23.1 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Ibnu Terancam 20 Tahun Penjara

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- M. Ibnu Khajar sulit  keluar dari jeruji besi. Karena  Polres Nganjuk tidak akan mengizinkan anggota DPRD Kabupaten Nganjuk yang tertangkap memakai sabu-sabu (SS) itu menjalani rehabilitasi. “Tersangka pernah terjerat kasus dobel L sekitar tahun 2012. Jadi, tidak bisa direhabilitasi sekarang. Kami tetap  menahannya,” tandas Kasatresnarkoba Polres Nganjuk AKP Pujo Santoso.

Polisi menganggap apa yang dilakukan Ibnu tidak menunjukkan jika dia jera memakai narkoba. Karena pada tahun 2012, Ibnu divonis 3 bulan penjara karena memakai dobel L. Namun, setelah keluar dari penjara, dia malah memakai SS.

Status residivis itu yang membuat Ibnu mau tidak mau harus mendekam di tahanan hingga majelis hakim menjatuhkan vonis. “Tersangka tidak mendukung program pemerintah tentang pemberantasan narkoba,” tandas Pujo.

Baca Juga :  PAW Politisi Partai Gerindra Purwoko, KPUD Tunggu Surat DPRD Nganjuk

Untuk itulah, polisi menjerat Ibnu dengan pasal 114 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) No 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Selain itu, politisi dari Partai Perindo ini juga terancam terkena denda Rp 1 miliar hingga Rp 20 miliar karena berani menyimpan dan memakai sabu-sabu.

Pujo mengatakan, saat ini, penyidik sedang menyelesaikan berkas Ibnu dan dua temannya. Jika sudah selesai, tersangka dan berkas akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Nganjuk. Kemudian, kejaksaan akan melimpahkan ke pengadilan untuk disidang. “Semoga tersangka jera,” harap Pujo.

Sementara itu, Plt Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Nganjuk Dewi Jamilatun menegaskan, jika Partai Perindo tidak akan intervensi kasus yang menimpa Ibnu. “Status Mas Ibnu di Partai Perindo itu bukan ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Nganjuk. Saya ketuanya,” tandasnya.

Baca Juga :  Uji Lab Roti Kedaluwarsa

Untuk acara Ibnu di Jakarta sebelum ditangkap, Dewi mengatakan, politisi asal Kecamatan Sawahan itu hanya mengikuti bimbingan teknis (bimtek) Partai Perindo. “Bukan pelantikan ketua DPD Partai Perindo,” katanya.

Untuk diketahui, Ibnu digerebek di rumahnya, Desa Kebonagung, Kecamatan Sawahan pada Minggu malam (12/12). Saat digerebek Satresnarkoba Polres Nganjuk, Ibnu tidak melakukan perlawanan. Polisi menemukan barang bukti SS beserta alat isapnya. Karena Ibnu baru saja pesta SS bersama dua temannya yang lebih dulu ditangkap polisi.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- M. Ibnu Khajar sulit  keluar dari jeruji besi. Karena  Polres Nganjuk tidak akan mengizinkan anggota DPRD Kabupaten Nganjuk yang tertangkap memakai sabu-sabu (SS) itu menjalani rehabilitasi. “Tersangka pernah terjerat kasus dobel L sekitar tahun 2012. Jadi, tidak bisa direhabilitasi sekarang. Kami tetap  menahannya,” tandas Kasatresnarkoba Polres Nganjuk AKP Pujo Santoso.

Polisi menganggap apa yang dilakukan Ibnu tidak menunjukkan jika dia jera memakai narkoba. Karena pada tahun 2012, Ibnu divonis 3 bulan penjara karena memakai dobel L. Namun, setelah keluar dari penjara, dia malah memakai SS.

Status residivis itu yang membuat Ibnu mau tidak mau harus mendekam di tahanan hingga majelis hakim menjatuhkan vonis. “Tersangka tidak mendukung program pemerintah tentang pemberantasan narkoba,” tandas Pujo.

Baca Juga :  Bukannya Jaga Jarak, 3 Pria dan 1 Perempuan Ini Malah Tinggal Sekamar

Untuk itulah, polisi menjerat Ibnu dengan pasal 114 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) No 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Selain itu, politisi dari Partai Perindo ini juga terancam terkena denda Rp 1 miliar hingga Rp 20 miliar karena berani menyimpan dan memakai sabu-sabu.

Pujo mengatakan, saat ini, penyidik sedang menyelesaikan berkas Ibnu dan dua temannya. Jika sudah selesai, tersangka dan berkas akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Nganjuk. Kemudian, kejaksaan akan melimpahkan ke pengadilan untuk disidang. “Semoga tersangka jera,” harap Pujo.

Sementara itu, Plt Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Nganjuk Dewi Jamilatun menegaskan, jika Partai Perindo tidak akan intervensi kasus yang menimpa Ibnu. “Status Mas Ibnu di Partai Perindo itu bukan ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Nganjuk. Saya ketuanya,” tandasnya.

Baca Juga :  Seorang Warga asal Pesantren Temukan Kakaknya Gantung Diri di Dapur

Untuk acara Ibnu di Jakarta sebelum ditangkap, Dewi mengatakan, politisi asal Kecamatan Sawahan itu hanya mengikuti bimbingan teknis (bimtek) Partai Perindo. “Bukan pelantikan ketua DPD Partai Perindo,” katanya.

Untuk diketahui, Ibnu digerebek di rumahnya, Desa Kebonagung, Kecamatan Sawahan pada Minggu malam (12/12). Saat digerebek Satresnarkoba Polres Nganjuk, Ibnu tidak melakukan perlawanan. Polisi menemukan barang bukti SS beserta alat isapnya. Karena Ibnu baru saja pesta SS bersama dua temannya yang lebih dulu ditangkap polisi.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/