23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Periksa Oknum Guru Ngaji Cabul 4 Jam

PRAMBON, JP Radar Nganjuk- Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru ngaji asal Ngronggot berinisial AM memasuki babak baru. Kemarin (13/8), Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Nganjuk memanggil terlapor untuk dimintai keterangan. Namun, dalam pemanggilan tersebut polisi belum menaikkan status terlapor menjadi tersangka. “Statusnya masih saksi,” ujar Kasatreksrim Polres Nganjuk AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan.

Dari pantauan wartawan koran ini, AM datang ke Mapolres Nganjuk dengan diantar tiga saudaranya. AM datang dengan menggunakan kendaraan Toyota Avanza warna silver. Setelah datang sekitar pukul 08.00, terlapor langsung masuk ke ruang Unit PPA untuk diperiksa.

Selama empat jam, AM diperiksa intensif. Sayang, saat keluar dari ruang pemeriksaan bersama  Kanit PPA Polres Nganjuk Iptu Sudarsini, AM enggan berkomentar. Dia langsung meninggalkan Mapolres Nganjuk dengan naik mobil. “Terlapor kami periksa untuk kroscek keterangan dari korban dan saksi-saksi,” ujar Niko.

Baca Juga :  Sekolah Sepi Peminat 

Sayang, kasatreskrim asal Jogjakarta ini enggan membeberkan keterangan AM kepada penyidik. “Nanti saja,” elaknya.

Niko mengatakan, dia membutuhkan waktu sekitar seminggu untuk memastikan apakah dalam kasus dugaan pencabulan ini ada tersangka. “Minggu depan kami akan putuskan apakah ada tersangka atau tidak,” ujarnya.

Untuk diketahui, Lara (bukan nama sebenarnya, Red) melaporkan AM, guru ngajinya pada 4 Agustus. Menurut korban, AM mencabulinya di kamar mandi. Perbuatan tersebut dilakukan sejak dua tahun lalu. Ternyata, korban AM tidak hanya Lara. Tetapi ada dua teman Lara yang masih berusia 13 tahun juga mengaku pernah dicabuli AM. Untuk membuktikan dugaan pencabulan itu, PPA Polres Nganjuk memeriksa AM.

Baca Juga :  Layani Pengisian BBM ke Drum, SPBU Wonorejo Terbakar
- Advertisement -

PRAMBON, JP Radar Nganjuk- Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru ngaji asal Ngronggot berinisial AM memasuki babak baru. Kemarin (13/8), Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Nganjuk memanggil terlapor untuk dimintai keterangan. Namun, dalam pemanggilan tersebut polisi belum menaikkan status terlapor menjadi tersangka. “Statusnya masih saksi,” ujar Kasatreksrim Polres Nganjuk AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan.

Dari pantauan wartawan koran ini, AM datang ke Mapolres Nganjuk dengan diantar tiga saudaranya. AM datang dengan menggunakan kendaraan Toyota Avanza warna silver. Setelah datang sekitar pukul 08.00, terlapor langsung masuk ke ruang Unit PPA untuk diperiksa.

Selama empat jam, AM diperiksa intensif. Sayang, saat keluar dari ruang pemeriksaan bersama  Kanit PPA Polres Nganjuk Iptu Sudarsini, AM enggan berkomentar. Dia langsung meninggalkan Mapolres Nganjuk dengan naik mobil. “Terlapor kami periksa untuk kroscek keterangan dari korban dan saksi-saksi,” ujar Niko.

Baca Juga :  Dua Kali! Wanita Asal Pesantren Nekat Gantung Diri di Rumah

Sayang, kasatreskrim asal Jogjakarta ini enggan membeberkan keterangan AM kepada penyidik. “Nanti saja,” elaknya.

Niko mengatakan, dia membutuhkan waktu sekitar seminggu untuk memastikan apakah dalam kasus dugaan pencabulan ini ada tersangka. “Minggu depan kami akan putuskan apakah ada tersangka atau tidak,” ujarnya.

Untuk diketahui, Lara (bukan nama sebenarnya, Red) melaporkan AM, guru ngajinya pada 4 Agustus. Menurut korban, AM mencabulinya di kamar mandi. Perbuatan tersebut dilakukan sejak dua tahun lalu. Ternyata, korban AM tidak hanya Lara. Tetapi ada dua teman Lara yang masih berusia 13 tahun juga mengaku pernah dicabuli AM. Untuk membuktikan dugaan pencabulan itu, PPA Polres Nganjuk memeriksa AM.

Baca Juga :  Bertambah Dua Pasien Positif

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/