23.3 C
Kediri
Thursday, August 11, 2022

Buronan yang Ceburkan Waria di Sungai Dibekuk

   KEDIRI KABUPATEN – Berakhir sudah pelarian Andrik, 31, tersangka kasus perampasan dompet waria (wanita pria) di Dusun Padangan, Desa/Kecamatan Pagu. Siang kemarin (18/7), sekitar pukul 09.30 pemuda Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem ini ditangkap polisi di warung es miliknya, Desa Plosorejo, Gampengrejo.

Itu setelah dia kabur dari kejaran petugas selama lebih dari enam bulan. Waria yang menjadi korbannya adalah Sumari alias Mery, 51. Warga Desa Semanding, Kecamatan Pagu tersebut tak hanya dirampas dompetnya. Namun, Andrik yang merupakan teman kencannya tega mendorong hingga Mery tercebur ke sungai di bawah Jembatan Padangan.

 “Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kasusnya dalam proses penyidikan,” terang Kasihumas Polsek Pagu Bripka Erwan Subagio.

Ia mengungkapkan, kasus pencurian dengan kekerasan (curas) itu terjadi pada Januari 2019 silam. Tepatnya Minggu (27/1). Sebelum kejadian, sekitar pukul 20.30 Mery sedang mangkal di kawasan jembatan sekitar jalan Dusun Padangan, Desa/Kecamatan Pagu.

Baca Juga :  Polisi Sergap Pembeli Obat Keras di Pinggir Jalan

“Tidak lama kemudian, tersangka mengahampiri korban,” ungkap Erwan kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Rupanya, Andrik ingin mengajak waria itu kencan. Keduanya lantas bertransaksi. Setelah harga disepakati, pasangan sesama jenis ini mencari tempat bermesraan. Lokasinya dipilih di belakang warung pinggir sungai yang suasananya memang gelap.

Di situ, Mery membuka rok dan sudah menungging. Dia menghadap arah sungai. Andrik di belakangnya pura-pura memegang pinggang Mery. Tetapi dia tak langsung beraksi esek-esek. Ternyata laki-laki pemilik warung es ini punya niat lain. “Pada saat itu, rupanya, tersangka berniat untuk mengambil barang-barang korban,” beber Erwan.

Demi melancarkan aksi jahatnya, Andrik pun mendorong Mery yang saat itu masih dalam posisi menungging. Akibatnya, waria ini tercebur ke sungai. Melihat korbannya hampir tenggelam, Andrik tak menolong. Pemuda ini justru langsung kabur dengan membawa dompet warna merah milik Mery. Isinya uang Rp 450 ribu.

Baca Juga :  Korupsi Taufiqurrahman Ditangani Kejagung

Terjatuh dari ketinggian tiga meter, Mery berteriak minta tolong. Teriakan itu terdengar warga yang kemudian menolongnya. Selanjutnya, Mery yang mengalami luka-luka dan masih basah kuyup melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Pagu.

Mengetahui identitas pelakunya, petugas polsek segera melacak keberadaan Andrik. Namun, pemuda itu terburu melarikan diri. Dia akhirnya dinyatakan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buronan.

Setelah enam bulan lebih kabur, Andrik pulang. Informasi itu terdengar petugas. Tak ingin buronannya kabur lagi, Kamis kemarin (18/7) polisi menyergap Andrik ketika sedang berada di warung esnya.

Kepada petugas, dia mengakui, perbuatannya. Uang hasil kejahatan telah habis. “Saya gunakan uang tersebut untuk membayar utang,” dalihnya.

Andrik mengaku, meminjam uang di bank sebesar Rp 1 juta. Karena sudah jatuh tempo, ia nekat melakukan hal tersebut. Akibatnya, kini Andrik dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman maksimalnya 20 tahun penjara.

 

- Advertisement -

   KEDIRI KABUPATEN – Berakhir sudah pelarian Andrik, 31, tersangka kasus perampasan dompet waria (wanita pria) di Dusun Padangan, Desa/Kecamatan Pagu. Siang kemarin (18/7), sekitar pukul 09.30 pemuda Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem ini ditangkap polisi di warung es miliknya, Desa Plosorejo, Gampengrejo.

Itu setelah dia kabur dari kejaran petugas selama lebih dari enam bulan. Waria yang menjadi korbannya adalah Sumari alias Mery, 51. Warga Desa Semanding, Kecamatan Pagu tersebut tak hanya dirampas dompetnya. Namun, Andrik yang merupakan teman kencannya tega mendorong hingga Mery tercebur ke sungai di bawah Jembatan Padangan.

 “Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kasusnya dalam proses penyidikan,” terang Kasihumas Polsek Pagu Bripka Erwan Subagio.

Ia mengungkapkan, kasus pencurian dengan kekerasan (curas) itu terjadi pada Januari 2019 silam. Tepatnya Minggu (27/1). Sebelum kejadian, sekitar pukul 20.30 Mery sedang mangkal di kawasan jembatan sekitar jalan Dusun Padangan, Desa/Kecamatan Pagu.

Baca Juga :  Satpol PP Kediri Jaring Mahasiswi dan Karyawan yang Berduaan di Kos

“Tidak lama kemudian, tersangka mengahampiri korban,” ungkap Erwan kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Rupanya, Andrik ingin mengajak waria itu kencan. Keduanya lantas bertransaksi. Setelah harga disepakati, pasangan sesama jenis ini mencari tempat bermesraan. Lokasinya dipilih di belakang warung pinggir sungai yang suasananya memang gelap.

Di situ, Mery membuka rok dan sudah menungging. Dia menghadap arah sungai. Andrik di belakangnya pura-pura memegang pinggang Mery. Tetapi dia tak langsung beraksi esek-esek. Ternyata laki-laki pemilik warung es ini punya niat lain. “Pada saat itu, rupanya, tersangka berniat untuk mengambil barang-barang korban,” beber Erwan.

Demi melancarkan aksi jahatnya, Andrik pun mendorong Mery yang saat itu masih dalam posisi menungging. Akibatnya, waria ini tercebur ke sungai. Melihat korbannya hampir tenggelam, Andrik tak menolong. Pemuda ini justru langsung kabur dengan membawa dompet warna merah milik Mery. Isinya uang Rp 450 ribu.

Baca Juga :  Pacar Pembunuh Bayi di Ngasem Ingin Tanggung Jawab, Namun Dilarang

Terjatuh dari ketinggian tiga meter, Mery berteriak minta tolong. Teriakan itu terdengar warga yang kemudian menolongnya. Selanjutnya, Mery yang mengalami luka-luka dan masih basah kuyup melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Pagu.

Mengetahui identitas pelakunya, petugas polsek segera melacak keberadaan Andrik. Namun, pemuda itu terburu melarikan diri. Dia akhirnya dinyatakan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buronan.

Setelah enam bulan lebih kabur, Andrik pulang. Informasi itu terdengar petugas. Tak ingin buronannya kabur lagi, Kamis kemarin (18/7) polisi menyergap Andrik ketika sedang berada di warung esnya.

Kepada petugas, dia mengakui, perbuatannya. Uang hasil kejahatan telah habis. “Saya gunakan uang tersebut untuk membayar utang,” dalihnya.

Andrik mengaku, meminjam uang di bank sebesar Rp 1 juta. Karena sudah jatuh tempo, ia nekat melakukan hal tersebut. Akibatnya, kini Andrik dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman maksimalnya 20 tahun penjara.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/