25 C
Kediri
Thursday, July 7, 2022

Tukang Becak Jadi Saksi Meringankan Novi

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Bupati nonaktif Novi Rahman Hidhayat menghadirkan empat saksi meringankan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya kemarin. Empat saksi tersebut adalah Sukarsi dan Tarmidi, keduanya tukang becak yang biasa di Kota Angin. Kemudian, dua saksi yang lain adalah Yoyok Yuwono dan Arif Budi, keduanya staf penyaluran zakat PT Tunas Jaya Abadi Grup.  

Dalam kesaksiannya, Sukarsi mengaku sering mendapat bantuan dari Novi. Setiap tahun, dia mendapat bantuan sembako dari Novi. “Beliau (Novi, Red) orangnya baik dan suka memberikan bantuan,” ujarnya.

Sementara itu, Yoyok mengatakan, dia mendapat tugas untuk menyalurkan zakat dari perusahaan yang dipimpin Novi. Setiap kecamatan di Nganjuk, mendapat zakat 1 ton beras. “20 kecamatan mendapatkan zakat semua,” ujarnya.

Baca Juga :  Kurang Tiga Bulan Baru Capai 63 Persen

Secara terpisah, Tis’at Afriyandi, penasihat hukum (PH) Novi, menjelaskan jika kliennya selalu memberikan bantuan kepada warga kurang mampu selama delapan tahun. Bantuan yang diberikan dalam bentuk beras. Setiap penerima mendapatkan 5 kilogram beras.

Berdasar keterangan saksi tersebut, Tis’at menegaskan bahwa nominal uang operasi tangkap tangan (OTT) itu sangat kecil. Pasalnya, untuk mengambil uang Rp 1 miliar dari perusahaan saja sangat mudah. “Ini kalau dibandingkan dengan uang OTT tentu tidak sebanding. Yang katanya cuma Rp 11 juta atau Rp 15 juta,” katanya.

Lebih jauh, Tis’at mengatakan bahwa para saksi tersebut dihadirkan untuk menunjukkan kepada publik kalau aksi sosial Novi sangat besar. Tidak sebanding dengan nilai OTT yang selama ini digaungkan.

Baca Juga :  Residivis Curi Ternak Masuk Bui Lagi

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andie Wicaksono mengatakan, para saksi yang dihadirkan tersebut tidak sesuai dengan perkara yang sedang disidangkan. Karena mereka juga tidak tahu-menahu terkait pokok perkara yang dihadapi Novi. “Saya tanya kepada saksi juga tidak mengetahui apa pun tentang perkara ini. Saya tidak melanjutkan bertanya lagi,” ujarnya.

Karena itu, persidangan tersebut hanya berlangsung sangat singkat. Yakni sekitar 30 menit saja. Dari pukul 09.30 WIB hingga 10.00 WIB. Hal itu lantaran keterangan saksi dinilai melenceng dari poin perkara yang didakwakan jaksa. “Kami tetap pada dakwaan. Biar publik yang menilai,” pungkas Andie.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Bupati nonaktif Novi Rahman Hidhayat menghadirkan empat saksi meringankan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya kemarin. Empat saksi tersebut adalah Sukarsi dan Tarmidi, keduanya tukang becak yang biasa di Kota Angin. Kemudian, dua saksi yang lain adalah Yoyok Yuwono dan Arif Budi, keduanya staf penyaluran zakat PT Tunas Jaya Abadi Grup.  

Dalam kesaksiannya, Sukarsi mengaku sering mendapat bantuan dari Novi. Setiap tahun, dia mendapat bantuan sembako dari Novi. “Beliau (Novi, Red) orangnya baik dan suka memberikan bantuan,” ujarnya.

Sementara itu, Yoyok mengatakan, dia mendapat tugas untuk menyalurkan zakat dari perusahaan yang dipimpin Novi. Setiap kecamatan di Nganjuk, mendapat zakat 1 ton beras. “20 kecamatan mendapatkan zakat semua,” ujarnya.

Baca Juga :  Tepergok Mencuri, Warga asal Mojoroto Ditangkap Massa 

Secara terpisah, Tis’at Afriyandi, penasihat hukum (PH) Novi, menjelaskan jika kliennya selalu memberikan bantuan kepada warga kurang mampu selama delapan tahun. Bantuan yang diberikan dalam bentuk beras. Setiap penerima mendapatkan 5 kilogram beras.

Berdasar keterangan saksi tersebut, Tis’at menegaskan bahwa nominal uang operasi tangkap tangan (OTT) itu sangat kecil. Pasalnya, untuk mengambil uang Rp 1 miliar dari perusahaan saja sangat mudah. “Ini kalau dibandingkan dengan uang OTT tentu tidak sebanding. Yang katanya cuma Rp 11 juta atau Rp 15 juta,” katanya.

Lebih jauh, Tis’at mengatakan bahwa para saksi tersebut dihadirkan untuk menunjukkan kepada publik kalau aksi sosial Novi sangat besar. Tidak sebanding dengan nilai OTT yang selama ini digaungkan.

Baca Juga :  Gelem Manak, Ora Gelem Ngrumat Anak

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andie Wicaksono mengatakan, para saksi yang dihadirkan tersebut tidak sesuai dengan perkara yang sedang disidangkan. Karena mereka juga tidak tahu-menahu terkait pokok perkara yang dihadapi Novi. “Saya tanya kepada saksi juga tidak mengetahui apa pun tentang perkara ini. Saya tidak melanjutkan bertanya lagi,” ujarnya.

Karena itu, persidangan tersebut hanya berlangsung sangat singkat. Yakni sekitar 30 menit saja. Dari pukul 09.30 WIB hingga 10.00 WIB. Hal itu lantaran keterangan saksi dinilai melenceng dari poin perkara yang didakwakan jaksa. “Kami tetap pada dakwaan. Biar publik yang menilai,” pungkas Andie.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/