25.5 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Bawa Kabur Motor Warga asal Jombang Dituntut Satu Tahun Penjara

NGASEM, JP Radar Kediri– Didakwa melarikan motor milik Kiki Nurtya Prasiska, 25, M. Edi Purwanto, 26, dituntut satu tahun penjara. Warga Desa Jenisgelaran, Bareng, Jombang ini dianggap melanggar pasal 372 KUHP.

“Perbuatan terdakwa telah melanggar sesuai dakwaan pertama jaksa penuntut umum,” terang Oula Dewi Nurlaily, jaksa penuntut umum (JPU), yang diwakili Mohammad Iskandar di ruang sidang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri kemarin.

Dalam tuntutannya, JPU juga membacakan pertimbangan hukumnya. Hal yang memberatkan, perbuatan Edi menyebabkan kerugian. Selain itu, ia juga residivis kasus yang sama. “Kasus sebelumnya terdakwa divonis 1 tahun 8 bulan,” imbuh Iskandar. Sedangkan yang meringankan, menurut JPU, tidak ada.

Baca Juga :  Madu Murni Fatia, Dari Rp 30 Ribu hingga Rp 110 Ribu

Kasus ini terjadi Juni 2021. Edi dan Kiki berkenalan melalui aplikasi kencan online. Keduanya kemudian bertemu di Simpang Lima Gumul (SLG), Ngasem. Mengendarai motor Honda Beat AG 2270 CT milik Kiki, Edi membonceng ke warung Padang di Pesantren.

Setelah makan, keduanya ke Indomaret, Jl Sukarno-Hatta, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem. Kiki ini masuk toko membelikan minum. Sementara Dio menunggu di luar. Saat keluar, Kiki tidak lagi melihat sepeda motornya. Ketika ditelepon, Edi tak mengangkat. Kejadian ini lalu dilaporkan ke Polres Kediri.

“Bagaimana terdakwa dengan tuntutan jaksa?” tanya Bob Rosman, hakim ketua yang memimpin persidangan. Edi mengaku menerima. Sidang dengan agenda putusan akan kembali dibuka pada Kamis (26/5). (ara/ndr)

Baca Juga :  Catatan Ekspedisi Wilis I, Mengupas Sejarah Kuno si Gunung Cantik (9)

 

 

 

 

 

 

- Advertisement -

NGASEM, JP Radar Kediri– Didakwa melarikan motor milik Kiki Nurtya Prasiska, 25, M. Edi Purwanto, 26, dituntut satu tahun penjara. Warga Desa Jenisgelaran, Bareng, Jombang ini dianggap melanggar pasal 372 KUHP.

“Perbuatan terdakwa telah melanggar sesuai dakwaan pertama jaksa penuntut umum,” terang Oula Dewi Nurlaily, jaksa penuntut umum (JPU), yang diwakili Mohammad Iskandar di ruang sidang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri kemarin.

Dalam tuntutannya, JPU juga membacakan pertimbangan hukumnya. Hal yang memberatkan, perbuatan Edi menyebabkan kerugian. Selain itu, ia juga residivis kasus yang sama. “Kasus sebelumnya terdakwa divonis 1 tahun 8 bulan,” imbuh Iskandar. Sedangkan yang meringankan, menurut JPU, tidak ada.

Baca Juga :  Polsek Pare Bongkar Judi Sabung Ayam

Kasus ini terjadi Juni 2021. Edi dan Kiki berkenalan melalui aplikasi kencan online. Keduanya kemudian bertemu di Simpang Lima Gumul (SLG), Ngasem. Mengendarai motor Honda Beat AG 2270 CT milik Kiki, Edi membonceng ke warung Padang di Pesantren.

Setelah makan, keduanya ke Indomaret, Jl Sukarno-Hatta, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem. Kiki ini masuk toko membelikan minum. Sementara Dio menunggu di luar. Saat keluar, Kiki tidak lagi melihat sepeda motornya. Ketika ditelepon, Edi tak mengangkat. Kejadian ini lalu dilaporkan ke Polres Kediri.

“Bagaimana terdakwa dengan tuntutan jaksa?” tanya Bob Rosman, hakim ketua yang memimpin persidangan. Edi mengaku menerima. Sidang dengan agenda putusan akan kembali dibuka pada Kamis (26/5). (ara/ndr)

Baca Juga :  Ratusan Pohon di Kediri Bertumbangan akibat Puting Beliung

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/