23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Pengacara Taufiq Tuding Ada Pencucian Perkara

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pengacara Taufiqurrahman menuding kasus yang menjerat kliennya tersebut sebagai sebuah pencucian perkara. Pasalnya, mantan Bupati Nganjuk tersebut diklaim tidak mengetahui apa-apa terkait proyek yang dijalankan dari dinas.

“Sampai ada istilah atau guyonan di depan persidangan juga, ini kan pencucian perkara,” ujar Mansur Munir, pengacara terdakwa Taufiq kepada Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin. Istilah tersebut lantaran semua dakwaan dilimpahkan kepada kliennya.

Padahal menurut pembelaan yang disampaikan Mansur, kliennya tidak tahu-menahu dengan adanya proses yang sedang terjadi. Dalam hal ini terkait pengadaan proyek yang dijalankan oleh beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).

Mansur menyebut, ada proyek yang dilakukan dengan mekanisme penunjukan langsung. Sementara, penunjukan langsung tersebut merupakan inisiatif dari kepala dinas dan bawahannya.  “Itu sesuai dengan fakta persidangan yang ada lho ya. Di sini kita berbicara fakta persidangan,” imbuh Mansur.

Baca Juga :  Menelisik Rumah ‘Ora Umum’ yang Lekat dengan Bisnis Q-Net (8/Habis)

Ia menambahkan, kliennya mengaku bahwa tidak terlibat sama sekali dalam penerapan mekanisme maupun prosedur penunjukan langsung itu. Bahkan siapa yang jadi pemenang dan berapa persentase setoran yang diberikan juga ditetapkan sendiri oleh masing-masing OPD.

“Klien kami mengaku sama sekali tidak tahu. Dinas yang mengaturnya. Itu juga sama sesuai dengan keterangan saksi di persidangan,” dalihnya.

Lebih lanjut, perkara yang sedang disidangkan sekarang sejatinya sama saja dengan perkara terdakwa yang sebelumnya. Seluruh konten dan keterangan yang disampaikan diklaim sama saja. Menurutnya, yang berbeda hanya judul dan nomor perkaranya saja. “Jangan sampai terdakwa dihukum dua kali dengan kasus yang sama,” tegas pria berkacamata tersebut.

Baca Juga :  Satreskrim Masih Selidiki Penyebab Pasti Sumber Api

Mansur mengaku ada beberapa poin yang kemungkinan akan menjadi bahan pertimbangan pihaknya dalam pembelaan terdakwa. Hanya saja, ia belum bisa memastikan hal tersebut karena masih harus berkoordinasi dahulu.

Sementara itu, terkait kemungkinan adanya tersangka tambahan yang diincar jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mansur justru mendorongnya. Pasalnya, ia meyakini banyak pihak lain yang terlibat dan harusnya juga turut didalami peran-perannya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pengacara Taufiqurrahman menuding kasus yang menjerat kliennya tersebut sebagai sebuah pencucian perkara. Pasalnya, mantan Bupati Nganjuk tersebut diklaim tidak mengetahui apa-apa terkait proyek yang dijalankan dari dinas.

“Sampai ada istilah atau guyonan di depan persidangan juga, ini kan pencucian perkara,” ujar Mansur Munir, pengacara terdakwa Taufiq kepada Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin. Istilah tersebut lantaran semua dakwaan dilimpahkan kepada kliennya.

Padahal menurut pembelaan yang disampaikan Mansur, kliennya tidak tahu-menahu dengan adanya proses yang sedang terjadi. Dalam hal ini terkait pengadaan proyek yang dijalankan oleh beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).

Mansur menyebut, ada proyek yang dilakukan dengan mekanisme penunjukan langsung. Sementara, penunjukan langsung tersebut merupakan inisiatif dari kepala dinas dan bawahannya.  “Itu sesuai dengan fakta persidangan yang ada lho ya. Di sini kita berbicara fakta persidangan,” imbuh Mansur.

Baca Juga :  Satreskrim Masih Selidiki Penyebab Pasti Sumber Api

Ia menambahkan, kliennya mengaku bahwa tidak terlibat sama sekali dalam penerapan mekanisme maupun prosedur penunjukan langsung itu. Bahkan siapa yang jadi pemenang dan berapa persentase setoran yang diberikan juga ditetapkan sendiri oleh masing-masing OPD.

“Klien kami mengaku sama sekali tidak tahu. Dinas yang mengaturnya. Itu juga sama sesuai dengan keterangan saksi di persidangan,” dalihnya.

Lebih lanjut, perkara yang sedang disidangkan sekarang sejatinya sama saja dengan perkara terdakwa yang sebelumnya. Seluruh konten dan keterangan yang disampaikan diklaim sama saja. Menurutnya, yang berbeda hanya judul dan nomor perkaranya saja. “Jangan sampai terdakwa dihukum dua kali dengan kasus yang sama,” tegas pria berkacamata tersebut.

Baca Juga :  Pandemi, Pengunjung RSUD Nganjuk Turun Drastis

Mansur mengaku ada beberapa poin yang kemungkinan akan menjadi bahan pertimbangan pihaknya dalam pembelaan terdakwa. Hanya saja, ia belum bisa memastikan hal tersebut karena masih harus berkoordinasi dahulu.

Sementara itu, terkait kemungkinan adanya tersangka tambahan yang diincar jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mansur justru mendorongnya. Pasalnya, ia meyakini banyak pihak lain yang terlibat dan harusnya juga turut didalami peran-perannya.

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/