23.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Tersangka Tewas, Polisi Tak Teliti Kandungan Miras

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Tewasnya empat orang yang berpesta minuman keras (miras) bisa diakibatkan karena kandungan cairan yang mereka minum. Selain berkadar alkohol tinggi, biasanya minuman itu masih dicampur zat-zat lain yang tak lazim sebagai bahan minuman. Bahkan sangat ekstrem. Seperti mencampur dengan lotion antinyamuk misalnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes dr Bambang Triyono Putro menegaskan, miras oplosan memang sangat berbahaya. Karena pelaku biasanya melakukan upaya mencampurnya dengan berbagai macam zat.

“Upaya itu mungkin untuk mendapatkan efek mabuk berlebihan. Akibatnya sangat berisiko menyebabkan kematian,” terang dr Bambang.

Bambang menyebut bahwa kandungan atau kadar alkohol yang tinggi itu sudah berbahaya bagi tubuh. Apalagi bila kemudian ditambah denga zat lain yang tidak lazim.  Hal itu justru akan menyebabkan interaksi zat yang berefek fatal. Ujung-unjungnya bisa terjadi gagal napas atau henti jantung.

Hal seperti itu sangat tidak disarankan. “Karena satu zat saja yang berlebihan sudah bahaya bagi tubuh. Apalagi dicampur zat kimia lain,” tegasnya.

Biasanya, alkohol yang dijadikan dasar racikan juga berkadar tinggi. Bisa mencapai 90 persen. Alkohol jenis itu bisa sangat berefek pada tubuh . Salah satunya bisa menyebabkan gagal napas. Kemudian mengarah pada gangguan fungsi hati dan ginjal. Keracunan alkohol itu juga bisa menyebabkan gangguan penglihata.

Baca Juga :  Kejar Pembunuh Sadis Gadis Bandung, Polisi Analisa CCTV di Kota Kediri

Bambang mengakui tingkat konsumsi miras, terutama yang ilegal dan oplosan masih sangat tinggi di masyarakat. Karena itu dia berharap peran orang tua yang lebih besar lagi. Mereka harus mengawasi dan mewaspadai agar anaknya yang remaja tidak mengonsumsi miras. Lebih-lebih miras itu oplosan.

“Peran ortu sangat penting untuk mencegah anak dan remaja mengonsumsi miras oplosan, karena berbahaya dan bisa menimbulkan gagal hati atau ginjal bahkan kematian,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pesta miras terjadi Minggu (13/9). Lokasinya di Desa Sukorejo, Kecamatan Gurah. Melibatkan enam orang. Empat di antaranya tewas beberapa hari setelah pesta miras. Sedangkan dua orang lagi dirawat di rumah sakit.

Terkait kasus itu, polisi juga tak meneruskan upaya penyelidikan. Mereka juga tak meneliti apa kandungan miras oplosan tersebut. Penyebabnya adalah peracik miras yang menjadi  tersangka ikut sebagai korban tewas.

Menurut Kasatreskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar penyelidikan kasus pesta miras itu tidak dilanjutkan. “Seperti yang kemarin saya sampaikan. Karena tersangka pembuat miras oplosan telah mati maka proses penyelidikan tidak ada,” terang Gilang saat dihubungi melalui gawai kemarin (18/9).

Baca Juga :  Apresiasi Terobosan RSKK Tambah Alat PCR

Dia mengatakan barang bukti berupa miras oplosan dan alat untuk meracik telah diamankan. Meskipun demikian polisi tidak meneliti apa kandungan miras yang diteguk para pelaku. Untuk mengetahui itu memerlukan pemeriksaan laboratorium. Karena kasusnya berhenti maka hal itu tak perlu dilakukan.

Gilang pun mengatakan, kasus meninggal karena pesta miras tergolong langka. “Untuk kasus ini dulu pernah terjadi. tapi beberapa tahun silam saya sudah lupa,” ungkapnya kala itu.

Untuk mencegah hal tersebut terulang kembali, Gilang mengatakan akan memperketat patroli yang dilaakukan oleh Sat Sabhara Polres Kediri.     Patroli akan lebih digiatkan lagi. Baik yang menyasar pedagang miras dan warung-warung atau juga tempat-tempat kerumunan..

