27.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Menangis saat Pamitan dengan Tahanan Lain di Rutan Kejati Jatim

Suasana haru terasa di Rutan Kejati Jatim kemarin siang. Saat Bupati nonaktif Novi Rahman Hidhayat berpamitan dengan tahanan di sana, air matanya tak terbendung. Para tahanan yang melepas kepergian Novi juga menangis. Mereka berpelukan sebelum Novi bersama enam anak buahnya masuk ke bus tahanan Kejaksaan Negeri Nganjuk menuju ke Rutan Klas II-B Nganjuk. Sehingga, pamitan ini berlangsung cukup lama. “Saling tangis-tangisan. Jadi, kami beri kesempatan dulu,” ujar Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Nganjuk Andie Wicaksono kemarin.

Sebenarnya, kejaksaan tidak menduga jika pindahnya Novi dari Rutan Kejati di Surabaya ini akan membuat penghuni di sana merasa sangat kehilangan. Karena itu, tidak ada dalam agenda pamitan. Hanya proses administrasi dan Novi dkk diizinkan pamit sebentar. Namun ternyata, penghuni di sana dan Novi sudah saling menyanyangi. Mereka juga sudah akrab. Apalagi, Novi dkk sudah berada di Rutan Kejati Surabaya sejak 18 Oktober 2021. Itu artinya, dia sudah di sana sekitar empat bulan.

Baca Juga :  Upaya Dinkes Tekan Stunting di Tengah Pandemi Covid-19

Andie mengatakan, Novi dengan para tahanan di Rutan Kejati sudah akrab. Bahkan, saat Novi dkk diberitahu akan dipindah, Novi sebenarnya menolak. Namun, karena kapasitas Rutan Kejati di Surabaya overload maka dia harus mau dipindah ke Rutan Klas II-B Nganjuk.

Menurut Andie, selama di Rutan Kejati, Novi rajin beribadah. Dia menjadi panutan tahanan lain. Apalagi, secara ilmu agama, Novi juga dianggap lebih menguasai. Sehingga, Novi sering memberi tausiyah. “Novi juga rajin puasa sunnah juga di tahanan,” ujarnya.

- Advertisement -

Suasana haru terasa di Rutan Kejati Jatim kemarin siang. Saat Bupati nonaktif Novi Rahman Hidhayat berpamitan dengan tahanan di sana, air matanya tak terbendung. Para tahanan yang melepas kepergian Novi juga menangis. Mereka berpelukan sebelum Novi bersama enam anak buahnya masuk ke bus tahanan Kejaksaan Negeri Nganjuk menuju ke Rutan Klas II-B Nganjuk. Sehingga, pamitan ini berlangsung cukup lama. “Saling tangis-tangisan. Jadi, kami beri kesempatan dulu,” ujar Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Nganjuk Andie Wicaksono kemarin.

Sebenarnya, kejaksaan tidak menduga jika pindahnya Novi dari Rutan Kejati di Surabaya ini akan membuat penghuni di sana merasa sangat kehilangan. Karena itu, tidak ada dalam agenda pamitan. Hanya proses administrasi dan Novi dkk diizinkan pamit sebentar. Namun ternyata, penghuni di sana dan Novi sudah saling menyanyangi. Mereka juga sudah akrab. Apalagi, Novi dkk sudah berada di Rutan Kejati Surabaya sejak 18 Oktober 2021. Itu artinya, dia sudah di sana sekitar empat bulan.

Baca Juga :  Bisa Tampung 54 Pasien

Andie mengatakan, Novi dengan para tahanan di Rutan Kejati sudah akrab. Bahkan, saat Novi dkk diberitahu akan dipindah, Novi sebenarnya menolak. Namun, karena kapasitas Rutan Kejati di Surabaya overload maka dia harus mau dipindah ke Rutan Klas II-B Nganjuk.

Menurut Andie, selama di Rutan Kejati, Novi rajin beribadah. Dia menjadi panutan tahanan lain. Apalagi, secara ilmu agama, Novi juga dianggap lebih menguasai. Sehingga, Novi sering memberi tausiyah. “Novi juga rajin puasa sunnah juga di tahanan,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/