29.1 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Mengaku Buser, Kades Pandantoyo Peras Sopir

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kepala Desa (Kades) Pandantoyo Khoiril Anwar diringkus petugas Polsek Sukomoro pada Rabu malam (16/12). Kades bertubuh gempal ini ditangkap polisi karena berani memeras dan menipu sopir truk di wilayah Nganjuk.

Menurut Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang, Anwar telah beraksi 11 kali di wilayah hukum Nganjuk. Modusnya, dia mengaku sebagai anggota Resmob Polres Nganjuk. Saat melihat truk melintas, kades tersebut langsung mengejar dengan mengendarai sepeda motor. “Tersangka meminta sopir truk berhenti,” ujarnya.

Saat truk berhenti, Anwar meminta sopir menunjukkan surat-surat mulai dari surat izin mengemudi (SIM), surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan lain-lain. “Ketika sopir truk tidak bisa menunjukkan surat-surat maka tersangka meminta dompet dan handphone korban,” ujar kapolres asal Kota Medan, Sumatera Utara ini.

Baca Juga :  Mayoritas Tersedot untuk Personalia

Agar korban percaya jika Anwar adalah polisi, tersangka menunjukkan borgol. Dia juga mengancam korbannya akan diborgol dan dijebloskan ke tahanan jika tidak mematuhi perintahnya. Setelah korban menyerahkan dompet dan handphone, Anwar meminta korban mengambilnya di mapolsek terdekat.

Pemerasan dan penipuan itu akhirnya terungkap setelah korban mendatangi mapolsek. Ternyata, tidak ada anggota Resmob Polres Nganjuk yang memiliki ciri-ciri seperti Anwar. “Dompet dan handphone korban juga tidak dibawa ke polsek tetapi dibawa lari tersangka,” ujar Boy.

Setelah menerima empat laporan, Polres Nganjuk langsung memburu Anwar. Akhirnya pada Rabu malam (16/12), anggota Polsek Sukomoro melihat Anwar. Mengetahui hal itu, petugas langsung membuntuti tersangka. Akhirnya, Anwar ditangkap di Kecamatan  Nganjuk. “Tersangka tidak melawan saat ditangkap,” ujar kapolres yang menggantikan AKBP Jimmy Tana ini.

Baca Juga :  Paman Tega Perkosa Keponakan

Selain menangkap Anwar, petugas juga mengamankan borgol milik tersangka sebagai barang bukti. Tersangka langsung dijebloskan ke tahanan Mapolres Nganjuk.

Boy mengatakan, kasus ini masih dikembangkan. Karena kabarnya, Anwar tidak hanya memeras sopir truk. Namun, dia juga memeras pedagang kaki lima (PKL). Namun demikian, petugas masih akan memastikan dan menunggu laporan dari korban untuk kasus pemerasan yang dilakukan Anwar.

Lalu berapa uang yang didapat Anwar dari aksinya memeras dan menipu itu? Boy mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka ke polisi, Anwar mendapatkan uang sekitar Rp 20 juta. Karena setiap korban diperas dengan angka bervariasi. Mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 7 juta. Selain itu, handphone korban juga ikut disikat oleh kades itu.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kepala Desa (Kades) Pandantoyo Khoiril Anwar diringkus petugas Polsek Sukomoro pada Rabu malam (16/12). Kades bertubuh gempal ini ditangkap polisi karena berani memeras dan menipu sopir truk di wilayah Nganjuk.

Menurut Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang, Anwar telah beraksi 11 kali di wilayah hukum Nganjuk. Modusnya, dia mengaku sebagai anggota Resmob Polres Nganjuk. Saat melihat truk melintas, kades tersebut langsung mengejar dengan mengendarai sepeda motor. “Tersangka meminta sopir truk berhenti,” ujarnya.

Saat truk berhenti, Anwar meminta sopir menunjukkan surat-surat mulai dari surat izin mengemudi (SIM), surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan lain-lain. “Ketika sopir truk tidak bisa menunjukkan surat-surat maka tersangka meminta dompet dan handphone korban,” ujar kapolres asal Kota Medan, Sumatera Utara ini.

Baca Juga :  Harusnya Dijaga agar Tak Liar

Agar korban percaya jika Anwar adalah polisi, tersangka menunjukkan borgol. Dia juga mengancam korbannya akan diborgol dan dijebloskan ke tahanan jika tidak mematuhi perintahnya. Setelah korban menyerahkan dompet dan handphone, Anwar meminta korban mengambilnya di mapolsek terdekat.

Pemerasan dan penipuan itu akhirnya terungkap setelah korban mendatangi mapolsek. Ternyata, tidak ada anggota Resmob Polres Nganjuk yang memiliki ciri-ciri seperti Anwar. “Dompet dan handphone korban juga tidak dibawa ke polsek tetapi dibawa lari tersangka,” ujar Boy.

Setelah menerima empat laporan, Polres Nganjuk langsung memburu Anwar. Akhirnya pada Rabu malam (16/12), anggota Polsek Sukomoro melihat Anwar. Mengetahui hal itu, petugas langsung membuntuti tersangka. Akhirnya, Anwar ditangkap di Kecamatan  Nganjuk. “Tersangka tidak melawan saat ditangkap,” ujar kapolres yang menggantikan AKBP Jimmy Tana ini.

Baca Juga :  Jadi ODR, Lansia Rawan Terinfeksi

Selain menangkap Anwar, petugas juga mengamankan borgol milik tersangka sebagai barang bukti. Tersangka langsung dijebloskan ke tahanan Mapolres Nganjuk.

Boy mengatakan, kasus ini masih dikembangkan. Karena kabarnya, Anwar tidak hanya memeras sopir truk. Namun, dia juga memeras pedagang kaki lima (PKL). Namun demikian, petugas masih akan memastikan dan menunggu laporan dari korban untuk kasus pemerasan yang dilakukan Anwar.

Lalu berapa uang yang didapat Anwar dari aksinya memeras dan menipu itu? Boy mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka ke polisi, Anwar mendapatkan uang sekitar Rp 20 juta. Karena setiap korban diperas dengan angka bervariasi. Mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 7 juta. Selain itu, handphone korban juga ikut disikat oleh kades itu.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/