkap saat tengah berada di Jl KH Ahmad Dahlan, Mojoroto. “Ditangkap saat sedang bekerja,” terang sumber koran ini. Sayangnya, pengungkapan kasus pencabulan dengan korban anak ini juga belum bisa dikonfirmasi oleh satreskrim. (ica/ut)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri–Pengusutan kasus pencabulan yang dilakukan oleh Si, 74, terhadap enam anak di Kecamatan Pesantren terus berlanjut. Pria yang menjadi marbot musala itu kini menjalani perawatan di RS Bhayangkara. Dia mendadak sakit saat menjalani pemeriksaan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri Kota pada Sabtu (16/4) lalu.

          Seperti diberitakan, Si dilaporkan ke Polres Kediri Kota oleh Ma, 40. Dia diduga mencabuli enam anak di musala yang tiap hari dibersihkannya. Salah satu korban adalah Bunga (bukan nama sebenarnya), 7, yang tak lain anak Ma.

          Usai laporan tersebut, Si langsung dipanggil ke Polres Kediri Kota Sabtu lalu untuk diperiksa. “Saat diperiksa dia ndredek. Sakit,” kata sumber koran ini menceritakan ihwal dia dirawat di RS Bhayangkara.

          Humas RS Bhayangkara Wetty Lusiana yang dikonfirmasi tentang perawatan Si di RS milik Polri itu membenarkannya. Hingga kemarin dia masih dirawat di ruang Tulip. “Sakit apa, saya tidak tahu,” elak Wetty menolak berkomentar lebih jauh.

          Terpisah, Ma, ibu Bunga membenarkan tentang pengamanan Si. Menurutnya, kakek tua itu tak terlihat di rumahnya sejak dipanggil polisi untuk diperiksa. Selebihnya, dia mengaku tidak mengetahui. “Tidak ada di rumah (Si, Red),” terang ibu dua anak tersebut.

Baca Juga :  Bawa Kabur Motor Diganjar 11 Bulan

          Lebih jauh Ma menjelaskan, hingga kemarin dirinya juga belum mengetahui perkembangan kasus pencabulan yang dilaporkannya. Setelah anaknya menjalani visum Jumat (15/4) lalu, dia juga belum diberitahu hasilnya.

          Terpisah, Kasubbag Humas Polres Kediri Kota Ipda Nanang Setyawan membenarkan tentang pemanggilan dan pemeriksaan yang dilakukan terhadap Si. “Kasusnya masih terus kami selidiki,” terang perwira dengan pangkat satu balok di pundak itu.

          Sayangnya, terkait kondisi Si yang saat ini dirawat di RS Bhayangkara, Nanang mengaku belum bisa memberi penjelasan. Dia beralasan masih harus mengonfirmasikan hal tersebut ke Kasatreskrim AKP Tommy Prambana. Senada dengan Nanang, Tommy yang dikonfirmasi lewat ponselnya belum memberi jawaban. Pesan yang dikirim wartawan koran ini lewat WhatsApp juga belum dibalas.

          Untuk diketahui, pencabulan yang dilakukan oleh Si diduga dilakukan sejak lama. Hanya saja, kasusnya baru mencuat pada Kamis (7/4) lalu. Ini setelah salah satu anak mengeluhkan kemaluannya sakit setelah dicubit oleh pria tua itu.

Baca Juga :  Periksa 19 Orang Pemilik Lahan

          Setelah diselidiki, sedikitnya ada enam anak yang dicabuli. Dari sana, Ma berinisiatif melaporkan kasus tersebut ke Polres Kediri Kota. Sayangnya, hingga minggu ketiga April ini kasusnya masih di tahap penyelidikan.

          Sementara itu, selain mengusut kasus pencabulan di Pesantren, Senin (18/4) lalu, Polres Kediri Kota mengamankan St, 60, asal Mojoroto. Kakek tua itu ditangkap  karena melakukan pencabulan terhadap Melati (bukan nama sebenarnya), 9, yang tak lain adalah tetangganya pada pertengahan Desember 2021 lalu.

          Kakek tua itu melancarkan aksi bejatnya saat Melati dibujuk datang ke rumahnya. Selanjutnya, bocah yang duduk di bangku SD itu dimasukkan ke dalam kamar dan diraba-raba kemaluannya. Tidak terima dengan perlakuan St, Ap, ibu Melati lantas melaporkan kasus tersebut ke Polres Kediri Kota.

          St yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir itu ditangkap saat tengah berada di Jl KH Ahmad Dahlan, Mojoroto. “Ditangkap saat sedang bekerja,” terang sumber koran ini. Sayangnya, pengungkapan kasus pencabulan dengan korban anak ini juga belum bisa dikonfirmasi oleh satreskrim. (ica/ut)

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/