26.1 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Kasus Buang Bayi di Banjaran Kediri: MYP Melahirkan di Kamar Mandi

KOTA, JP Radar Kediri – Polisi memang telah menetapkan MYP, wanita yang beralamat di Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota, sebagai pembuang bayi. Namun, tugas polisi mengungkap kasus penemuan bayi itu masih belum selesai. Kini mereka ganti memburu siapa yang menghamili gadis berusia 19 tahun itu.

Ya, pelaku pembuangan bayi itu memang masih berstatus belum menikah. Alasan dia membuang sang bayi yang baru dilahirkan juga karena itu, malu karena hamil di luar nikah.

Sayang, polisi masih harus bersabar untuk mengorek keterangan dari mulut tersangka pembuang bayi itu. Kondisinya masih belum memungkinkan. Baik dari sisi fisik maupun psikologisnya masih drop.

“Saat ini MYP masih dalam perawatan medis setelah melahirkan,” terang Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Girindra Wardana kemarin.

Berdasarkan keterangan yang digali polisi dari tersangka, aksi pembuangan bayi itu dilakukan beberapa saat setelah dia melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut. Yaitu pada Jumat (13/8). Sedangkan jasad bayi baru ditemukan Sabtu sore (14/8). Hal itulah yang membuat kondisi tubuh bayi sudah mulai membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap.

Tak ada saksi yang mengetahui proses kelahiran itu. Sebab, MYP melakukannya seorang diri. Lokasinya di kamar mandi rumahnya, sekitar pukul 08.00. Kebetulan rumah itu dalam kondisi sepi karena ibu MYP, Dewi Mariana, berada di rumah sakit. Ironisnya, Dewi di rumah sakit karena hendak melahirkan.

Berdasar pengakuan MYP, bayi masih dalam kondisi bernapas ketika dia lahirkan. Hanya, kondisinya sudah membiru. Juga tidak mengeluarkan suara tangis. Itulah yang membuat para tetangga juga tak menaruh kecurigaan.

Baca Juga :  Warga Pasuruan Tewas Tertembak Senapan Angin di Karangsemi Gondang

MYP tak langsung membuang buah hatinya itu usai melahirkan. Dia memilih beristirahat terlebih dulu karena kelelahan dalam proses bersalinnya. Setelah tenaganya mulai pulih dia akhirnya membuang di Sungai Kresek. Proses pembuangan bayi itu sekitar pukul 09.00.

Tersangka diperkirakan membungkus bayinya itu dengan kresek. Kemudian menentengnya dan membawa ke sungai yang tak jauh dari rumahnya. Setelah membuang bayinya MYP segera balik ke rumahnya lagi. Tidak ada orang yang melihat aksi gadis yang baru lulus SMA ini.

Menariknya, penangkapan MYP terbilang tak disengaja. Awalnya polisi menyisir orang-orang yang dalam kondisi hamil. Termasuk ibu pelaku. Saat mendatangi rumah Dewi, polisi justru curiga dengan kondisi MYP.

Diberitakan sebelumnya, warga sekitar Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kediri dibuat geger dengan penemuan jasad bayi di Kali Kresek. Bayi itu mengapung dalam kondisi yang sudah mulai membusuk. Penemuan terjadi Sabtu (14/8) sekitar pukul 14.15.

Orang pertama kali yang melihat mayat bayi itu adalah gadis bernama Casila. Dia  yang saat itu melintas sungai setelah membeli makanan bersama teman-temannya. Pertama kali melihat, semula gadis berusia 14 tahun ini mengira ada boneka bayi dibuang di sungai. Namun ketika ia dekati, rupanya benda itu adalah benar-benar tubuh bayi. Namun dalam kondisi yang sudah tak bernyawa.

Baca Juga :  Lansia Asal Kepung Bunuh Diri Cebur ke Sumur

Melihat kejadian tersebut, Casila langsung melaporkan ke Ketua RT Mispan. Yang kemudian langsung menuju lokasi. Setelah melihat secara langsung, Mispan kemudian menghubungi bhintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (bhabinkamtibmas) yang dilanjutkan ke Polsek Kediri Kota.

Sekitar pukul 15.00 WIB petugas Inafis Polres Kediri Kota datang melakukan evakuasi. Proses evakuasi berjalan sekitar setengah jam. Tubuh tak bernyawa bayi malang tersebut kemudian dimasukan ke dalam plastik bening. Selanjutnya dilarikan ke RS Bhayangkara untuk otopsi.

Berjarak sekitar dua atau tiga jam setelah melakukan penyelidikan polisi akhirnya mengamankan MYP. Dia kemudian ditetapkan sebagai tersangka pembuang banyi sekitar pukul 17.00 WIB. Penetapan itu setelah yang bersangkutan mengakui sebagai ibu bayi sekaligus pembuang bayi tersebut. (ara/fud)

 

Menyisir Orang Hamil, Memergoki Tersangka

 

–         Setelah mendapat laporan penemuan mayat bayi di Sungai Kresek polisi melakukan pendataan ibu hamil di sekitar lokasi kejadian. Salah satu nama yang diperoleh polisi adalah Dewi Mariana.

–         Saat mendatangi rumah Dewi, ternyata yang dicari sedang berada di rumah sakit. Tengah menjalani proses persalinan. Yang menemui polisi adalah tersangka MYP.

–         Polisi curiga melihat kondisi MYP yang pucat serta cara berjalannya yang tertatih-tatih. Polisi pun melakukan interogasi. MYP akhirnya mengaku dia baru melahirkan dan yang membuang bayi tersebut ke sungai.

