23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Satresnarkoba Amankan 88,2 Ribu Pil Koplo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Polres Nganjuk kembali berhasil menggagalkan peredaran narkoba dalam jumlah besar. Kemarin sore, Tim Rajawali 19 Satresnarkoba berhasil mengamankan 88,2 ribu butir dobel L dari Anis, 31. Selain itu, mereka juga mengamankan sabu-sabu seberat 2,5 gram dari Supriono, 37.

Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto membenarkan tentang penangkapan kakap kasus narkoba tersebut. “Benar, keduanya telah kami amankan guna diperiksa lebih lanjut,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk saat ditemui di Mapolres Nganjuk, tadi malam.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, awalnya petugas melakukan penyelidikan terhadap Supri yang dicurigai sebagai pengedar sabu-sabu. Perugas mendapat informasi jika pria asal Desa Prayungan, Lengkong, itu tengah berada di wisma salah satu eks lokasilisasi di Dusun Kandangan, Desa Kedungrejo, Tanjunganom.

Setelah memastikan keberadaan Supri, petugas akhirnya melakukan penggerebekan. Di sana, petugas mendapati sisa sabu-sabu yang telah dikonsumsinya sekitar 0,5 gram. Lengkap dengan seperangkat alat hisap atau bong.

Supri mengaku mendapatkan serbuk putih tersebut dari suami Anis yang identitasnya masih dirahasiakan. Berniat melakukan pengembangan terhadap perkara sabu-sabu, tim Rajawali 19 justru mendapatkan hasil lain yang justru lebih besar.

Baca Juga :  Nyabu di Rumah Istri Siri, Dibekuk Polisi

Sesuai keterangan Supri, petugas menggelandang pria berambut gondrong itu ke rumah Anis di Desa Karangmojo, Plandaan, Jombang. Setelah menunjukkan surat penggeledahan, petugas akhirnya menyisir rumah tersebut. Terutama di kamar tidurnya. “Saat melakukan penggeledahan, kami juga didampingi oleh perangkat setempat,” timpal Handono.

Setelah digeledah, petugas akhirnya mendapati puluhan bungkus pil dobel L. Di mana per bungkusnya berisi seribu butir pil koplo. Pil tersebut disimpan di sebuah kardus dan tas anyaman. “Total ada 88.200 butir pil dobel L yang ditemukan petugas,” terang orang nomor satu di Polres Nganjuk itu.

Tak hanya puluhan ribu pil koplo, petugas juga mendapati label palsu obat-obatan, plastik roll, dan sebuah alat kemas. Oleh petugas, semua temuan tersebut langsung diamankan. Sementara Anis hanya terduduk tidak dapat melakukan apa-apa.

Terkait kepemilikan pil tersebut, Handono mengaku belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. “Kami masih melakukan pemeriksaan lanjutan terkait hal itu,” tandasnya tentang penangkapan perempuan yang diiringi isak tangis keluarganya itu.

Baca Juga :  Kasatlantas Polres Kediri dan Empat Kapolsek Bergeser

Sementara itu, usai menggelandang Supri ke rumah Anis, tim satresnarkoba ganti membawa Supri ke rumahnya. Dalam penggeledahan di sana, petugas mendapati barang bukti 2 gram sabu-sabu.

Barang haram itu disimpan di bungkus rokok bekas yang disimpan di kamarnya. “Total sabu-sabu yang diamankan sekitar 2,5 gram (ditambah BB di eks lokalisasi, Red),” terang Handono.

Sama seperti Anis, penangkapan Supri juga mengundang tangis dari keluarganya. Terutama neneknya yang menyayangkan perbuatannya. Tak hanya itu, penangkapan itu juga mengundang penasaran dari para tetangganya.

