25 C
Kediri
Thursday, July 7, 2022

Mama Pur Paling Makmur

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pendapatan Mbak Pur (bukan nama sebenarnya, Red) yang menembus Rp 15 juta sebulan ternyata masih kalah jauh dibandingkan keuntungan Mama Pur (bukan nama sebenarnya, Red), pengelola karaoke. Berdasarkan penelusuran wartawan koran ini di salah satu karaoke Kota Angin, Mama Pur bisa mendapatkan puluhan juta rupiah dalam sebulan. Pendapatan tersebut didapat dari sewa room karaoke. Per jam, Mama Pur mematok tarif Rp 50 ribu. “Ada lima room di sini,” ujar Mama Pur yang sudah berusia 50 tahun ini.

Dalam semalam, lima room tersebut selalu penuh sebelum pandemi Covid-19. Namun, sejak adanya virus korona dan pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), pengunjung karaoke juga menurun. Penurunan hampir separo. Sehingga, jika biasanya lima room selalu penuh sejak pukul 21.00 WIB hingga menjelang Subuh, sekarang rata-rata hanya terisi tiga room saja. Namun, jangan salah. Tiga room itu jika dikalikan Rp 50 ribu per jam, sudah menghasilkan Rp 150 ribu. Dalam semalam, tiga room itu bisa digunakan selama enam jam. Sehingga,  sewa room saja bisa dapat Rp 900 ribu. Jika dikalikan 30 hari beroperasi, Mama Pur bisa meraup Rp 27 juta dari sewa room selama sebulan.

Baca Juga :  PH Terdakwa Pembunuh Sopir Grab Batal Eksepsi

Selain pendapatan sewa room, Mama Pur ternyata juga punya sumber pendapatan yang lain. Yaitu, jual makanan ringan, rokok, soft drink hingga minuman keras (miras).

Keuntungannya sangat menggiurkan. Pengunjung yang pertama kali karaoke pasti shock saat di kasir. Karena harga rokok, snack dan soft drink di karaoke ternyata selangit. Tidak ada daftar harga makanan ringan, soft drink dan rokok di menu yang disodorkan Mbak Pur. Saat di kasir itu, baru pengunjung dibuat senam jantung. Rokok yang biasanya Rp 20 ribu per pack  dijual Rp 40 ribu. Kemudian, tisu yang ada di meja karaoke juga diwajibkan dibeli oleh tamu. Harganya Rp 10 ribu.

Dalam dua jam karaoke, uang yang dikeluarkan bisa mencapai ratusan ribu rupiah untuk membeli snack,  rokok, dan soft drink. Karena Mbak Pur ternyata juga ikut berperan memasarkan dagangan Mama Pur. Caranya, dia minta rokok, soft drink, hingga miras saat mendampingi tamu bernyanyi.

Baca Juga :  Pemkab Bahas Tahapan Pembangunan Jalan Tol Nganjuk–Kediri

Tidak itu saja, kasir di tempat karaoke juga punya strategi jitu menguras kantong pengunjung. Saat ada uang kembalian sebesar Rp 30 ribu, kasir karaoke tidak memberikan uang kembalian. Namun, dia memberi tiga soft drink ke pengunjung. Padahal, harga soft drink di pasaran hanya sekitar Rp 6 ribu.

