28.3 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

Tunggu Pencairan Burekol

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Sejumlah warga di Kelurahan Kapas, Sukomoro mempertanyakan ban­tuan dari pemerintah pusat yang belum cair hingga pertengahan Juli ini. Padahal, belasan warga tersebut sudah menerima buku tabungan rekening kolektif (burekol) sejak tiga bulan lalu.

Seperti diungkapkan oleh Kati­min, 61. Pria tua itu mengatakan, dia dan tetangganya memang sudah menerima buku rekening sejak beberapa bulan lalu. Tetapi, dia tidak diberi penjelasan bagaimana cara mencairkannya. “Buku rekening kami masih kosong,” ujarnya sambil menunjukkan kartu anjungan tunai mandiri (ATM). 

Katimin yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani ini juga belum tahu akan mendapatkan apa setelah menerima buku rekening dan ATM tersebut. 

“Inginnya bantuan uang saja,” lanjutnya sembari mengaku akan menggunakan bantuan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca Juga :  Siswa Perbatasan Bisa Daftar ke Luar Zona

Dengan belum adanya kejelasan terkait bantuan yang diterima, Katimin dan belasan warga lain penerima burekol lain di Kelurahan Kapas lantas mempertanyakan hal tersebut. Mereka resah melihat penerima bantuan lain, seperti bantuan langsung tunai (BLT) sudah langsung cair. “Kami diberi nomor PIN, tapi tidak tahu kapan bantuan itu cair. Hanya diminta menunggu kabar dari dinas sosial,” terang pria yang sebagian rambutnya sudah memutih ini.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, keterlambatan pencairan burekol ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Sukomoro. Melainkan juga terjadi di kecamatan lainnya. Misalnya, di Kecamatan Nganjuk yang membagian buku dan ATM-nya baru selesai Sabtu (11/7) lalu. 

Dikonfirmasi tentang belum cairnya bantuan lewat rekening kolektif, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Nafhan Tohawi membe­nar­kan ada keterlambatan lantaran pembukaan buku rekening baru selesai. “Agak lambat buka buku rekeningnya,” tegas Nafhan.

Baca Juga :  Bongkar Sindikat Pemalsu Dokumen di Kediri

Dengan keterlambatan tersebut, menurut Nafhan pencairan bantuan nanti akan dirapel selama dua bulan. “Saat ini sudah kami mulai dari arah timur. Sudah ada lima kecamatan yang dicairkan,” lanjut mantan Camat Ngronggot ini.

Lima kecamatan yang sudah melakukan pencairan adalah adalah Kecamatan Baron, Ngronggot, Prambon, Kerto­sono, dan Tanjunganom. “Me­mang belum semua, kita laku­kan secara bertahap,” tuturnya sembari menyebut dinsos me­nar­getkan pencairan ban­tuan di semua wilayah Nganjuk tuntas Juli ini.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Sejumlah warga di Kelurahan Kapas, Sukomoro mempertanyakan ban­tuan dari pemerintah pusat yang belum cair hingga pertengahan Juli ini. Padahal, belasan warga tersebut sudah menerima buku tabungan rekening kolektif (burekol) sejak tiga bulan lalu.

Seperti diungkapkan oleh Kati­min, 61. Pria tua itu mengatakan, dia dan tetangganya memang sudah menerima buku rekening sejak beberapa bulan lalu. Tetapi, dia tidak diberi penjelasan bagaimana cara mencairkannya. “Buku rekening kami masih kosong,” ujarnya sambil menunjukkan kartu anjungan tunai mandiri (ATM). 

Katimin yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani ini juga belum tahu akan mendapatkan apa setelah menerima buku rekening dan ATM tersebut. 

“Inginnya bantuan uang saja,” lanjutnya sembari mengaku akan menggunakan bantuan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca Juga :  Selingkuhan Lima Langkah

Dengan belum adanya kejelasan terkait bantuan yang diterima, Katimin dan belasan warga lain penerima burekol lain di Kelurahan Kapas lantas mempertanyakan hal tersebut. Mereka resah melihat penerima bantuan lain, seperti bantuan langsung tunai (BLT) sudah langsung cair. “Kami diberi nomor PIN, tapi tidak tahu kapan bantuan itu cair. Hanya diminta menunggu kabar dari dinas sosial,” terang pria yang sebagian rambutnya sudah memutih ini.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, keterlambatan pencairan burekol ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Sukomoro. Melainkan juga terjadi di kecamatan lainnya. Misalnya, di Kecamatan Nganjuk yang membagian buku dan ATM-nya baru selesai Sabtu (11/7) lalu. 

Dikonfirmasi tentang belum cairnya bantuan lewat rekening kolektif, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Nafhan Tohawi membe­nar­kan ada keterlambatan lantaran pembukaan buku rekening baru selesai. “Agak lambat buka buku rekeningnya,” tegas Nafhan.

Baca Juga :  8.300 Pelayan Publik Divaksin Bertahap

Dengan keterlambatan tersebut, menurut Nafhan pencairan bantuan nanti akan dirapel selama dua bulan. “Saat ini sudah kami mulai dari arah timur. Sudah ada lima kecamatan yang dicairkan,” lanjut mantan Camat Ngronggot ini.

Lima kecamatan yang sudah melakukan pencairan adalah adalah Kecamatan Baron, Ngronggot, Prambon, Kerto­sono, dan Tanjunganom. “Me­mang belum semua, kita laku­kan secara bertahap,” tuturnya sembari menyebut dinsos me­nar­getkan pencairan ban­tuan di semua wilayah Nganjuk tuntas Juli ini.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/