29.1 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Dirazia, Tamu di Eks Lokalisasi Pelacuran di Dadapan Kabur 

NGASEM, JP Radar Kediri– Razia kompleks eks lokalisasi pelacuran di Dadapan, Ngasem ramai, Sabtu malam (16/4). Tim gabungan satpol PP, polisi, dan TNI sempat memergoki sekumpulan orang kongko di sana. Para tamu itu semburat kabur dari warung ketika petugas datang.

“Ada yang lari ke sawah. Ada yang ke jalan raya arah SLG (Simpang Lima Gumul),” ungkap Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kabupaten Kediri Yusuf Abraham.

Sebelumnya, menurut dia, terlihat sekitar empat laki-laki yang duduk-duduk. Apakah mereka pelanggan di eks lokalisasi Dadapan? Yusuf mengaku, belum bisa memastikan. “Karena kami cek ke rumah-rumah tidak ada aktivitas. Kemungkinan yang kumpul-kumpul di SLG kalau malam gitu, ya hanya kaget karena banyak petugas datang,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemprov Jatim Alihkan Pembiayaan ke Pemkot lewat APBD

Saat melakukan razia gabungan itu, petugas memang mengecek ke warung-warung. Namun kebanyakan tutup. Petugas tidak menemukan adanya kegiatan transaksi bisnis prostitusi di tempat tersebut.

Hanya saja ada satu kamar yang lampunya menyala. Di dalam pun ketika diperiksa, kondisi kipas angin masih menyala. Lalu, ada celana laki-laki tergantung di pintu.

Anehnya, waktu petugas mencoba mencari penghuninya di permukiman itu tidak ditemukan. Termasuk ketika dilacak hingga ke sawah. Hasilnya, nihil. Mereka tidak menemukan orang yang kemungkinan kabur dari kamar tersebut.

“Tidak bisa dibilang kalau memang masih ada yang transaksi di sini (Dadapan), karena harus bisa dibuktikan dengan tertangkap tangan. Kalau hanya spekulasi seperti itu, kurang kuat,” papar Yusuf.

Petugas pun melakukan komunikasi dengan ketua RT Dadapan. Yusuf mengingatkan bahwa razia dan patroli sewaktu-waktu bakal dilakukan lagi. Ia minta, agar menaati Surat Edaran (SE) Bupati Kediri terkait penutupan tempat hiburan malam (THM). Termasuk karaoke, panti pijat, dan eks lokalisasi.

Baca Juga :  Hitung Togel di Rumah, Kakek Ditangkap Polisi

Selain di Dadapan, Yusuf menyebut, petugas gabungan juga merazia eks lokalisasi Wonojoyo, Gurah. Di sana ditemukan salah satu tempat kos yang ada satu penghuninya. Selanjutnya, kepada orang tersebut diminta menunjukkan kartu identitasnya. Namun tidak ditemukan kecurigaan. 

Bahkan, pemiliknya pun tidak ada di tempat karena telah pulang kampung. “Tetap, semuanya akan kami periksa terus,” pungkas Yusuf. Untuk diketahui, kegiatan razia tim gabungan menyasar enam titik tempat hiburan malam dan dua hotel. (syi/ndr)

 

- Advertisement -

NGASEM, JP Radar Kediri– Razia kompleks eks lokalisasi pelacuran di Dadapan, Ngasem ramai, Sabtu malam (16/4). Tim gabungan satpol PP, polisi, dan TNI sempat memergoki sekumpulan orang kongko di sana. Para tamu itu semburat kabur dari warung ketika petugas datang.

“Ada yang lari ke sawah. Ada yang ke jalan raya arah SLG (Simpang Lima Gumul),” ungkap Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kabupaten Kediri Yusuf Abraham.

Sebelumnya, menurut dia, terlihat sekitar empat laki-laki yang duduk-duduk. Apakah mereka pelanggan di eks lokalisasi Dadapan? Yusuf mengaku, belum bisa memastikan. “Karena kami cek ke rumah-rumah tidak ada aktivitas. Kemungkinan yang kumpul-kumpul di SLG kalau malam gitu, ya hanya kaget karena banyak petugas datang,” ujarnya.

Baca Juga :  Aksi Begal Payudara Mengancam Pesepeda

Saat melakukan razia gabungan itu, petugas memang mengecek ke warung-warung. Namun kebanyakan tutup. Petugas tidak menemukan adanya kegiatan transaksi bisnis prostitusi di tempat tersebut.

Hanya saja ada satu kamar yang lampunya menyala. Di dalam pun ketika diperiksa, kondisi kipas angin masih menyala. Lalu, ada celana laki-laki tergantung di pintu.

Anehnya, waktu petugas mencoba mencari penghuninya di permukiman itu tidak ditemukan. Termasuk ketika dilacak hingga ke sawah. Hasilnya, nihil. Mereka tidak menemukan orang yang kemungkinan kabur dari kamar tersebut.

“Tidak bisa dibilang kalau memang masih ada yang transaksi di sini (Dadapan), karena harus bisa dibuktikan dengan tertangkap tangan. Kalau hanya spekulasi seperti itu, kurang kuat,” papar Yusuf.

Petugas pun melakukan komunikasi dengan ketua RT Dadapan. Yusuf mengingatkan bahwa razia dan patroli sewaktu-waktu bakal dilakukan lagi. Ia minta, agar menaati Surat Edaran (SE) Bupati Kediri terkait penutupan tempat hiburan malam (THM). Termasuk karaoke, panti pijat, dan eks lokalisasi.

Baca Juga :  Sulit Pastikan Orang Nyanyi Pakai Masker, Pengawasan Terkendala

Selain di Dadapan, Yusuf menyebut, petugas gabungan juga merazia eks lokalisasi Wonojoyo, Gurah. Di sana ditemukan salah satu tempat kos yang ada satu penghuninya. Selanjutnya, kepada orang tersebut diminta menunjukkan kartu identitasnya. Namun tidak ditemukan kecurigaan. 

Bahkan, pemiliknya pun tidak ada di tempat karena telah pulang kampung. “Tetap, semuanya akan kami periksa terus,” pungkas Yusuf. Untuk diketahui, kegiatan razia tim gabungan menyasar enam titik tempat hiburan malam dan dua hotel. (syi/ndr)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/