24.2 C
Kediri
Saturday, July 2, 2022

Terjebak Transaksi dengan Polisi, Pengedar asal Mojoroto Dibekuk 

KOTA, JP Radar Kediri– Wawan Setiawan, 25, warga Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto ditangkap polisi. Pasalnya, ia mengedarkan pil dobel L. Dari tangannya diamankan puluhan ribu pil koplo.

Kasubbag Humas Polres Kediri Kota Ipda Nanang Setyawan mengatakan, penangkapan Wawan berawal dari pengembangan kasus Dennys Agus, 25, pengguna pil koplo asal Kelurahan Kemasan, Kecamatan Kota (14/4). Dennys mengaku membeli dari Wawan.

Petugas akhirnya membekuk Wawan di pinggir Jl Raung, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto. “Anggota pura-pura membeli, setelah janjian di lokasi, langsung membekuk tersangka,” terang Nanang.

Wawan tak bisa berkutik. Polisi menemukan uang Rp 140 ribu, 55.160 butir pil koplo dalam botol putih dimasukkan kardus. Selain itu, ada satu HP Samsung turut diamankan karena jadi barang bukti transaksi pengedaran obat keras.

Baca Juga :  Rekonstruksi Pembunuhan Budi Hartanto seperti Syuting Sinetron

Saat ditanya petugas, Wawan mengaku, menjual Rp 50 ribu per 20 butir. “Sebanyak 100 butir seharga Rp 170 ribu,” imbuhnya. Akibat, perbuatannya dia dijerat pasal 196 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan. (ica/ndr)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri– Wawan Setiawan, 25, warga Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto ditangkap polisi. Pasalnya, ia mengedarkan pil dobel L. Dari tangannya diamankan puluhan ribu pil koplo.

Kasubbag Humas Polres Kediri Kota Ipda Nanang Setyawan mengatakan, penangkapan Wawan berawal dari pengembangan kasus Dennys Agus, 25, pengguna pil koplo asal Kelurahan Kemasan, Kecamatan Kota (14/4). Dennys mengaku membeli dari Wawan.

Petugas akhirnya membekuk Wawan di pinggir Jl Raung, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto. “Anggota pura-pura membeli, setelah janjian di lokasi, langsung membekuk tersangka,” terang Nanang.

Wawan tak bisa berkutik. Polisi menemukan uang Rp 140 ribu, 55.160 butir pil koplo dalam botol putih dimasukkan kardus. Selain itu, ada satu HP Samsung turut diamankan karena jadi barang bukti transaksi pengedaran obat keras.

Baca Juga :  Gila Trading, ATM BNI Digergaji

Saat ditanya petugas, Wawan mengaku, menjual Rp 50 ribu per 20 butir. “Sebanyak 100 butir seharga Rp 170 ribu,” imbuhnya. Akibat, perbuatannya dia dijerat pasal 196 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan. (ica/ndr)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/