24.4 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Desak Penjagaan Diperketat

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Insiden Agnal Yohanes Nikola, 10, bocah yang terjatuh dari lantai atas proyek Pasar Kertosono sampai ke telinga anggota DPRD Kabupaten Nganjuk. Mereka menyoroti lokasi yang seharusnya tertutup dan tak bisa diakses itu. Wakil rakyat meminta penjagaan di bangunan yang belum selesai itu diperketat agar tak memakan korban lagi.

Ketua Komisi III DPRD Nganjuk Marianto mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan insiden tersebut. Menurutnya, tidak seha­rusnya ada orang yang tidak ber­kepentingan leluasa mengakses kawasan proyek tersebut. Terlebih, digunakan anak-anak untuk bermain di area yang masih banyak terdapat material bangu­nan setengah jadi. “Harus­nya itu (kawasan Pasar Kertosono, Red) tertutup karena masih dalam proses pembangunan,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Lebih lanjut Marianto menam­bah­kan, proyek Pasar Kertosono kini sedang berada pada masa pemeliharaan oleh rekanan. Karenanya, dia meminta agar pengawasan dan penjagaan dari kawasan tersebut diperketat.

Baca Juga :  Korupsi Taman Hijau SLG: Ada Tanda Tangan Palsu  

Sehingga, tidak bisa lagi diguna­kan untuk bermain anak-anak. “Sangat berbahaya karena tidak ada pengawasan orang dewasa. Dinas terkait harus memberi imbauan dengan papan atau semacamnya,” tandas Marianto.

Senada dengan koleganya, Wakil Ketua Komisi III DPRD Nganjuk M. Fauzi Irwana juga menye­butkan hal yang sama. Pria bercambang lebat itu mengaku tidak habis pikir mendengar kabar adanya anak yang jatuh dari bangunan Pasar Kertosono saat bermain layangan.

Ia menilai pengawasan yang dilakukan oleh petugas di sana kurang maksimal. Buktinya, anak-anak bisa mengakses masuk kawasan tersebut. “Pengawasan­nya harus diting­katkan lagi oleh rekanan dan dinas terkait,” desak Fauzi.

Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto pun memberi perhatian yang sama atas insiden memilukan tersebut. Ada beberapa poin yang dicermati oleh pihaknya. Pertama, terkait faktor keselamatan dan keamanan anak-anak pada saat bermain layang-layang. “Harus ada pantauan orang tua,” tuturnya.

Baca Juga :  TPA Bendil Berbek Dilalap si Jago Merah

Selanjutnya, Handono juga menekankan pihak pengelola agar memberi papan imbauan sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi ke depannya. “Selain itu, masyarakat juga jangan masuk di area Pasar Kertosono. Mengingat area tersebut masih belum selesai dan belum dibuka oleh umum,” tandas orang nomor satu di Polres Nganjuk tersebut.

Seperti diberitakan, Niko terjatuh dari lantai atas Pasar Kertosono yang sedang diba­ngun pada Jumat (10/7) siang lalu. Kala itu, ia sedang asyik bermain layang-layang bersa­ma beberapa teman sekam­pung­nya di Desa Banaran, Kertosono. Tak sadar saat berjalan mundur, ia mencapai tepi gedung dan terjatuh.

Kepalanya menghantam keras salah satu material yang diyakini berbahan beton tersebut. Ia diduga kuat terjatuh dengan posisi terlentang. Pasalnya, wajah Niko terlihat masih bersih. Nyaris tanpa adanya luka lecet. Namun, kepala belakang dan punggung­nya dikatakan dokter mengalami luka serius.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Insiden Agnal Yohanes Nikola, 10, bocah yang terjatuh dari lantai atas proyek Pasar Kertosono sampai ke telinga anggota DPRD Kabupaten Nganjuk. Mereka menyoroti lokasi yang seharusnya tertutup dan tak bisa diakses itu. Wakil rakyat meminta penjagaan di bangunan yang belum selesai itu diperketat agar tak memakan korban lagi.

Ketua Komisi III DPRD Nganjuk Marianto mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan insiden tersebut. Menurutnya, tidak seha­rusnya ada orang yang tidak ber­kepentingan leluasa mengakses kawasan proyek tersebut. Terlebih, digunakan anak-anak untuk bermain di area yang masih banyak terdapat material bangu­nan setengah jadi. “Harus­nya itu (kawasan Pasar Kertosono, Red) tertutup karena masih dalam proses pembangunan,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Lebih lanjut Marianto menam­bah­kan, proyek Pasar Kertosono kini sedang berada pada masa pemeliharaan oleh rekanan. Karenanya, dia meminta agar pengawasan dan penjagaan dari kawasan tersebut diperketat.

Baca Juga :  Uang Rp 20 Juta Ditukar Pembalut

Sehingga, tidak bisa lagi diguna­kan untuk bermain anak-anak. “Sangat berbahaya karena tidak ada pengawasan orang dewasa. Dinas terkait harus memberi imbauan dengan papan atau semacamnya,” tandas Marianto.

Senada dengan koleganya, Wakil Ketua Komisi III DPRD Nganjuk M. Fauzi Irwana juga menye­butkan hal yang sama. Pria bercambang lebat itu mengaku tidak habis pikir mendengar kabar adanya anak yang jatuh dari bangunan Pasar Kertosono saat bermain layangan.

Ia menilai pengawasan yang dilakukan oleh petugas di sana kurang maksimal. Buktinya, anak-anak bisa mengakses masuk kawasan tersebut. “Pengawasan­nya harus diting­katkan lagi oleh rekanan dan dinas terkait,” desak Fauzi.

Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto pun memberi perhatian yang sama atas insiden memilukan tersebut. Ada beberapa poin yang dicermati oleh pihaknya. Pertama, terkait faktor keselamatan dan keamanan anak-anak pada saat bermain layang-layang. “Harus ada pantauan orang tua,” tuturnya.

Baca Juga :  TPA Bendil Berbek Dilalap si Jago Merah

Selanjutnya, Handono juga menekankan pihak pengelola agar memberi papan imbauan sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi ke depannya. “Selain itu, masyarakat juga jangan masuk di area Pasar Kertosono. Mengingat area tersebut masih belum selesai dan belum dibuka oleh umum,” tandas orang nomor satu di Polres Nganjuk tersebut.

Seperti diberitakan, Niko terjatuh dari lantai atas Pasar Kertosono yang sedang diba­ngun pada Jumat (10/7) siang lalu. Kala itu, ia sedang asyik bermain layang-layang bersa­ma beberapa teman sekam­pung­nya di Desa Banaran, Kertosono. Tak sadar saat berjalan mundur, ia mencapai tepi gedung dan terjatuh.

Kepalanya menghantam keras salah satu material yang diyakini berbahan beton tersebut. Ia diduga kuat terjatuh dengan posisi terlentang. Pasalnya, wajah Niko terlihat masih bersih. Nyaris tanpa adanya luka lecet. Namun, kepala belakang dan punggung­nya dikatakan dokter mengalami luka serius.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/