25.6 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Polisi Bubarkan Balap Motor Liar

KEDIRI KOTA – Keberisikan suara mesin motor para pembalap liar di sepanjang Jalan Pahlawan Kusuma (PK) Bangsa, Kota Tahu, berakhir usai dirazia polisi. Tim Satlantas Polres Kediri Kota menghentikan kegaduhan itu. Para pelakunya semburat kabur.

Meski begitu, dalam razia Sabtu tengah malam (15/12) hingga Minggu pagi (16/12) tersebut petugas dapat mengamankan sedikitnya 50 sepeda motor. “Kami sengaja menggelar razia balapan liar di sini karena membahayakan. Selain marak, kami juga antisipasi kecelakaan jelang Natal dan Tahun Baru,” terang Kanit Turjawali Satlantas Polresta Ipda Priyo Hadi Setiyo.

Sebanyak puluhan porsonel dilibatkan dalam razia. Dimulai Sabtu pukul 00.00 WIB, kegiatan baru berakhir pukul 02.00 dini hari, kemarin. Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, menjelang tengah malam, beberapa sepeda motor sedang mengambil ancang-ancang di trafict light Jalan PK Bangsa. Jalur jalan itu hanya satu arah.

Pengendaranya membunyikan mesin motornya keras-keras. Mereka siap ngegas. Begitu lampu lalu lintas (lalin) menyala hijau, kendaraan roda dua tersebut langsung ngebut. Ironisnya, aksi ilegal berbahaya ini justru menjadi tontotan sejumlah masyarakat.

Saat para pembalap liar itu melesat, mereka malah bersorak. Namun, warga yang resah mengadukan hal ini ke polisi. Mendapat laporan tersebut, Priyo mengatakan, tim satlantas segera ke tempat kejadian perkara (TKP). Jalur satu arah Jl PK Bangsa pun diblokir.

Baca Juga :  Dor! Spesialis Curanmor Asal Bedali, Ngancar Terkapar

“Kami memblokade trafict light simpang empat yang menuju arah Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Adi Sucipto,” tegasnya. Sementara di sepanjang Jl PK Bangsa, ada anggota berjaga di beberapa titik. Yang lainnya siaga tepat di trafict light. Melihat jalannya diblokade, para pembalap itu berusaha menghindar.

Petugas yang berjaga pun sigap. Namun menghentikan laju motor pembalap liar tersebut tak mudah. Bahkan ada pengendara terjatuh karena putar balik saat menghindari hadangan tim satlantas. Lainnya menyerah. “Saya turun dari sepeda motor Pak,” ujar salah satu pembalap liar yang terjaring razia.

Sebelum digiring ke kantor satlantas, mereka lebih dahulu didata di depan apotik Joyoboyo, Jl Hayam Wuruk. Setelah itu para pembalap ini harus menuntun motornya ke satlantas dengan dikawal polisi. Jaraknya sekitar 500 meter.

Selama dua jam razia, Priyo menyatakan, dapat mengamankan 50 barang bukti sepeda motor. “Mayoritas melakukan pelanggaran bertingkat. Mulai surat-surat tak lengkap hingga perlengkapan kendaraan yang tak standar,” terangnya.

Selain balapan liar, Priyo menyebut, razia kemarin bertujuan menekan tindak kriminal lainnya. Terutama, kasus curanmor yang belakangan juga marak. “Razia ini bisa mendeteksi penggunaan kendaraan hasil curanmor. Makanya, nanti akan terus kami galakkan,” paparnya.

Baca Juga :  Kisah Menarik di Era Kolonial dan Kemerdekaan (1)

Priyo berharap, razia tersebut bisa membuat pembalap liar jera. Selain mengamankan motor, petugas juga menyita beberapa surat kendaraan. “Untuk mengambilnya, pengendara harus membawa perlengkapan motor yang standar,” jelasnya.

 

Razia Balapan Ilegal

Sabtu malam (15/12)

–         Jelang tengah malam 00.00, puluhan pengendara sepeda motor menggelar balap liar di Jl PK Bangsa, Kota Kediri

–         Rute balapan jalur satu arah, Jl PK Bangsa – Jl Hayam Wuruk

–         Pukul 00.00 Satlantas Polres Kediri Kota Menerima laporan balapan ilegal

–         Tim petugas satlantas segera menuju TKP

 

Minggu dini hari (16/12)

–         Tim satlantas membuat blokade di simpang empat arah Jl Hayam Wuruk dan Jl Adi Sucipto

–         Jalan terblokir, para pembalap liar putar arah. Sebagian kabur, namun lainnya terjaring razia. Sebagian lagi menyerahkan diri.

–         Razia berakhir sekitar pukul 02.00 WIB.

