26 C
Kediri
Tuesday, August 9, 2022

Bongkar Makam, Polisi Curiga Perempuan Asal Keling Meninggal Tak Wajar

KEPUNG, JP Radar Kediri – Polres Kediri membongkar makam Asrokah, 65, warga Desa Keling, Kecamatan Kepung yang meninggal Rabu, pekan lalu (10/3). Satreskrim ingin memastikan penyebab kematiannya. Pasalnya, perempuan pemilik toko kelontong itu diduga meninggal tak wajar. 

Ketika ditemukan warga, korban mengalami luka di kepala bagian belakang. Dugaan awal terkena benturan benda tumpul. Bersamaan dengan kematiannya, gelang emas yang biasa dikenakan Asrokah hilang. 

Karena itu, pagi kemarin sekitar pukul 08.00 satreskrim, tim identifikasi polres bersama petugas medis membongkar kuburannya di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat. Selanjutnya, jenazah pedagang peracangan tersebut akan diotopsi. 

“Jadi kita ingin mengecek, apakah benar korban meninggal secara wajar,” ungkap Kasatreskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar pada koran ini. 

Baca Juga :  Periksa Mantan Karyawan Bobby

Dia mengaku, curiga meninggalnya Asrokah merupakan korban pembunuhan. Proses otopsi dilakukan dengan cepat. Pembedahan mayat yang telah dimakamkan sekitar enam hari itu dilakukan di TPU. “Setelah selesai, jenazahnya kembali dikuburkan,” kata Gilang.

Dari hasil pemeriksaan mayat, kasatreskrim mengungkapkan bahwa terdapat luka kepala di kepala Asrokah. Tepatnya di bagian belakang. Dugaan awal, korban terkena hantaman benda tumpul hingga meninggal.

Mengetahui fakta tersebut, hingga kemarin satreskrim masih mengembangkan penyelidikan. Hal itu, menurut Gilang, untuk memastikan apakah benar korban meninggal akibat pembunuhan. Atau karena hal yang lain masih belum bisa disimpulkan. “Kita tunggu saja,” ujarnya. 

Pada peristiwa pada 10 Maret itu Asrokah yang biasa berjualan di tokonya tiba-tiba ditemukan meninggal oleh warga yang akan membeli. Posisinya telentang di lantai toko. Si pembeli langsung menghubungi Imam Baihaqi, anak Asrokah. Kejadian ini dilaporkan perangkat desa lalu diteruskan ke polisi. Kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) di Pare. Saat itulah dalam pemeriksaan petugas rumah sakit diketahui ada luka yang diduga akibat benturan benda tumpul di kepala. (c4/ndr)

Baca Juga :  Anggap Mantan Camat Kras Berbelit, Ini Tuntutan Jaksa

- Advertisement -

KEPUNG, JP Radar Kediri – Polres Kediri membongkar makam Asrokah, 65, warga Desa Keling, Kecamatan Kepung yang meninggal Rabu, pekan lalu (10/3). Satreskrim ingin memastikan penyebab kematiannya. Pasalnya, perempuan pemilik toko kelontong itu diduga meninggal tak wajar. 

Ketika ditemukan warga, korban mengalami luka di kepala bagian belakang. Dugaan awal terkena benturan benda tumpul. Bersamaan dengan kematiannya, gelang emas yang biasa dikenakan Asrokah hilang. 

Karena itu, pagi kemarin sekitar pukul 08.00 satreskrim, tim identifikasi polres bersama petugas medis membongkar kuburannya di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat. Selanjutnya, jenazah pedagang peracangan tersebut akan diotopsi. 

“Jadi kita ingin mengecek, apakah benar korban meninggal secara wajar,” ungkap Kasatreskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar pada koran ini. 

Baca Juga :  Periksa Oknum Guru Ngaji Cabul 4 Jam

Dia mengaku, curiga meninggalnya Asrokah merupakan korban pembunuhan. Proses otopsi dilakukan dengan cepat. Pembedahan mayat yang telah dimakamkan sekitar enam hari itu dilakukan di TPU. “Setelah selesai, jenazahnya kembali dikuburkan,” kata Gilang.

Dari hasil pemeriksaan mayat, kasatreskrim mengungkapkan bahwa terdapat luka kepala di kepala Asrokah. Tepatnya di bagian belakang. Dugaan awal, korban terkena hantaman benda tumpul hingga meninggal.

Mengetahui fakta tersebut, hingga kemarin satreskrim masih mengembangkan penyelidikan. Hal itu, menurut Gilang, untuk memastikan apakah benar korban meninggal akibat pembunuhan. Atau karena hal yang lain masih belum bisa disimpulkan. “Kita tunggu saja,” ujarnya. 

Pada peristiwa pada 10 Maret itu Asrokah yang biasa berjualan di tokonya tiba-tiba ditemukan meninggal oleh warga yang akan membeli. Posisinya telentang di lantai toko. Si pembeli langsung menghubungi Imam Baihaqi, anak Asrokah. Kejadian ini dilaporkan perangkat desa lalu diteruskan ke polisi. Kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) di Pare. Saat itulah dalam pemeriksaan petugas rumah sakit diketahui ada luka yang diduga akibat benturan benda tumpul di kepala. (c4/ndr)

Baca Juga :  Lansia Bejat Bisa Sampai Akhir Hayat di Penjara

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/