22.3 C
Kediri
Monday, August 8, 2022

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Mak Mentil

KEDIRI KOTA – Pembunuhan Sukinem alias Mak Mentil, yang terjadi 28 Januari lalu, ternyata benar-benar orang dekat korban. Sang algojo yang tega menghabisi pemulung tua itu adalah Dedi Asmawan, 26, yang juga pacar korban. Dalam melakukan aksi kejinya itu, lelaki asal Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri itu dibantu oleh Ahmad Setiawan, 25, tetangga satu desanya.

Penangkapan dua pelaku itu terjadi Rabu (13/2). Hampir tiga minggu dari peristiwa itu terjadi. Keduanya ditangkap polisi di rumahnya masing-masing.

Selama ini, setelah melakukan aksinya, kedua pelaku memilih bersembunyi di rumah mereka masing-masing. Kebiasaan mereka nongkrong di warung kopi langganan juga dihilangkan. Hal itu untuk menghindari incaran polisi. Kebetulan, polisi memang kesulitan mendeteksi alamat pelaku. Meskipun informasi tentang lelaki yang sering datang mengunjungi sudah ada di kantong penyidik.

Baca Juga :  Pemuda Asal Pare Gelapkan Uang Koperasi Ditangkap Polisi

“Akhirnya kami dapat informasi alamat rumah kedua pelaku. Polisi langsung melakukan penangkapan tersebut,” terang Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi, saat rilis di Mapolres Kediri Kota kemarin.

Soal motif, Dedi membunuh karena tergiur perhiasan milik pacarnya tersebut. Yaitu berupa gelang dan cincin dari emas. Perhiasan-perhiasan itu sudah dijual seharga Rp 1,6 juta. Tapi, uang hasil penjualan itu sudah hampir habis. Hanya tersisa Rp 17 ribu saja.

“Tersangka dan korban sudah berhubungan sejak lama. Jadi tersangka sudah tahu perhiasan-perhiasan milik korban,” terang Anthon.

Pembunuhan Mak Mentil dilakukan Dedi pada Minggu (27/1) malam. Saat itu Dedi mengunjungi pacarnya itu di rumah kontrakannya di Pasar Setonobetek. Dia diantar oleh Setiawan dengan mengendarai Yamaha Mio warna merah yang nomor polisinya adalah AG 3125 JN.

Baca Juga :  Satpol PP Tertibkan Ratusan Reklame yang Tak Berizin

Begitu datang, Dedi masih sempat untuk bermesraan dengan wanita yang punya nama asli Sukinem tersebut. Hingga berhubungan badan. Usai berhubungan badan, Dedi kemudian meminta uang kepada pacarnya itu. Namun, oleh Mak Mentil permintaan sang pacar tersebut tak dituruti.

Kecewa karena permintaannya ditolak, Dedi marah. Dia pun membekap mulut sang pacar. Menyumpalnya dengan kerudung milik korban. Setelah korban tak berdaya, dia kemudian memereteli perhiasan yang ada di tubuh korban.

Peran Setiawan membantu Dedi melaksanakan aksinya. Setiawan yang mengikat tangan korban dengan menggunakan stagen. Keduanya kemudian kabur dan bersembunyi di rumah mereka masing-masing.

“Kedua tersangka terbukti telah melanggar pasal 339 KUHP subs pasal 338 KUHP atau pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun,” terang Anthon, terkait pasal yang akan dikenakan oleh penyidik.

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Pembunuhan Sukinem alias Mak Mentil, yang terjadi 28 Januari lalu, ternyata benar-benar orang dekat korban. Sang algojo yang tega menghabisi pemulung tua itu adalah Dedi Asmawan, 26, yang juga pacar korban. Dalam melakukan aksi kejinya itu, lelaki asal Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri itu dibantu oleh Ahmad Setiawan, 25, tetangga satu desanya.

Penangkapan dua pelaku itu terjadi Rabu (13/2). Hampir tiga minggu dari peristiwa itu terjadi. Keduanya ditangkap polisi di rumahnya masing-masing.

Selama ini, setelah melakukan aksinya, kedua pelaku memilih bersembunyi di rumah mereka masing-masing. Kebiasaan mereka nongkrong di warung kopi langganan juga dihilangkan. Hal itu untuk menghindari incaran polisi. Kebetulan, polisi memang kesulitan mendeteksi alamat pelaku. Meskipun informasi tentang lelaki yang sering datang mengunjungi sudah ada di kantong penyidik.

Baca Juga :  Manajemen Persik Targetkan Nama Pelatih sebelum Seri 2

“Akhirnya kami dapat informasi alamat rumah kedua pelaku. Polisi langsung melakukan penangkapan tersebut,” terang Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi, saat rilis di Mapolres Kediri Kota kemarin.

Soal motif, Dedi membunuh karena tergiur perhiasan milik pacarnya tersebut. Yaitu berupa gelang dan cincin dari emas. Perhiasan-perhiasan itu sudah dijual seharga Rp 1,6 juta. Tapi, uang hasil penjualan itu sudah hampir habis. Hanya tersisa Rp 17 ribu saja.

“Tersangka dan korban sudah berhubungan sejak lama. Jadi tersangka sudah tahu perhiasan-perhiasan milik korban,” terang Anthon.

Pembunuhan Mak Mentil dilakukan Dedi pada Minggu (27/1) malam. Saat itu Dedi mengunjungi pacarnya itu di rumah kontrakannya di Pasar Setonobetek. Dia diantar oleh Setiawan dengan mengendarai Yamaha Mio warna merah yang nomor polisinya adalah AG 3125 JN.

Baca Juga :  Uang Rp 20 Juta Ditukar Pembalut

Begitu datang, Dedi masih sempat untuk bermesraan dengan wanita yang punya nama asli Sukinem tersebut. Hingga berhubungan badan. Usai berhubungan badan, Dedi kemudian meminta uang kepada pacarnya itu. Namun, oleh Mak Mentil permintaan sang pacar tersebut tak dituruti.

Kecewa karena permintaannya ditolak, Dedi marah. Dia pun membekap mulut sang pacar. Menyumpalnya dengan kerudung milik korban. Setelah korban tak berdaya, dia kemudian memereteli perhiasan yang ada di tubuh korban.

Peran Setiawan membantu Dedi melaksanakan aksinya. Setiawan yang mengikat tangan korban dengan menggunakan stagen. Keduanya kemudian kabur dan bersembunyi di rumah mereka masing-masing.

“Kedua tersangka terbukti telah melanggar pasal 339 KUHP subs pasal 338 KUHP atau pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun,” terang Anthon, terkait pasal yang akan dikenakan oleh penyidik.

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Mulai Data Tanah Tol Agustus


Artikel Terbaru

/