23.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Gembosi Ban Mobil Nasabah Bank di Pare, Perampok Gondol Rp 0,5 Miliar

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Sutrisno, 48,  hanya bisa duduk di pinggir jalan. Matanya berair. Isak tangisnya keluar. Lelaki yang mengemudikan mobil Daihatsu Ayla tersebut terlihat shock. Dia baru saja jadi korban perampokan. Tak tanggung-tanggung, uang Rp 500 juta yang baru dia ambil dari salah satu bank amblas. Digondol kawanan perampok yang berjumlah dua orang.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Dr Soetomo, Dusun Ngeblek, Desa Pelem, Kecamatan Pare. Di seberang stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Atau tepat di dekat kios penggandaan kunci.

Perampokan itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Modus perampokan tergolong gaya lama. Kawanan perampok, diduga, lebih dulu ‘menggarap’ roda kendaraan korban. Ketika sang korban berhenti karena bannya bermasalah, aksi perampokan pun dilaksanakan.

“Perampokan ini dengan modus aksi pecah ban,” ujar Kasat Reskrim Polres Kediri Iptu Rizkika Atmadha Putra.

Memang, beberapa saksi mata mengatakan perampokan itu terjadi saat korban tengah mengganti ban. Sayang, kemarin belum diketahui sisi ban mana yang diganti. Yang pasti, ban mobil serep sudah terpasang. Sedangkan yang pecah terlihat tergeletak di pinggir jalan.

Baca Juga :  Bangunan Museum Sri Aji Joyoboyo Dinaikkan 50 Sentimeter, Ada Apa?

Setelah selesai mengganti ban, tiba-tiba dua pengendara sepeda motor datang menghampiri. Satu mengendarai Honda Sonic, berhenti di dekat bagian depan mobil Ayla warna kuning. Satu lagi mengendarai Honda Vario berhenti di dekat pintu belakang. Yang ada di depan berpura-pura bertanya jalan. Sedangkan pada saat bersamaan yang seorang lagi membuka pintu belakang. Kemudian mengambil tas berisi uang sebanyak setengah miliar rupiah itu.

“Uang yang dirampok itu baru saja diambil dari bank,” terang Rizkika.

Setelah itu dua pengendara itu bergegas pergi. Korban yang merasa tidak enak akhirnya melihat tempat duduk bagian belakang mobilnya. Saat itulah dia menyadari tas yang berisi uang tersebut telah lenyap.

Menurut Rizkika, Sutrisno ketika ditanya polisi tidak bisa melihat nomor kendaraan pelaku. Dia hanya ingat ciri-ciri orang yang mengambil uangnya. Yaitu menggunakan jaket berwarna hitam.

Baca Juga :  Bisa Pilih Aneka Clutch Unik

Rizkika menambahkan, hingga berita ini ditulis korban belum melaporkan kejadian itu. Menurutnya, korban masih shock. Usai kejadian dia langsung dibawa pulang oleh keluarganya yang segera datang setelah dikabari tentang perampokan itu. Bila kondisinya membaik, menurut Rizkika, korban akan melaporkan kejadian ini secara resmi ke polisi.

Walaupun belum menerima laporan resmi polisi sudah bergerak. Selain menanyai korban di lokasi kejadian, mereka juga menginterogasi saksi mata. Bahkan, satu orang saksi dibawa ke Polres Kediri untuk dikorek keterangan lebih mendetail. Saksi yang dibawa itu adalah pemilik kios penggandaan kunci.

“Walaupun korban tidak melaporkan, kami tetap jemput bola menindaklanjuti informasi dari masyarakat,” kata Rizkika.

Agar tidak ada kasus yang sama, Rizkika menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati. Jika mengambil uang dalam jumlah banyak disarankan untuk meminta pengawalan polisi. Tidak hanya itu saja, bagi yang mengambil uang di mesin ATM diharapkan untuk tetap waspada. (ara/fud)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Sutrisno, 48,  hanya bisa duduk di pinggir jalan. Matanya berair. Isak tangisnya keluar. Lelaki yang mengemudikan mobil Daihatsu Ayla tersebut terlihat shock. Dia baru saja jadi korban perampokan. Tak tanggung-tanggung, uang Rp 500 juta yang baru dia ambil dari salah satu bank amblas. Digondol kawanan perampok yang berjumlah dua orang.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Dr Soetomo, Dusun Ngeblek, Desa Pelem, Kecamatan Pare. Di seberang stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Atau tepat di dekat kios penggandaan kunci.

Perampokan itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Modus perampokan tergolong gaya lama. Kawanan perampok, diduga, lebih dulu ‘menggarap’ roda kendaraan korban. Ketika sang korban berhenti karena bannya bermasalah, aksi perampokan pun dilaksanakan.

“Perampokan ini dengan modus aksi pecah ban,” ujar Kasat Reskrim Polres Kediri Iptu Rizkika Atmadha Putra.

Memang, beberapa saksi mata mengatakan perampokan itu terjadi saat korban tengah mengganti ban. Sayang, kemarin belum diketahui sisi ban mana yang diganti. Yang pasti, ban mobil serep sudah terpasang. Sedangkan yang pecah terlihat tergeletak di pinggir jalan.

Baca Juga :  Misteri Laka Warga Kandangan, Tabrak Lari atau Laka Tunggal?

Setelah selesai mengganti ban, tiba-tiba dua pengendara sepeda motor datang menghampiri. Satu mengendarai Honda Sonic, berhenti di dekat bagian depan mobil Ayla warna kuning. Satu lagi mengendarai Honda Vario berhenti di dekat pintu belakang. Yang ada di depan berpura-pura bertanya jalan. Sedangkan pada saat bersamaan yang seorang lagi membuka pintu belakang. Kemudian mengambil tas berisi uang sebanyak setengah miliar rupiah itu.

“Uang yang dirampok itu baru saja diambil dari bank,” terang Rizkika.

Setelah itu dua pengendara itu bergegas pergi. Korban yang merasa tidak enak akhirnya melihat tempat duduk bagian belakang mobilnya. Saat itulah dia menyadari tas yang berisi uang tersebut telah lenyap.

Menurut Rizkika, Sutrisno ketika ditanya polisi tidak bisa melihat nomor kendaraan pelaku. Dia hanya ingat ciri-ciri orang yang mengambil uangnya. Yaitu menggunakan jaket berwarna hitam.

Baca Juga :  Pemerkosa Pacar Divonis 9 Tahun Penjara

Rizkika menambahkan, hingga berita ini ditulis korban belum melaporkan kejadian itu. Menurutnya, korban masih shock. Usai kejadian dia langsung dibawa pulang oleh keluarganya yang segera datang setelah dikabari tentang perampokan itu. Bila kondisinya membaik, menurut Rizkika, korban akan melaporkan kejadian ini secara resmi ke polisi.

Walaupun belum menerima laporan resmi polisi sudah bergerak. Selain menanyai korban di lokasi kejadian, mereka juga menginterogasi saksi mata. Bahkan, satu orang saksi dibawa ke Polres Kediri untuk dikorek keterangan lebih mendetail. Saksi yang dibawa itu adalah pemilik kios penggandaan kunci.

“Walaupun korban tidak melaporkan, kami tetap jemput bola menindaklanjuti informasi dari masyarakat,” kata Rizkika.

Agar tidak ada kasus yang sama, Rizkika menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati. Jika mengambil uang dalam jumlah banyak disarankan untuk meminta pengawalan polisi. Tidak hanya itu saja, bagi yang mengambil uang di mesin ATM diharapkan untuk tetap waspada. (ara/fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/