24.2 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Evakuasi 10 Pasien Reaktif

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kasus Covid-19 di Nganjuk masih akan terus bertambah. Kemarin tim gugus tugas mengevakuasi sepuluh pasien reaktif ke RS Darurat Covid-19 Pu Sindok.

Mereka berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Nganjuk.Dari 10 orang tersebut, enam di antaranya atau jumlah paling banyak berasal dari Kecamatan Ngronggot. Kepala Desa Betet Suhartini mengungkapkan, kemarin ada dua warganya yang dijemput petugas meng­gunakan ambulans. “Dua orang akan menjalani tes swab,” ujar Suhartini.

Selain dari Desa Betet, empat warga Ngronggot lainnya berasal dari Desa Mojokendil. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto mengatakan, selain dari Ngronggot, pasien reaktif lainnya berasal dari Kertosono dan Loceret.

Dengan bertambahnya 10 pasien reaktif tersebut, Hendri juga tak mengelak jika kasus Covid-19 di Nganjuk masih akan terus bertambah. Sesuai tahapan, setelah dibawa ke Pu Sindok, sepuluh orang tersebut menunggu jadwal swab untuk memastikan status mereka.  “Ada kemungkinan jumlah pasien terkonfirmasi positif akan bertambah lagi,” lanjutnya. 

Baca Juga :  Mal dan Pasar di Kota Kediri Buka 100 Persen

Untuk diketahui, dengan penambahan 10 pasien di Pu Sindok, total ada 28 orang yang dirawat di sana. Pasalnya, sebelumnya ada 18 pasien berstatus positif Covid-19 dan berstatus orang tanpa gejala (OTG) yang dirawat di sana.

Meski ada penambahan 10 pasien, gedung yang sebenarnya berfungsi sebagai balai budaya itu dipastikan masih bisa menampung lebih banyak pasien lagi. Pasalnya, kapasitas Pu Sindok bisa mencapai 90 orang. 

Jika Pu Sindok masih bisa menampung banyak pasien, tidak demikian halnya dengan tiga RS rujukan di Nganjuk yang sudah overload. Yakni, RSUD Nganjuk, RSUD Kertosono, dan RS Bhayangkara. 

Meski tiga RS utama di Nganjuk sudah penuh, menurut Hendri hingga kemarin Pemkab Nganjuk belum akan mengambil kebijakan isolasi mandiri bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19. “Tidak ada kebijakan kita kearah sana,” jelasnya.

Baca Juga :  Menyeberang Jalan, Warga Bangsongan Tewas Tertabrak Tetangga

Jika ke depan jumlah pasien Covid-19 benar-benar membeludak, menurut Hendri gugus tugas berencana memanfaatkan gedung RS Kertosono lama untuk perawatan pasien. Di sana, setidaknya bisa menampung 120 tempat tidur sampai 125 tempat tidur. “Kalau jumlah pasien semakin banyak RS Kertosono kita jadikan alternatif. Peralatannya nanti akan disiapkan,” tegasnya.

Hingga kemarin, diakui Hendri kasus Covid-19 masih terus bertambah. Setidaknya ditemukan satu  pasien yang terkonfirmasi positif asal Tanjunganom. Pria berusia 47 tahun yang kontak dengan pasien positif itu kemarin dirawat di RSUD Kertosono.

Dengan penambahan satu kasus tersebut, total ada 133 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.  Penambahan menurut Hendri juga terjadi untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang menjadi 197 orang. Kemduian, orang dalam pemantauan (ODP) ada 112 kasus, orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 2.738 kasus, dan orang dalam risiko (ODR) menjadi 46.953 orang. (rq/ut)

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kasus Covid-19 di Nganjuk masih akan terus bertambah. Kemarin tim gugus tugas mengevakuasi sepuluh pasien reaktif ke RS Darurat Covid-19 Pu Sindok.

Mereka berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Nganjuk.Dari 10 orang tersebut, enam di antaranya atau jumlah paling banyak berasal dari Kecamatan Ngronggot. Kepala Desa Betet Suhartini mengungkapkan, kemarin ada dua warganya yang dijemput petugas meng­gunakan ambulans. “Dua orang akan menjalani tes swab,” ujar Suhartini.

Selain dari Desa Betet, empat warga Ngronggot lainnya berasal dari Desa Mojokendil. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto mengatakan, selain dari Ngronggot, pasien reaktif lainnya berasal dari Kertosono dan Loceret.

Dengan bertambahnya 10 pasien reaktif tersebut, Hendri juga tak mengelak jika kasus Covid-19 di Nganjuk masih akan terus bertambah. Sesuai tahapan, setelah dibawa ke Pu Sindok, sepuluh orang tersebut menunggu jadwal swab untuk memastikan status mereka.  “Ada kemungkinan jumlah pasien terkonfirmasi positif akan bertambah lagi,” lanjutnya. 

Baca Juga :  Kerukunan Perguruan Silat Jadi PR Dandim Baru

Untuk diketahui, dengan penambahan 10 pasien di Pu Sindok, total ada 28 orang yang dirawat di sana. Pasalnya, sebelumnya ada 18 pasien berstatus positif Covid-19 dan berstatus orang tanpa gejala (OTG) yang dirawat di sana.

Meski ada penambahan 10 pasien, gedung yang sebenarnya berfungsi sebagai balai budaya itu dipastikan masih bisa menampung lebih banyak pasien lagi. Pasalnya, kapasitas Pu Sindok bisa mencapai 90 orang. 

Jika Pu Sindok masih bisa menampung banyak pasien, tidak demikian halnya dengan tiga RS rujukan di Nganjuk yang sudah overload. Yakni, RSUD Nganjuk, RSUD Kertosono, dan RS Bhayangkara. 

Meski tiga RS utama di Nganjuk sudah penuh, menurut Hendri hingga kemarin Pemkab Nganjuk belum akan mengambil kebijakan isolasi mandiri bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19. “Tidak ada kebijakan kita kearah sana,” jelasnya.

Baca Juga :  Gila Trading, ATM BNI Digergaji

Jika ke depan jumlah pasien Covid-19 benar-benar membeludak, menurut Hendri gugus tugas berencana memanfaatkan gedung RS Kertosono lama untuk perawatan pasien. Di sana, setidaknya bisa menampung 120 tempat tidur sampai 125 tempat tidur. “Kalau jumlah pasien semakin banyak RS Kertosono kita jadikan alternatif. Peralatannya nanti akan disiapkan,” tegasnya.

Hingga kemarin, diakui Hendri kasus Covid-19 masih terus bertambah. Setidaknya ditemukan satu  pasien yang terkonfirmasi positif asal Tanjunganom. Pria berusia 47 tahun yang kontak dengan pasien positif itu kemarin dirawat di RSUD Kertosono.

Dengan penambahan satu kasus tersebut, total ada 133 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.  Penambahan menurut Hendri juga terjadi untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang menjadi 197 orang. Kemduian, orang dalam pemantauan (ODP) ada 112 kasus, orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 2.738 kasus, dan orang dalam risiko (ODR) menjadi 46.953 orang. (rq/ut)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/