–         Barang bukti sebanyak 50 sepeda motor diamankan di satlantas

 

 

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Keberisikan suara mesin motor para pembalap liar di sepanjang Jalan Pahlawan Kusuma (PK) Bangsa, Kota Tahu, berakhir usai dirazia polisi. Tim Satlantas Polres Kediri Kota menghentikan kegaduhan itu. Para pelakunya semburat kabur.

Meski begitu, dalam razia Sabtu tengah malam (15/12) hingga Minggu pagi (16/12) tersebut petugas dapat mengamankan sedikitnya 50 sepeda motor. “Kami sengaja menggelar razia balapan liar di sini karena membahayakan. Selain marak, kami juga antisipasi kecelakaan jelang Natal dan Tahun Baru,” terang Kanit Turjawali Satlantas Polresta Ipda Priyo Hadi Setiyo.

Sebanyak puluhan porsonel dilibatkan dalam razia. Dimulai Sabtu pukul 00.00 WIB, kegiatan baru berakhir pukul 02.00 dini hari, kemarin. Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, menjelang tengah malam, beberapa sepeda motor sedang mengambil ancang-ancang di trafict light Jalan PK Bangsa. Jalur jalan itu hanya satu arah.

Pengendaranya membunyikan mesin motornya keras-keras. Mereka siap ngegas. Begitu lampu lalu lintas (lalin) menyala hijau, kendaraan roda dua tersebut langsung ngebut. Ironisnya, aksi ilegal berbahaya ini justru menjadi tontotan sejumlah masyarakat.

Saat para pembalap liar itu melesat, mereka malah bersorak. Namun, warga yang resah mengadukan hal ini ke polisi. Mendapat laporan tersebut, Priyo mengatakan, tim satlantas segera ke tempat kejadian perkara (TKP). Jalur satu arah Jl PK Bangsa pun diblokir.

Baca Juga :  Polres Kediri Tangkap Perempuan Pengedar Sabu-Sabu Asal Semampir

“Kami memblokade trafict light simpang empat yang menuju arah Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Adi Sucipto,” tegasnya. Sementara di sepanjang Jl PK Bangsa, ada anggota berjaga di beberapa titik. Yang lainnya siaga tepat di trafict light. Melihat jalannya diblokade, para pembalap itu berusaha menghindar.

Petugas yang berjaga pun sigap. Namun menghentikan laju motor pembalap liar tersebut tak mudah. Bahkan ada pengendara terjatuh karena putar balik saat menghindari hadangan tim satlantas. Lainnya menyerah. “Saya turun dari sepeda motor Pak,” ujar salah satu pembalap liar yang terjaring razia.

Sebelum digiring ke kantor satlantas, mereka lebih dahulu didata di depan apotik Joyoboyo, Jl Hayam Wuruk. Setelah itu para pembalap ini harus menuntun motornya ke satlantas dengan dikawal polisi. Jaraknya sekitar 500 meter.

Selama dua jam razia, Priyo menyatakan, dapat mengamankan 50 barang bukti sepeda motor. “Mayoritas melakukan pelanggaran bertingkat. Mulai surat-surat tak lengkap hingga perlengkapan kendaraan yang tak standar,” terangnya.

Selain balapan liar, Priyo menyebut, razia kemarin bertujuan menekan tindak kriminal lainnya. Terutama, kasus curanmor yang belakangan juga marak. “Razia ini bisa mendeteksi penggunaan kendaraan hasil curanmor. Makanya, nanti akan terus kami galakkan,” paparnya.

Baca Juga :  Belum Nikah, Sudah Satu Kamar di Kos

Priyo berharap, razia tersebut bisa membuat pembalap liar jera. Selain mengamankan motor, petugas juga menyita beberapa surat kendaraan. “Untuk mengambilnya, pengendara harus membawa perlengkapan motor yang standar,” jelasnya.

 

Razia Balapan Ilegal

Sabtu malam (15/12)

–         Jelang tengah malam 00.00, puluhan pengendara sepeda motor menggelar balap liar di Jl PK Bangsa, Kota Kediri

–         Rute balapan jalur satu arah, Jl PK Bangsa – Jl Hayam Wuruk

–         Pukul 00.00 Satlantas Polres Kediri Kota Menerima laporan balapan ilegal

–         Tim petugas satlantas segera menuju TKP

 

Minggu dini hari (16/12)

–         Tim satlantas membuat blokade di simpang empat arah Jl Hayam Wuruk dan Jl Adi Sucipto

–         Jalan terblokir, para pembalap liar putar arah. Sebagian kabur, namun lainnya terjaring razia. Sebagian lagi menyerahkan diri.

–         Razia berakhir sekitar pukul 02.00 WIB.

–         Barang bukti sebanyak 50 sepeda motor diamankan di satlantas

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/