Ia pun berpesan untuk lebih berhati-hati dan tidak usah menenggak miras. “Miras tersebut selain membahayakan tubuh juga mengancam nyawa seseorang yang meminumnya,” ingatnya. (din/luk/fud)

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Tewasnya empat orang yang berpesta minuman keras (miras) bisa diakibatkan karena kandungan cairan yang mereka minum. Selain berkadar alkohol tinggi, biasanya minuman itu masih dicampur zat-zat lain yang tak lazim sebagai bahan minuman. Bahkan sangat ekstrem. Seperti mencampur dengan lotion antinyamuk misalnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes dr Bambang Triyono Putro menegaskan, miras oplosan memang sangat berbahaya. Karena pelaku biasanya melakukan upaya mencampurnya dengan berbagai macam zat.

“Upaya itu mungkin untuk mendapatkan efek mabuk berlebihan. Akibatnya sangat berisiko menyebabkan kematian,” terang dr Bambang.

Bambang menyebut bahwa kandungan atau kadar alkohol yang tinggi itu sudah berbahaya bagi tubuh. Apalagi bila kemudian ditambah denga zat lain yang tidak lazim.  Hal itu justru akan menyebabkan interaksi zat yang berefek fatal. Ujung-unjungnya bisa terjadi gagal napas atau henti jantung.

Hal seperti itu sangat tidak disarankan. “Karena satu zat saja yang berlebihan sudah bahaya bagi tubuh. Apalagi dicampur zat kimia lain,” tegasnya.

Biasanya, alkohol yang dijadikan dasar racikan juga berkadar tinggi. Bisa mencapai 90 persen. Alkohol jenis itu bisa sangat berefek pada tubuh . Salah satunya bisa menyebabkan gagal napas. Kemudian mengarah pada gangguan fungsi hati dan ginjal. Keracunan alkohol itu juga bisa menyebabkan gangguan penglihata.

Baca Juga :  Kajari Nganjuk Hancurkan Puluhan Gawai

Bambang mengakui tingkat konsumsi miras, terutama yang ilegal dan oplosan masih sangat tinggi di masyarakat. Karena itu dia berharap peran orang tua yang lebih besar lagi. Mereka harus mengawasi dan mewaspadai agar anaknya yang remaja tidak mengonsumsi miras. Lebih-lebih miras itu oplosan.

“Peran ortu sangat penting untuk mencegah anak dan remaja mengonsumsi miras oplosan, karena berbahaya dan bisa menimbulkan gagal hati atau ginjal bahkan kematian,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pesta miras terjadi Minggu (13/9). Lokasinya di Desa Sukorejo, Kecamatan Gurah. Melibatkan enam orang. Empat di antaranya tewas beberapa hari setelah pesta miras. Sedangkan dua orang lagi dirawat di rumah sakit.

Terkait kasus itu, polisi juga tak meneruskan upaya penyelidikan. Mereka juga tak meneliti apa kandungan miras oplosan tersebut. Penyebabnya adalah peracik miras yang menjadi  tersangka ikut sebagai korban tewas.

Menurut Kasatreskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar penyelidikan kasus pesta miras itu tidak dilanjutkan. “Seperti yang kemarin saya sampaikan. Karena tersangka pembuat miras oplosan telah mati maka proses penyelidikan tidak ada,” terang Gilang saat dihubungi melalui gawai kemarin (18/9).

Baca Juga :  Melaju Zig-zag, Mobil Ayla Terguling di Ngasem

Dia mengatakan barang bukti berupa miras oplosan dan alat untuk meracik telah diamankan. Meskipun demikian polisi tidak meneliti apa kandungan miras yang diteguk para pelaku. Untuk mengetahui itu memerlukan pemeriksaan laboratorium. Karena kasusnya berhenti maka hal itu tak perlu dilakukan.

Gilang pun mengatakan, kasus meninggal karena pesta miras tergolong langka. “Untuk kasus ini dulu pernah terjadi. tapi beberapa tahun silam saya sudah lupa,” ungkapnya kala itu.

Untuk mencegah hal tersebut terulang kembali, Gilang mengatakan akan memperketat patroli yang dilaakukan oleh Sat Sabhara Polres Kediri.     Patroli akan lebih digiatkan lagi. Baik yang menyasar pedagang miras dan warung-warung atau juga tempat-tempat kerumunan..

Ia pun berpesan untuk lebih berhati-hati dan tidak usah menenggak miras. “Miras tersebut selain membahayakan tubuh juga mengancam nyawa seseorang yang meminumnya,” ingatnya. (din/luk/fud)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/