23.9 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Pembunuhan Mak Mentil: Segera Reka Ulang Kejadian di Rumah Korban

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Polisi terus menuntaskan berkas pembunuhan Mak Mentil. Rencananya, untuk melengkapi berkas, polisi segera melakukan rekonstruksi ulang. Mulai dari saat pelaku melakukan hubungan, hingga saat melakukan pencekikan yang menyebabkan kematian pada Mak Mentil.

          Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Andy Purnomo menjelaskan bahwa ada rencana untuk melakukan reka ulang kejadian di tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Mak Mentil, di Pasar Setonobetek. “Saat ini belum, namun rencananya akan dilakukan,” imbuhnya.

          Penangkapan dua pelaku yaitu Dedi Asmawan, 26, dan Ahmad Setiawan, 25, terjadi Rabu (13/2) di rumah masing-masing yang ada di Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.

          Keduanya diamankan hampir tiga minggu setelah peristiwa pembunuhan itu terjadi. Dedy yang mencoba kabur dan akhirnya ditembak pergelangan kaki kirinya oleh petugas yang berada di lapangan.

Baca Juga :  2 Perempuan Tertabrak Mobil usai Senggol Truk di Kayen Kidul

          Andy menjelaskan bahwa kasus ini awalnya ditangani oleh pihak Polsek Kediri Kota. Saat ini akhirnya dilimpahkan kepada Reskrim Polres Kediri Kota. Untuk anggota yang turun ke lapangan juga dikerahkan dari petugas Polres Kediri Kota.

- Advertisement -

          Untuk diketahui, pembunuhan wanita yang bernama asli Sukinem, asal Magetan ini diperkirakan meninggal pada minggu (27/1) malam. “Ditemukan meninggal pada Senin (28/1) sore oleh tetangganya di dalam kamar rumah Sukinem di Pasar Setonobetek,” ujar Andy.

          Menurut keterangan pelaku saat dilakukan press release di Mapolres Kediri Kota, yang mengeksekusi Sukinem adalah Dedi, dengan Ahmad menunggu dari luar rumah Sukinem.

          Keduanya darang ketika Minggu (27/1) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Memang, Dedi diketahui adalah kekasih Mak Mentil, dan telah berhubungan selama bertahun-tahun. Untuk motif awal pembunuhan adalah karena Dedi tidak diberi uang saat meminta kepada Mak Mentil seusai berhubungan badan.

Baca Juga :  Laka di Tol Ngawi-Kertosono, Wakil Rakyat Patah Tulang

          Dedi mencekik Mak Mentil di dalam kamar Mak Mentil, dan menyekapnya dengan menggunakan kain. “Serta dalam keadaan tangan ditali oleh kain,” imbuh Andy.

          Sedangkan Ahmad berlaku menunggu diluar dengan menjalankan sepeda motor ketika akan kabur. Setelah membunuh Mak Mentil, uang dan perhiasan milik Mak Mentil juga disikat oleh keduanya, dengan total kerugian mencapai Rp 1,6 juta. “Pelaku dikenai pasal 339 KUHP subs pasal 338 KUHP atau pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun,” pungkas Andy.

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Polisi terus menuntaskan berkas pembunuhan Mak Mentil. Rencananya, untuk melengkapi berkas, polisi segera melakukan rekonstruksi ulang. Mulai dari saat pelaku melakukan hubungan, hingga saat melakukan pencekikan yang menyebabkan kematian pada Mak Mentil.

          Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Andy Purnomo menjelaskan bahwa ada rencana untuk melakukan reka ulang kejadian di tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Mak Mentil, di Pasar Setonobetek. “Saat ini belum, namun rencananya akan dilakukan,” imbuhnya.

          Penangkapan dua pelaku yaitu Dedi Asmawan, 26, dan Ahmad Setiawan, 25, terjadi Rabu (13/2) di rumah masing-masing yang ada di Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.

          Keduanya diamankan hampir tiga minggu setelah peristiwa pembunuhan itu terjadi. Dedy yang mencoba kabur dan akhirnya ditembak pergelangan kaki kirinya oleh petugas yang berada di lapangan.

Baca Juga :  Tujuh Kasus Pencabulan selama September 2019

          Andy menjelaskan bahwa kasus ini awalnya ditangani oleh pihak Polsek Kediri Kota. Saat ini akhirnya dilimpahkan kepada Reskrim Polres Kediri Kota. Untuk anggota yang turun ke lapangan juga dikerahkan dari petugas Polres Kediri Kota.

          Untuk diketahui, pembunuhan wanita yang bernama asli Sukinem, asal Magetan ini diperkirakan meninggal pada minggu (27/1) malam. “Ditemukan meninggal pada Senin (28/1) sore oleh tetangganya di dalam kamar rumah Sukinem di Pasar Setonobetek,” ujar Andy.

          Menurut keterangan pelaku saat dilakukan press release di Mapolres Kediri Kota, yang mengeksekusi Sukinem adalah Dedi, dengan Ahmad menunggu dari luar rumah Sukinem.

          Keduanya darang ketika Minggu (27/1) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Memang, Dedi diketahui adalah kekasih Mak Mentil, dan telah berhubungan selama bertahun-tahun. Untuk motif awal pembunuhan adalah karena Dedi tidak diberi uang saat meminta kepada Mak Mentil seusai berhubungan badan.

Baca Juga :  Laka di Tol Ngawi-Kertosono, Wakil Rakyat Patah Tulang

          Dedi mencekik Mak Mentil di dalam kamar Mak Mentil, dan menyekapnya dengan menggunakan kain. “Serta dalam keadaan tangan ditali oleh kain,” imbuh Andy.

          Sedangkan Ahmad berlaku menunggu diluar dengan menjalankan sepeda motor ketika akan kabur. Setelah membunuh Mak Mentil, uang dan perhiasan milik Mak Mentil juga disikat oleh keduanya, dengan total kerugian mencapai Rp 1,6 juta. “Pelaku dikenai pasal 339 KUHP subs pasal 338 KUHP atau pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun,” pungkas Andy.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/