29.6 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Kritis, Mantan Wali Kota Kediri Urung Bacakan Pleidoi

KOTA, JP Radar Kediri – Sidang kasus korupsi jembatan Brawijaya dengan terdakwa mantan Wali Kota Kediri Samsul Ashar kemarin ditunda. Agenda pembacaan pleidoi atau pembelaan urung dilakukan karena mantan orang nomor satu di Kota Kediri itu dalam kondisi kritis. Hingga kemarin, dia menjalani perawatan di RS Siloam, Surabaya.

Sedianya, sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dede Suryawan iut digelar di ruang Candra Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Dengan kondisi Samsul yang masih harus menjalani perawatan, sidang ditunda Kamis (25/8) depan.

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kota Kediri Nur Ngali mengatakan, majelis hakim terpaksa menunda siding karena kondisi Samsul tidak memungkinkan. “Terdakwa tidak bisa hadir karena sakit,” ujar Nur Ngali.

Baca Juga :  Mas Abu dan Ning Lik Siap Raih Kota Unggul–Makmur dalam Harmoni 

Terpisah, penasihat hukum (PH) Samsul, Eko Budiono menyebut kondisi Samsul kritis sejak seminggu lalu. Tepatnya, usai menjalani sidang dengan agenda tuntutan (12/8). 

Setelah sidang menurut Eko kliennya langsung masuk ke rumah sakit pada malam harinya. “Dirawat dua hari di rumah sakit, keluar tanggal 14 Agustus,” terangnya sembari menyebut kondisi Samsul semakin lemah setelah mengikuti kemoterapi kesembilan.

Kondisinya kembali melemah sehari selang keluar dari RS pada Sabtu (14/8) lalu. Selanjutnya, pada Senin (16/8) dia kembali menjalani perawatan di RS Siloam dan kritis hingga kemarin. 

Terkait persiapan pleidoi, Eko menegaskan surat pembelaan untuk kliennya sudah selesai dikerjakan. “Surat pembelaan sudah saya buat. Tinggal dibacakan saat persidangan,,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkot Revisi Perda Tower Telekomunikasi

Eko pun berharap kondisi Samsul yang kemarin masih menjalani serangkaian pengobatan segera membaik. Sehingga, agenda sidang bisa berjalan lagi. 

Seperti diberitakan, sebelumnya Samsul dituntut 12 tahun penjara oleh JPU Kejari Kota Kediri Moh Ashlah. Dia juga dibebani membayar denda Rp 500 juta. Ketentuannya, jika denda tak dibayarkan harus diganti pidana kurungan selama dua tahun. 

Sesuai UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Samsul yang dikenakan pasal 2 jo pasal 3 jo pasal 18 jo pasal 55 KUHP diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Tuntutan yang diajukan JPU delapan tahun lebih ringan dari ancaman hukuman maksimal. (ica/ut)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Sidang kasus korupsi jembatan Brawijaya dengan terdakwa mantan Wali Kota Kediri Samsul Ashar kemarin ditunda. Agenda pembacaan pleidoi atau pembelaan urung dilakukan karena mantan orang nomor satu di Kota Kediri itu dalam kondisi kritis. Hingga kemarin, dia menjalani perawatan di RS Siloam, Surabaya.

Sedianya, sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dede Suryawan iut digelar di ruang Candra Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Dengan kondisi Samsul yang masih harus menjalani perawatan, sidang ditunda Kamis (25/8) depan.

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kota Kediri Nur Ngali mengatakan, majelis hakim terpaksa menunda siding karena kondisi Samsul tidak memungkinkan. “Terdakwa tidak bisa hadir karena sakit,” ujar Nur Ngali.

Baca Juga :  Pemkot Revisi Perda Tower Telekomunikasi

Terpisah, penasihat hukum (PH) Samsul, Eko Budiono menyebut kondisi Samsul kritis sejak seminggu lalu. Tepatnya, usai menjalani sidang dengan agenda tuntutan (12/8). 

Setelah sidang menurut Eko kliennya langsung masuk ke rumah sakit pada malam harinya. “Dirawat dua hari di rumah sakit, keluar tanggal 14 Agustus,” terangnya sembari menyebut kondisi Samsul semakin lemah setelah mengikuti kemoterapi kesembilan.

Kondisinya kembali melemah sehari selang keluar dari RS pada Sabtu (14/8) lalu. Selanjutnya, pada Senin (16/8) dia kembali menjalani perawatan di RS Siloam dan kritis hingga kemarin. 

Terkait persiapan pleidoi, Eko menegaskan surat pembelaan untuk kliennya sudah selesai dikerjakan. “Surat pembelaan sudah saya buat. Tinggal dibacakan saat persidangan,,” jelasnya.

Baca Juga :  Wali Kota Kediri: Operasi Pasar untuk Kebutuhan Pokok

Eko pun berharap kondisi Samsul yang kemarin masih menjalani serangkaian pengobatan segera membaik. Sehingga, agenda sidang bisa berjalan lagi. 

Seperti diberitakan, sebelumnya Samsul dituntut 12 tahun penjara oleh JPU Kejari Kota Kediri Moh Ashlah. Dia juga dibebani membayar denda Rp 500 juta. Ketentuannya, jika denda tak dibayarkan harus diganti pidana kurungan selama dua tahun. 

Sesuai UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Samsul yang dikenakan pasal 2 jo pasal 3 jo pasal 18 jo pasal 55 KUHP diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Tuntutan yang diajukan JPU delapan tahun lebih ringan dari ancaman hukuman maksimal. (ica/ut)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/