Dalam sebulan, berdasarkan hitungan wartawan koran ini, Mama Pur bisa meraup puluhan juta. Sayang, Mama Pur enggan membeberkan pendapatan. Dia beralasan, meski pendapatannya besar tetapi pengeluaran yang dikeluarkan dalam mengelola bisnis karaoke tidak sedikit. Karena dunia malam adalah dunia yang rawan. Butuh biaya ekstra selain harus menggaji karyawan dan membayar tagihan listrik. Ada biaya keamanan yang harus dikeluarkan agar usaha karaoke tidak bermasalah. “Yang penting bisa loss buka 24 jam,” ungkap Mama Pur.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pendapatan Mbak Pur (bukan nama sebenarnya, Red) yang menembus Rp 15 juta sebulan ternyata masih kalah jauh dibandingkan keuntungan Mama Pur (bukan nama sebenarnya, Red), pengelola karaoke. Berdasarkan penelusuran wartawan koran ini di salah satu karaoke Kota Angin, Mama Pur bisa mendapatkan puluhan juta rupiah dalam sebulan. Pendapatan tersebut didapat dari sewa room karaoke. Per jam, Mama Pur mematok tarif Rp 50 ribu. “Ada lima room di sini,” ujar Mama Pur yang sudah berusia 50 tahun ini.

Dalam semalam, lima room tersebut selalu penuh sebelum pandemi Covid-19. Namun, sejak adanya virus korona dan pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), pengunjung karaoke juga menurun. Penurunan hampir separo. Sehingga, jika biasanya lima room selalu penuh sejak pukul 21.00 WIB hingga menjelang Subuh, sekarang rata-rata hanya terisi tiga room saja. Namun, jangan salah. Tiga room itu jika dikalikan Rp 50 ribu per jam, sudah menghasilkan Rp 150 ribu. Dalam semalam, tiga room itu bisa digunakan selama enam jam. Sehingga,  sewa room saja bisa dapat Rp 900 ribu. Jika dikalikan 30 hari beroperasi, Mama Pur bisa meraup Rp 27 juta dari sewa room selama sebulan.

Baca Juga :  Polisi Akan Gelar Perkara Kerumunan Massa di Pagu Minggu Depan

Selain pendapatan sewa room, Mama Pur ternyata juga punya sumber pendapatan yang lain. Yaitu, jual makanan ringan, rokok, soft drink hingga minuman keras (miras).

Keuntungannya sangat menggiurkan. Pengunjung yang pertama kali karaoke pasti shock saat di kasir. Karena harga rokok, snack dan soft drink di karaoke ternyata selangit. Tidak ada daftar harga makanan ringan, soft drink dan rokok di menu yang disodorkan Mbak Pur. Saat di kasir itu, baru pengunjung dibuat senam jantung. Rokok yang biasanya Rp 20 ribu per pack  dijual Rp 40 ribu. Kemudian, tisu yang ada di meja karaoke juga diwajibkan dibeli oleh tamu. Harganya Rp 10 ribu.

Dalam dua jam karaoke, uang yang dikeluarkan bisa mencapai ratusan ribu rupiah untuk membeli snack,  rokok, dan soft drink. Karena Mbak Pur ternyata juga ikut berperan memasarkan dagangan Mama Pur. Caranya, dia minta rokok, soft drink, hingga miras saat mendampingi tamu bernyanyi.

Baca Juga :  Kisruh Pengurus PRSDP Kediri, Siap Laporkan Balik

Tidak itu saja, kasir di tempat karaoke juga punya strategi jitu menguras kantong pengunjung. Saat ada uang kembalian sebesar Rp 30 ribu, kasir karaoke tidak memberikan uang kembalian. Namun, dia memberi tiga soft drink ke pengunjung. Padahal, harga soft drink di pasaran hanya sekitar Rp 6 ribu.

Dalam sebulan, berdasarkan hitungan wartawan koran ini, Mama Pur bisa meraup puluhan juta. Sayang, Mama Pur enggan membeberkan pendapatan. Dia beralasan, meski pendapatannya besar tetapi pengeluaran yang dikeluarkan dalam mengelola bisnis karaoke tidak sedikit. Karena dunia malam adalah dunia yang rawan. Butuh biaya ekstra selain harus menggaji karyawan dan membayar tagihan listrik. Ada biaya keamanan yang harus dikeluarkan agar usaha karaoke tidak bermasalah. “Yang penting bisa loss buka 24 jam,” ungkap Mama Pur.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/