23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Transaksi di Warung, Dituntut 7 Tahun Bui

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Oki Stiven Hilmi, 23, warga Desa Drenges, Kecamatan Kertosono dituntut 7 tahun penjara. Selain itu, terdakwa kasus sabu-sabu (SS) ini juga wajib membayar denda Rp 1 miliar subsider 1 bulan kurungan.

Dalam sidang sekitar pukul 13.00, tuntutan dibacakan secara online oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ratrieka Yuliana. “Terdakwa melanggar pasal 114 ayat 1 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika,” ucapnya sembari mengatakan terdakwa kedapatan menyimpan 0,53 gram SS.

Usai pembacaan tuntutan, Hakim Ketua Dharma Putra Simbolon memberi kesempatan Oki menanggapi. Terdakwa menyatakan, keberatan dengan tuntutan JPU. Karena itu, dia akan melakukan pembelaan. “Minggu depan terdakwa didampingi penasihat hukum meminta pleidoi Yang Mulia,” ujar Ratrieka yang disusul ketukan palu dari hakim ketua menutup sidang.

Baca Juga :  Suap Harjanto dari 4 Orang

Kasus Oki terjadi pada 31 Januari 2021. Waktu itu, dia hendak transaksi narkoba di warung kopi “Mbah Surip” Desa Tanjung, Kecamatan Kertosono. Namun polisi menggerebeknya. Ketika itu, Oki sempat membuang SS yang sebelumnya diletakkan di bawah kursi.

Oki mengaku, mendapat kristal putih tersebut dari temannya. Rencananya, barang tersebut akan dijual kembali. Setelah penggeledahan di warung dan menemukan 0,53 gram sabu, polisi menggeledah rumah Oki. Di sana menemukan barang bukti 2 pipet dan timbangan elektrik.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Oki Stiven Hilmi, 23, warga Desa Drenges, Kecamatan Kertosono dituntut 7 tahun penjara. Selain itu, terdakwa kasus sabu-sabu (SS) ini juga wajib membayar denda Rp 1 miliar subsider 1 bulan kurungan.

Dalam sidang sekitar pukul 13.00, tuntutan dibacakan secara online oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ratrieka Yuliana. “Terdakwa melanggar pasal 114 ayat 1 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika,” ucapnya sembari mengatakan terdakwa kedapatan menyimpan 0,53 gram SS.

Usai pembacaan tuntutan, Hakim Ketua Dharma Putra Simbolon memberi kesempatan Oki menanggapi. Terdakwa menyatakan, keberatan dengan tuntutan JPU. Karena itu, dia akan melakukan pembelaan. “Minggu depan terdakwa didampingi penasihat hukum meminta pleidoi Yang Mulia,” ujar Ratrieka yang disusul ketukan palu dari hakim ketua menutup sidang.

Baca Juga :  Keluarga Besar H. Imam Mukhayat Syah Berzakat Mal Rp 4,4 Miliar

Kasus Oki terjadi pada 31 Januari 2021. Waktu itu, dia hendak transaksi narkoba di warung kopi “Mbah Surip” Desa Tanjung, Kecamatan Kertosono. Namun polisi menggerebeknya. Ketika itu, Oki sempat membuang SS yang sebelumnya diletakkan di bawah kursi.

Oki mengaku, mendapat kristal putih tersebut dari temannya. Rencananya, barang tersebut akan dijual kembali. Setelah penggeledahan di warung dan menemukan 0,53 gram sabu, polisi menggeledah rumah Oki. Di sana menemukan barang bukti 2 pipet dan timbangan elektrik.

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/