24 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

11 Napi Bersujud di Pintu Lapas Kediri, Ini Sebabnya

KOTA, JP Radar Kediri – “Saya tobat. Saya tak akan mengulangi perbuatan seperti kemarin.” Kalimat ini meluncur dari mulut Wahyudi Salim. Tepat setelah dia bersujud di depan pintu gerbang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri kemarin (17/8). Kedua tangannya kemudian membentang. Memeluk seorang lelaki dan seorang perempuan yang ada di dekatnya.

Pancaran kegembiraan pun terlihat jelas dari wajah lelaki 42 tahun asal Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri ini. Dia seperti meluapkan rasa rindu pada anak dan istrinya, dua orang yang dia peluk itu.

Saya senang bisa berkumpul (dengan) anak dan istri lagi,” ucapnya dengan bibir yang tak terlihat karena tertutup masker biru gelap.

Memang, lelaki yang ditahan karena kasus pencurian itu layak bergembira. Dia, bersama 10 napi lain, bisa merasakan udara bebas kemarin pagi. Bersamaan dengan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia mereka mendapat remisi. Wajar bila kemudian sebelas orang itu meluapkan kegembiraan dengan bersimpuh kemudian meletakkan kepala ke aspal jalan di depan gerbang lapas. Mereka bersujud beberapa saat usai keluar dari tempat yang mengungkungnya beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Vonis Setahun Penjara untuk Sopir Truk

Para mantan napi itu adalah warga binaan lapas yang mendapat remisi umum (RU) dalam kaitan perayaan kemerdekaan RI. Total, ada 463 napi yang mendapatkan diskon masa hukuman. Sebelas di antaranya langsung bebas, karena masa hukumannya habis setelah dipotong remisi.

Para napi yang mendapat remisi harus memenuhi beberapa syarat. Baik itu syarat administratif maupun substantif. Yaitu sesuai Undang-Undang nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan serta Keputusan Presiden (Keppres) nomor 174 tajim 1999 tentang Remisi.

“Syarat administratif yakni narapidana yang bersangkutan sudah divonis atau  mendapat kekuatan hukum tetap,” jelas Kepala Lapas Kelas II A Kediri Asih Widodo.

“Serta sudah menjalani masa hukuman minimal enam bulan masa pidana untuk kasus pidana umum,” tambahnya.

Baca Juga :  Ketahuan Orangtua, Ternyata Pelaku adalah...

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Remisi Rutan Salemba, 506 narapidana mendapatkan RU I dan 17 narapidana mendapat RU II. Dari 17 orang yang mendapat RU II, sebelas narapidana yang bisa menghirup udara bebas setelah pemotongan masa hukuman. Sedangkan sisanya masih menjalani hukuman subsider. Untuk warga binaan yang bebas itu didominasi oleh kasus kriminal seperti pencurian, selain itu ada juga yang kasus narkoba.

“Apabila yang bersangkutan membayar denda maka bisa langsung keluar,” tuturnya.

Asih berharap kepada warga binaan yang masih berada di dalam lapas maupun yang bebas, untuk berperilaku baik. Tidak kembali melakukan perbuatan criminal. Dia juga berharap pemberian pengurangan ini dapat memotivasi warga binaan menjadi lebih baik lagi ke depannya.

“Harapannya bisa kembali ke masyarakat dengan baik, dan tidak lagi mengulangi perbuatanya. Program remisi ini dalam satu tahun ada momen tertentu, termasuk momen hari keagamaan,” terangnya. (ica/fud)

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – “Saya tobat. Saya tak akan mengulangi perbuatan seperti kemarin.” Kalimat ini meluncur dari mulut Wahyudi Salim. Tepat setelah dia bersujud di depan pintu gerbang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri kemarin (17/8). Kedua tangannya kemudian membentang. Memeluk seorang lelaki dan seorang perempuan yang ada di dekatnya.

Pancaran kegembiraan pun terlihat jelas dari wajah lelaki 42 tahun asal Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri ini. Dia seperti meluapkan rasa rindu pada anak dan istrinya, dua orang yang dia peluk itu.

Saya senang bisa berkumpul (dengan) anak dan istri lagi,” ucapnya dengan bibir yang tak terlihat karena tertutup masker biru gelap.

Memang, lelaki yang ditahan karena kasus pencurian itu layak bergembira. Dia, bersama 10 napi lain, bisa merasakan udara bebas kemarin pagi. Bersamaan dengan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia mereka mendapat remisi. Wajar bila kemudian sebelas orang itu meluapkan kegembiraan dengan bersimpuh kemudian meletakkan kepala ke aspal jalan di depan gerbang lapas. Mereka bersujud beberapa saat usai keluar dari tempat yang mengungkungnya beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Ketahuan Orangtua, Ternyata Pelaku adalah...

Para mantan napi itu adalah warga binaan lapas yang mendapat remisi umum (RU) dalam kaitan perayaan kemerdekaan RI. Total, ada 463 napi yang mendapatkan diskon masa hukuman. Sebelas di antaranya langsung bebas, karena masa hukumannya habis setelah dipotong remisi.

Para napi yang mendapat remisi harus memenuhi beberapa syarat. Baik itu syarat administratif maupun substantif. Yaitu sesuai Undang-Undang nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan serta Keputusan Presiden (Keppres) nomor 174 tajim 1999 tentang Remisi.

“Syarat administratif yakni narapidana yang bersangkutan sudah divonis atau  mendapat kekuatan hukum tetap,” jelas Kepala Lapas Kelas II A Kediri Asih Widodo.

“Serta sudah menjalani masa hukuman minimal enam bulan masa pidana untuk kasus pidana umum,” tambahnya.

Baca Juga :  Berangkat Kerja, Tabrak Truk Parkir

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Remisi Rutan Salemba, 506 narapidana mendapatkan RU I dan 17 narapidana mendapat RU II. Dari 17 orang yang mendapat RU II, sebelas narapidana yang bisa menghirup udara bebas setelah pemotongan masa hukuman. Sedangkan sisanya masih menjalani hukuman subsider. Untuk warga binaan yang bebas itu didominasi oleh kasus kriminal seperti pencurian, selain itu ada juga yang kasus narkoba.

“Apabila yang bersangkutan membayar denda maka bisa langsung keluar,” tuturnya.

Asih berharap kepada warga binaan yang masih berada di dalam lapas maupun yang bebas, untuk berperilaku baik. Tidak kembali melakukan perbuatan criminal. Dia juga berharap pemberian pengurangan ini dapat memotivasi warga binaan menjadi lebih baik lagi ke depannya.

“Harapannya bisa kembali ke masyarakat dengan baik, dan tidak lagi mengulangi perbuatanya. Program remisi ini dalam satu tahun ada momen tertentu, termasuk momen hari keagamaan,” terangnya. (ica/fud)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/