30.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Pandemi, Minta Masyarakat Patuh

Situasi new normal banyak disalah­artikan masyarakat jika pandemi Covid-19 telah berakhir. Padahal, sebaliknya. Pandemi masih berlang­sung dan angka kasus tersebut di Jatim maupun Nganjuk masih tinggi.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto seusai acara web seminar (webinar) pandemi Covid-19.

Temanya, memahami pelong­garan pembatasan sosial pasca­pencabutan maklumat Kapolri, yang diselenggarakan untuk memperingati HUT ke-74 Bha­yangkara, dan HUT ke-21 Jawa Pos Radar Kediri kemarin. “Kami mencermati perilaku masyarakat yang sudah mulai meninggalkan protokol keseha­tan Covid-19,” ujarnya.

Hal itu pula yang menurut Handono membuat istilah new normal kini ditinggalkan. Diganti menjadi adaptasi kebiasaan baru. “Kasus Covid-19 masih ada di masyarakat. Untuk itu, kita tetap harus menjalankan protokol kesehatan,” lanjutnya.

Seperti diketahui, kasus ter­konfirmasi positif Covid-19 di Kota Angin mencapai 135 kasus. Jumlah itu dimungkinkan masih terus bertambah. Meski, status Kabupaten Nganjuk telah turun dari zona merah menjadi oranye.

Baca Juga :  Kasus Buang Bayi Naik Dua Kali Lipat

Handono menegaskan, penca­butan Maklumat Kapolri terkait pelonggaran pembatasan sosial tak lantas berlaku sepenuhnya di Nganjuk. Sebab, pencabutan maklumat hanya untuk daerah zona hijau dan kuning. “Itupun masih dengan beberapa catatan dan penyesuaian,” imbuh Handono.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Polres Nganjuk itu juga menyikapi terkait izin kera­maian atau pengumpulan mas­sa. Ia menegaskan, izin tersebut juga belum dapat dikeluarkan. Izin keramain akan bisa segera diterbitkan setelah suatu wilayah tersebut dinyatakan aman dari pandemi.

“Oleh karena itu, masyarakat harus kompak dan bekerja sama untuk menurunkan angka kasus Covid-19. Semakin kompak, maka angka korona dapat semakin ditekan. Sehingga, izin keramaian nantinya juga dapat dikeluarkan,” paparnya.

Baca Juga :  Ratusan Mahasiswa STIE Nganjuk Belajar Menjadi Pengusaha

Handono sadar, untuk bisa terbebas dari pandemi, butuh peran serta banyak pihak. Bukan hanya polisi. Melainkan justru masyarakat sebagai ujung tombaknya. Yakni dengan saling menjaga dan mengingatkan.

“Tidak akan cukup kalau hanya anggota Polri saja yang mengawasi. Seluruh elemen masyarakat juga harus menjadi pengingat bagi sekitarnya,” sambung Handono.

Sama seperti masyarakat pada umumnya, ia pun berharap dan ingin agar pandemi ini segera berakhir. “Selama partisipasi dan kepedulian masyarakat tinggi, saya yakin kita akan segera melewati pandemi ini,” tegas ayah satu anak itu usai berdiskusi secara online dengan berbagai elemen masyarakat itu.

- Advertisement -

Situasi new normal banyak disalah­artikan masyarakat jika pandemi Covid-19 telah berakhir. Padahal, sebaliknya. Pandemi masih berlang­sung dan angka kasus tersebut di Jatim maupun Nganjuk masih tinggi.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto seusai acara web seminar (webinar) pandemi Covid-19.

Temanya, memahami pelong­garan pembatasan sosial pasca­pencabutan maklumat Kapolri, yang diselenggarakan untuk memperingati HUT ke-74 Bha­yangkara, dan HUT ke-21 Jawa Pos Radar Kediri kemarin. “Kami mencermati perilaku masyarakat yang sudah mulai meninggalkan protokol keseha­tan Covid-19,” ujarnya.

Hal itu pula yang menurut Handono membuat istilah new normal kini ditinggalkan. Diganti menjadi adaptasi kebiasaan baru. “Kasus Covid-19 masih ada di masyarakat. Untuk itu, kita tetap harus menjalankan protokol kesehatan,” lanjutnya.

Seperti diketahui, kasus ter­konfirmasi positif Covid-19 di Kota Angin mencapai 135 kasus. Jumlah itu dimungkinkan masih terus bertambah. Meski, status Kabupaten Nganjuk telah turun dari zona merah menjadi oranye.

Baca Juga :  Pukul Pakai Taring Babi Pemuda asal Puncu Dituntut 18 Bulan Penjara

Handono menegaskan, penca­butan Maklumat Kapolri terkait pelonggaran pembatasan sosial tak lantas berlaku sepenuhnya di Nganjuk. Sebab, pencabutan maklumat hanya untuk daerah zona hijau dan kuning. “Itupun masih dengan beberapa catatan dan penyesuaian,” imbuh Handono.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Polres Nganjuk itu juga menyikapi terkait izin kera­maian atau pengumpulan mas­sa. Ia menegaskan, izin tersebut juga belum dapat dikeluarkan. Izin keramain akan bisa segera diterbitkan setelah suatu wilayah tersebut dinyatakan aman dari pandemi.

“Oleh karena itu, masyarakat harus kompak dan bekerja sama untuk menurunkan angka kasus Covid-19. Semakin kompak, maka angka korona dapat semakin ditekan. Sehingga, izin keramaian nantinya juga dapat dikeluarkan,” paparnya.

Baca Juga :  Ratusan Mahasiswa STIE Nganjuk Belajar Menjadi Pengusaha

Handono sadar, untuk bisa terbebas dari pandemi, butuh peran serta banyak pihak. Bukan hanya polisi. Melainkan justru masyarakat sebagai ujung tombaknya. Yakni dengan saling menjaga dan mengingatkan.

“Tidak akan cukup kalau hanya anggota Polri saja yang mengawasi. Seluruh elemen masyarakat juga harus menjadi pengingat bagi sekitarnya,” sambung Handono.

Sama seperti masyarakat pada umumnya, ia pun berharap dan ingin agar pandemi ini segera berakhir. “Selama partisipasi dan kepedulian masyarakat tinggi, saya yakin kita akan segera melewati pandemi ini,” tegas ayah satu anak itu usai berdiskusi secara online dengan berbagai elemen masyarakat itu.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/