23.8 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Cabuli Anak 5 Tahun di Depan Kakeknya

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Ulah Kambali, 55, sungguh biadab. Lelaki warga Kecamatan Puncu ini tega melakukan tindakan pencabulan pada bocah usia 5 tahun anak tetangganya. Bocah itu, sebut saja dengan nama Kuncup, beberapa kali mendapatkan perlakuan tak senonoh dari lelaki yang pernah menjadi tukang cukur tersebut.

Kambali juga tak hanya sekali melakukan perbuatan tak senonoh itu. Setidaknya, berdasarkan informasi yang digali Jawa Pos Radar Kediri pelaku melakukannya sebanyak tiga kali. Caranya dengan memegang-megang organ kemaluan milik korban.

Kasus itu kini sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Menyusul pelaporan yang dilakukan oleh kedua orang tua balita. Menurut sumber di kepolisian, ayah korban, Sundoro, 35, langsung melaporkan kasus ini ke polisi setelah mengetahui tindakan pelaku pada anaknya.

“Kasus ini sudah ditangani oleh polisi,” terang sumber di Polres Kediri.

Menurut informasi, tindakan bejat Kambali berlangsung pertama kali pada 26 Agustus. Saat itu keadaan rumah keluarga bersahaja tersebut dalam keadaan sepi. Kedua orang tua Kuncup bekerja. Di rumah tersebut Kuncup hanya bersama dengan sang kakek, Rakimin, 80.

Baca Juga :  Kawul Akan Diperiksa sebagai Terdakwa

Pada kejadian pertama, saat itu Kuncup baru pulang dari sekolahnya di taman kanak-kanak (TK) setempat. Dia kemudian bermain sendirian di teras rumah. Sedangkan sang kakek berada di ruang tamu. Rakimin tak banyak bergerak karena sedang sakit.

Kemudian datanglan Kambali. Dia kemudian menggendong Kuncup. Namun, sikap Kambali itu tak sekadar menggendong karena gemas pada kelucuan korban. Saat menggendong itu tangannya menggerayangi kemaluan sang bocah.

Tindakan itu sebenarnya diketahui Rakimin. Namun, saat kejadian yang pertama dia tak bisa berbuat apa-apa. Baru ketika kejadian itu berulang yang kedua dan ketiga, sang kakek akhirnya mengadukan itu ke ayah Kuncup.

Mendapat kabar tindakan tak senonoh Kambali pada sang anak, Sundoro sontak marah. Dia langsung melapor ke Polsek Puncu.

Baca Juga :  Zeni Romantika, Mantan Napi yang Tobat usai Sembilan Kali Dibui

Laporan ke polsek itu kemudian diteruskan ke Polres Kediri. Kasus itu kemudian ditangani oleh unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri.

Polisi yang menerima laporan bergerak cepat. Mereka kemudian menangkap Kambali. Selain itu, polisi juga melakukan visum pada korban.

“Pelaku ditangkap pada 30 Agustus,” terang sumber di kepolisian.

Hasil visum juga menunjukkan tindakan pelaku hanya pencabulan. Tidak ada penetrasi alat kelamin ke bagian vital korban. Dari hasil visum itu tidak terlihat kekerasan pada alat vital Kuncup.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban” imbuh sumber tersebut.

Secara resmi, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Ambuka Yuda Nugroho, mengatakan pihaknya memang telah menangani kasus itu. “Saat ini pelaku sudah ditahan,” aku Ambuka saat dikonfirmasi tadi malam.

Sayang, Ambuka enggan bercerita lebih banyak. Dia hanya mengatakan agar Jawa Pos Radar Kediri menghubungi pihak humas untuk keterangan lebih lanjut.  

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Ulah Kambali, 55, sungguh biadab. Lelaki warga Kecamatan Puncu ini tega melakukan tindakan pencabulan pada bocah usia 5 tahun anak tetangganya. Bocah itu, sebut saja dengan nama Kuncup, beberapa kali mendapatkan perlakuan tak senonoh dari lelaki yang pernah menjadi tukang cukur tersebut.

Kambali juga tak hanya sekali melakukan perbuatan tak senonoh itu. Setidaknya, berdasarkan informasi yang digali Jawa Pos Radar Kediri pelaku melakukannya sebanyak tiga kali. Caranya dengan memegang-megang organ kemaluan milik korban.

Kasus itu kini sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Menyusul pelaporan yang dilakukan oleh kedua orang tua balita. Menurut sumber di kepolisian, ayah korban, Sundoro, 35, langsung melaporkan kasus ini ke polisi setelah mengetahui tindakan pelaku pada anaknya.

“Kasus ini sudah ditangani oleh polisi,” terang sumber di Polres Kediri.

Menurut informasi, tindakan bejat Kambali berlangsung pertama kali pada 26 Agustus. Saat itu keadaan rumah keluarga bersahaja tersebut dalam keadaan sepi. Kedua orang tua Kuncup bekerja. Di rumah tersebut Kuncup hanya bersama dengan sang kakek, Rakimin, 80.

Baca Juga :  Pemdes Siapkan Anggaran Khusus Kembangan Kesenian

Pada kejadian pertama, saat itu Kuncup baru pulang dari sekolahnya di taman kanak-kanak (TK) setempat. Dia kemudian bermain sendirian di teras rumah. Sedangkan sang kakek berada di ruang tamu. Rakimin tak banyak bergerak karena sedang sakit.

Kemudian datanglan Kambali. Dia kemudian menggendong Kuncup. Namun, sikap Kambali itu tak sekadar menggendong karena gemas pada kelucuan korban. Saat menggendong itu tangannya menggerayangi kemaluan sang bocah.

Tindakan itu sebenarnya diketahui Rakimin. Namun, saat kejadian yang pertama dia tak bisa berbuat apa-apa. Baru ketika kejadian itu berulang yang kedua dan ketiga, sang kakek akhirnya mengadukan itu ke ayah Kuncup.

Mendapat kabar tindakan tak senonoh Kambali pada sang anak, Sundoro sontak marah. Dia langsung melapor ke Polsek Puncu.

Baca Juga :  Korban Laka Maut, Diduga karena Lalai

Laporan ke polsek itu kemudian diteruskan ke Polres Kediri. Kasus itu kemudian ditangani oleh unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri.

Polisi yang menerima laporan bergerak cepat. Mereka kemudian menangkap Kambali. Selain itu, polisi juga melakukan visum pada korban.

“Pelaku ditangkap pada 30 Agustus,” terang sumber di kepolisian.

Hasil visum juga menunjukkan tindakan pelaku hanya pencabulan. Tidak ada penetrasi alat kelamin ke bagian vital korban. Dari hasil visum itu tidak terlihat kekerasan pada alat vital Kuncup.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban” imbuh sumber tersebut.

Secara resmi, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Ambuka Yuda Nugroho, mengatakan pihaknya memang telah menangani kasus itu. “Saat ini pelaku sudah ditahan,” aku Ambuka saat dikonfirmasi tadi malam.

Sayang, Ambuka enggan bercerita lebih banyak. Dia hanya mengatakan agar Jawa Pos Radar Kediri menghubungi pihak humas untuk keterangan lebih lanjut.  

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/