–         Polisi menahan MYP dan menetapkan sebagai tersangka.

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Polisi memang telah menetapkan MYP, wanita yang beralamat di Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota, sebagai pembuang bayi. Namun, tugas polisi mengungkap kasus penemuan bayi itu masih belum selesai. Kini mereka ganti memburu siapa yang menghamili gadis berusia 19 tahun itu.

Ya, pelaku pembuangan bayi itu memang masih berstatus belum menikah. Alasan dia membuang sang bayi yang baru dilahirkan juga karena itu, malu karena hamil di luar nikah.

Sayang, polisi masih harus bersabar untuk mengorek keterangan dari mulut tersangka pembuang bayi itu. Kondisinya masih belum memungkinkan. Baik dari sisi fisik maupun psikologisnya masih drop.

“Saat ini MYP masih dalam perawatan medis setelah melahirkan,” terang Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Girindra Wardana kemarin.

Berdasarkan keterangan yang digali polisi dari tersangka, aksi pembuangan bayi itu dilakukan beberapa saat setelah dia melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut. Yaitu pada Jumat (13/8). Sedangkan jasad bayi baru ditemukan Sabtu sore (14/8). Hal itulah yang membuat kondisi tubuh bayi sudah mulai membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap.

Tak ada saksi yang mengetahui proses kelahiran itu. Sebab, MYP melakukannya seorang diri. Lokasinya di kamar mandi rumahnya, sekitar pukul 08.00. Kebetulan rumah itu dalam kondisi sepi karena ibu MYP, Dewi Mariana, berada di rumah sakit. Ironisnya, Dewi di rumah sakit karena hendak melahirkan.

Berdasar pengakuan MYP, bayi masih dalam kondisi bernapas ketika dia lahirkan. Hanya, kondisinya sudah membiru. Juga tidak mengeluarkan suara tangis. Itulah yang membuat para tetangga juga tak menaruh kecurigaan.

Baca Juga :  Berniat Kembalikan Uang setelah Dilaporkan

MYP tak langsung membuang buah hatinya itu usai melahirkan. Dia memilih beristirahat terlebih dulu karena kelelahan dalam proses bersalinnya. Setelah tenaganya mulai pulih dia akhirnya membuang di Sungai Kresek. Proses pembuangan bayi itu sekitar pukul 09.00.

Tersangka diperkirakan membungkus bayinya itu dengan kresek. Kemudian menentengnya dan membawa ke sungai yang tak jauh dari rumahnya. Setelah membuang bayinya MYP segera balik ke rumahnya lagi. Tidak ada orang yang melihat aksi gadis yang baru lulus SMA ini.

Menariknya, penangkapan MYP terbilang tak disengaja. Awalnya polisi menyisir orang-orang yang dalam kondisi hamil. Termasuk ibu pelaku. Saat mendatangi rumah Dewi, polisi justru curiga dengan kondisi MYP.

Diberitakan sebelumnya, warga sekitar Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kediri dibuat geger dengan penemuan jasad bayi di Kali Kresek. Bayi itu mengapung dalam kondisi yang sudah mulai membusuk. Penemuan terjadi Sabtu (14/8) sekitar pukul 14.15.

Orang pertama kali yang melihat mayat bayi itu adalah gadis bernama Casila. Dia  yang saat itu melintas sungai setelah membeli makanan bersama teman-temannya. Pertama kali melihat, semula gadis berusia 14 tahun ini mengira ada boneka bayi dibuang di sungai. Namun ketika ia dekati, rupanya benda itu adalah benar-benar tubuh bayi. Namun dalam kondisi yang sudah tak bernyawa.

Baca Juga :  Lansia Asal Kepung Bunuh Diri Cebur ke Sumur

Melihat kejadian tersebut, Casila langsung melaporkan ke Ketua RT Mispan. Yang kemudian langsung menuju lokasi. Setelah melihat secara langsung, Mispan kemudian menghubungi bhintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (bhabinkamtibmas) yang dilanjutkan ke Polsek Kediri Kota.

Sekitar pukul 15.00 WIB petugas Inafis Polres Kediri Kota datang melakukan evakuasi. Proses evakuasi berjalan sekitar setengah jam. Tubuh tak bernyawa bayi malang tersebut kemudian dimasukan ke dalam plastik bening. Selanjutnya dilarikan ke RS Bhayangkara untuk otopsi.

Berjarak sekitar dua atau tiga jam setelah melakukan penyelidikan polisi akhirnya mengamankan MYP. Dia kemudian ditetapkan sebagai tersangka pembuang banyi sekitar pukul 17.00 WIB. Penetapan itu setelah yang bersangkutan mengakui sebagai ibu bayi sekaligus pembuang bayi tersebut. (ara/fud)

 

Menyisir Orang Hamil, Memergoki Tersangka

 

–         Setelah mendapat laporan penemuan mayat bayi di Sungai Kresek polisi melakukan pendataan ibu hamil di sekitar lokasi kejadian. Salah satu nama yang diperoleh polisi adalah Dewi Mariana.

–         Saat mendatangi rumah Dewi, ternyata yang dicari sedang berada di rumah sakit. Tengah menjalani proses persalinan. Yang menemui polisi adalah tersangka MYP.

–         Polisi curiga melihat kondisi MYP yang pucat serta cara berjalannya yang tertatih-tatih. Polisi pun melakukan interogasi. MYP akhirnya mengaku dia baru melahirkan dan yang membuang bayi tersebut ke sungai.

–         Polisi menahan MYP dan menetapkan sebagai tersangka.

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/