24.3 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

Takut Celakai Bocah, Jaeran Gendong Mortir Sendirian

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Ada yang menarik dari penemuan bom sisa perang kemerdekaan di Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Rabu (18/12). Bukannya membiarkan bom berbentuk mortir itu tetap tertancap di tanah, Jaeran –petani yang menemukannya—justru membawanya pulang.

 

Caranya? Dengan menggendong mortir itu. Badan mortir itu diikat dengan tali rafia. Setelah itu, menyelempangkannya di pundak seperti tas. Dia beralasan nekat membawa pulang karena khawatir justru berbahaya jika dibiarkan.

 

Misalnya, terinjak orang lain. Atau dibuat mainan anak-anak. “Wedi enek korbane (takut ada korbannya),” katanya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

 

Sesampai di rumah yang berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi penemuan, mortir itu diletakkannya di tanah kosong, samping rumah. Lalu, ditungguinya. Dia juga melapor ke perangkat desa. “Jangan sampai dibuat mainan anak kecil,” lanjutnya.

Baca Juga :  Nyangkul, Petani Kedak, Semen Temukan Mortir Perang Revolusi

 

Beberapa saat kemudian perangkat desa serta anggota Polsek Semen datang. Tim dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kediri Kota juga menyusul. “Kami mengondisikan keadaan sekaligus melakukan konfirmasi ke Kompi Penjinakan Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Kediri,” kata Kanit SPKT Iptu Mohammad Zaini.

 

Kompi Jihandak Brimob Kediri datang ke lokasi sekitar pukul 15.20 WIB. Setelah melakukan briefing sebentar dengan Kapolsek Semen AKP Karyoko, anggota tim jihandak pun beraksi. Mereka mengamankan mortir tersebut. Kemudian membawanya ke Mako Brimob Kediri untuk identifikasi. Aksi itu menjadi tontonan masyarakat.

 

Pihak kepolisian belum berani memastikan barang temuan tersebut. Pihak SPKT menyerahkan sepenuhnya ke kompi jihandak untuk melakukan identifikasi.

Baca Juga :  Tak Pernah Kalah, Bledug Kelud Tak Boleh Lengah

 

Untuk diketahui, warga Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Rabu pagi (18/12), heboh. Ini setelah Jaeran, petani setempat, menemukan mortir saat mencangkul lahannya. Diduga, mortir itu merupakan sisa perang revolusi kemerdekaan.

 

Jaeran mengatakan, mortir karatan itu ditemukan sekitar pukul 10.30. Saat itu dia sedang menggarap sawahnya untuk membuat saluran irigasi. (c1)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Ada yang menarik dari penemuan bom sisa perang kemerdekaan di Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Rabu (18/12). Bukannya membiarkan bom berbentuk mortir itu tetap tertancap di tanah, Jaeran –petani yang menemukannya—justru membawanya pulang.

 

Caranya? Dengan menggendong mortir itu. Badan mortir itu diikat dengan tali rafia. Setelah itu, menyelempangkannya di pundak seperti tas. Dia beralasan nekat membawa pulang karena khawatir justru berbahaya jika dibiarkan.

 

Misalnya, terinjak orang lain. Atau dibuat mainan anak-anak. “Wedi enek korbane (takut ada korbannya),” katanya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

 

Sesampai di rumah yang berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi penemuan, mortir itu diletakkannya di tanah kosong, samping rumah. Lalu, ditungguinya. Dia juga melapor ke perangkat desa. “Jangan sampai dibuat mainan anak kecil,” lanjutnya.

Baca Juga :  Tak Punya Izin, 9 Penambang Pasir Brantas Ditindak

 

Beberapa saat kemudian perangkat desa serta anggota Polsek Semen datang. Tim dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kediri Kota juga menyusul. “Kami mengondisikan keadaan sekaligus melakukan konfirmasi ke Kompi Penjinakan Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Kediri,” kata Kanit SPKT Iptu Mohammad Zaini.

 

Kompi Jihandak Brimob Kediri datang ke lokasi sekitar pukul 15.20 WIB. Setelah melakukan briefing sebentar dengan Kapolsek Semen AKP Karyoko, anggota tim jihandak pun beraksi. Mereka mengamankan mortir tersebut. Kemudian membawanya ke Mako Brimob Kediri untuk identifikasi. Aksi itu menjadi tontonan masyarakat.

 

Pihak kepolisian belum berani memastikan barang temuan tersebut. Pihak SPKT menyerahkan sepenuhnya ke kompi jihandak untuk melakukan identifikasi.

Baca Juga :  Bencana Puting Beliung: Ini Imbauan BPBD

 

Untuk diketahui, warga Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Rabu pagi (18/12), heboh. Ini setelah Jaeran, petani setempat, menemukan mortir saat mencangkul lahannya. Diduga, mortir itu merupakan sisa perang revolusi kemerdekaan.

 

Jaeran mengatakan, mortir karatan itu ditemukan sekitar pukul 10.30. Saat itu dia sedang menggarap sawahnya untuk membuat saluran irigasi. (c1)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/