Terpisah, Kasatresnarkoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso menambahkan, Supri diamankan tak hanya sebagai pengguna saja. Namun juga dijerat sebagai pengedar. Sedangkan untuk Anis, sementara masih berstatus saksi. “Anis sementara statusnya masih saksi. Tergantung pemeriksaan lanjutannya seperti apa,” pugkas perwira dengan dua balok emas tersebut.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Polres Nganjuk kembali berhasil menggagalkan peredaran narkoba dalam jumlah besar. Kemarin sore, Tim Rajawali 19 Satresnarkoba berhasil mengamankan 88,2 ribu butir dobel L dari Anis, 31. Selain itu, mereka juga mengamankan sabu-sabu seberat 2,5 gram dari Supriono, 37.

Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto membenarkan tentang penangkapan kakap kasus narkoba tersebut. “Benar, keduanya telah kami amankan guna diperiksa lebih lanjut,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk saat ditemui di Mapolres Nganjuk, tadi malam.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, awalnya petugas melakukan penyelidikan terhadap Supri yang dicurigai sebagai pengedar sabu-sabu. Perugas mendapat informasi jika pria asal Desa Prayungan, Lengkong, itu tengah berada di wisma salah satu eks lokasilisasi di Dusun Kandangan, Desa Kedungrejo, Tanjunganom.

Setelah memastikan keberadaan Supri, petugas akhirnya melakukan penggerebekan. Di sana, petugas mendapati sisa sabu-sabu yang telah dikonsumsinya sekitar 0,5 gram. Lengkap dengan seperangkat alat hisap atau bong.

Supri mengaku mendapatkan serbuk putih tersebut dari suami Anis yang identitasnya masih dirahasiakan. Berniat melakukan pengembangan terhadap perkara sabu-sabu, tim Rajawali 19 justru mendapatkan hasil lain yang justru lebih besar.

Baca Juga :  Nyabu di Rumah Istri Siri, Dibekuk Polisi

Sesuai keterangan Supri, petugas menggelandang pria berambut gondrong itu ke rumah Anis di Desa Karangmojo, Plandaan, Jombang. Setelah menunjukkan surat penggeledahan, petugas akhirnya menyisir rumah tersebut. Terutama di kamar tidurnya. “Saat melakukan penggeledahan, kami juga didampingi oleh perangkat setempat,” timpal Handono.

Setelah digeledah, petugas akhirnya mendapati puluhan bungkus pil dobel L. Di mana per bungkusnya berisi seribu butir pil koplo. Pil tersebut disimpan di sebuah kardus dan tas anyaman. “Total ada 88.200 butir pil dobel L yang ditemukan petugas,” terang orang nomor satu di Polres Nganjuk itu.

Tak hanya puluhan ribu pil koplo, petugas juga mendapati label palsu obat-obatan, plastik roll, dan sebuah alat kemas. Oleh petugas, semua temuan tersebut langsung diamankan. Sementara Anis hanya terduduk tidak dapat melakukan apa-apa.

Terkait kepemilikan pil tersebut, Handono mengaku belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. “Kami masih melakukan pemeriksaan lanjutan terkait hal itu,” tandasnya tentang penangkapan perempuan yang diiringi isak tangis keluarganya itu.

Baca Juga :  Ibnu Divonis 10 Bulan Penjara

Sementara itu, usai menggelandang Supri ke rumah Anis, tim satresnarkoba ganti membawa Supri ke rumahnya. Dalam penggeledahan di sana, petugas mendapati barang bukti 2 gram sabu-sabu.

Barang haram itu disimpan di bungkus rokok bekas yang disimpan di kamarnya. “Total sabu-sabu yang diamankan sekitar 2,5 gram (ditambah BB di eks lokalisasi, Red),” terang Handono.

Sama seperti Anis, penangkapan Supri juga mengundang tangis dari keluarganya. Terutama neneknya yang menyayangkan perbuatannya. Tak hanya itu, penangkapan itu juga mengundang penasaran dari para tetangganya.

Terpisah, Kasatresnarkoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso menambahkan, Supri diamankan tak hanya sebagai pengguna saja. Namun juga dijerat sebagai pengedar. Sedangkan untuk Anis, sementara masih berstatus saksi. “Anis sementara statusnya masih saksi. Tergantung pemeriksaan lanjutannya seperti apa,” pugkas perwira dengan dua balok emas tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/