23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Komunikasi yang Baik Bisa Selamatkan Anak dari Kasus Kekerasan

Kasus pelecehan seksual kian marak di Kota Angin. Selain penggunaan gawai, komunikasi antara orang tua dan anak yang kurang baik diduga jadi pemicunya.

Sejak Januari hingga pertengahan April ini, total ada enam kasus pelecehan seksual terhadap anak. Mulai kasus pencabulan, persetubuhan, hingga kasus pemerkosaan. Meski permasalahan di tiap kasus berbeda, yang paling menonjol adalah kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak.

“Komunikasi antara orang tua dan anak harus dipupuk sejak dini,” ujar Psikolog Puspaga Dinsos PPPA Kabupaten Nganjuk Nuril Bariroh. Hingga April ini Nuril mengaku sudah melakukan pendampingan terhadap empat anak. Dia melakukan trauma healing atau pendampingan psikologi terhadap anak-anak tersebut.

Permasalahan mereka, lanjut Nuril, rata-rata dipicu kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak. Setidaknya, dari pengakuan beberapa korban persetubuhan, mereka kurang perhatian dari ayah dan ibunya. Jalinan komunikasi mereka relatif minim.

Baca Juga :  Tolak Ikut Vaksin, Bantuan Dihentikan

Komunikasi yang minim ini, tutur Nuril, baik dari segi intensitas maupun kurangnya upaya mendekatkan diri sejak dini. Kalaupun terlambat, menurutnya bisa dimulai saat anak sudah remaja. “Kuncinya, mengesampingkan ego orangtua dan harus siap sebagai pendengar,” tutur perempuan asal Kelurahan Ploso, Nganjuk ini.

Kasus persetubuhan, jelas Nuril, terjadi karena awalnya anak mencari tempat bercerita. Mereka butuh orang terpercaya untuk berkeluh kesah. Sebab, di rumah anak-anak belum menemukan hal tersebut dari orang tuanya. Berawal dari komunikasi yang intens inilah, belakangan terjadi kasus persetubuhan dengan kekasihnya.

Apa yang bisa dilakukan untuk bisa menekan kasus kekerasan anak? Nuril menyebut sex education atau pendidikan seks sangat penting. Yakni, dengan mengenalkan bagian tubuh anak sejak masih dini. “Mana saja yang off limit atau dilarang disentuh oleh siapapun. Mengajarkan boundaries atau batasan-batasan,” bebernya.

Baca Juga :  Mahasiswi Asal Ngadiluwih Bunuh Bayi, Berkas Dilimpahkan ke Kejari

Perempuan berkacamata itu menjelaskan, pendidikan seks tidak melulu tentang hubungan seksual. Melainkan juga bahaya penyakit seksual yang menular. Termasuk bagian-bagian yang nantinya akan berubah saat puber. “Juga ajarkan hak-hak anak yang harus dipenuhi. Apabila dari yang sudah diajari itu ada yang melanggar atau menyentuh, selalu ajarkan anak untuk menolak dengan keras,” pintanya.

 

Lindungi Anak dari Kekerasan:

-Kenali lingkungan anak mulai dari teman terdekat di sekolah atau di rumah, jangan lakukan hal yang membuat anak tidak nyaman.

-Ajari pengetahuan tentang hak-hak anak, termasuk hak untuk menolak jika tubuhnya disentuh.

-Membuka diri dan tidak menghakimi saat anak sudah mengerti hal-hal yang tidak sepantasnya dimengerti.

-Pantau kegiatan anak bermedia sosial, jangan terlalu keras tetapi tetap awasi dan aktif bertanya.

-Posisikan diri sebagai anak, bergembira saat anak meraih hal positif dan memberi empati.

- Advertisement -

Kasus pelecehan seksual kian marak di Kota Angin. Selain penggunaan gawai, komunikasi antara orang tua dan anak yang kurang baik diduga jadi pemicunya.

Sejak Januari hingga pertengahan April ini, total ada enam kasus pelecehan seksual terhadap anak. Mulai kasus pencabulan, persetubuhan, hingga kasus pemerkosaan. Meski permasalahan di tiap kasus berbeda, yang paling menonjol adalah kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak.

“Komunikasi antara orang tua dan anak harus dipupuk sejak dini,” ujar Psikolog Puspaga Dinsos PPPA Kabupaten Nganjuk Nuril Bariroh. Hingga April ini Nuril mengaku sudah melakukan pendampingan terhadap empat anak. Dia melakukan trauma healing atau pendampingan psikologi terhadap anak-anak tersebut.

Permasalahan mereka, lanjut Nuril, rata-rata dipicu kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak. Setidaknya, dari pengakuan beberapa korban persetubuhan, mereka kurang perhatian dari ayah dan ibunya. Jalinan komunikasi mereka relatif minim.

Baca Juga :  Polisi Buru Komplotan Pembobol Rumah

Komunikasi yang minim ini, tutur Nuril, baik dari segi intensitas maupun kurangnya upaya mendekatkan diri sejak dini. Kalaupun terlambat, menurutnya bisa dimulai saat anak sudah remaja. “Kuncinya, mengesampingkan ego orangtua dan harus siap sebagai pendengar,” tutur perempuan asal Kelurahan Ploso, Nganjuk ini.

Kasus persetubuhan, jelas Nuril, terjadi karena awalnya anak mencari tempat bercerita. Mereka butuh orang terpercaya untuk berkeluh kesah. Sebab, di rumah anak-anak belum menemukan hal tersebut dari orang tuanya. Berawal dari komunikasi yang intens inilah, belakangan terjadi kasus persetubuhan dengan kekasihnya.

Apa yang bisa dilakukan untuk bisa menekan kasus kekerasan anak? Nuril menyebut sex education atau pendidikan seks sangat penting. Yakni, dengan mengenalkan bagian tubuh anak sejak masih dini. “Mana saja yang off limit atau dilarang disentuh oleh siapapun. Mengajarkan boundaries atau batasan-batasan,” bebernya.

Baca Juga :  Peracun Pacar di Gurah Divonis Tujuh Tahun

Perempuan berkacamata itu menjelaskan, pendidikan seks tidak melulu tentang hubungan seksual. Melainkan juga bahaya penyakit seksual yang menular. Termasuk bagian-bagian yang nantinya akan berubah saat puber. “Juga ajarkan hak-hak anak yang harus dipenuhi. Apabila dari yang sudah diajari itu ada yang melanggar atau menyentuh, selalu ajarkan anak untuk menolak dengan keras,” pintanya.

 

Lindungi Anak dari Kekerasan:

-Kenali lingkungan anak mulai dari teman terdekat di sekolah atau di rumah, jangan lakukan hal yang membuat anak tidak nyaman.

-Ajari pengetahuan tentang hak-hak anak, termasuk hak untuk menolak jika tubuhnya disentuh.

-Membuka diri dan tidak menghakimi saat anak sudah mengerti hal-hal yang tidak sepantasnya dimengerti.

-Pantau kegiatan anak bermedia sosial, jangan terlalu keras tetapi tetap awasi dan aktif bertanya.

-Posisikan diri sebagai anak, bergembira saat anak meraih hal positif dan memberi empati.

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/