25.6 C
Kediri
Saturday, June 25, 2022

Nekat Buang Anak karena Rasa Malu?

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Apa yang membuat Purwindah Dasi Agustin (PD) nekat meletakkan bayi yang baru dilahirkan di teras rumahnya sendiri? Hingga kemarin, motif perempuan berusia 35 tahun itu belum diketahui pasti. Meski demikian, diduga dia malu melahirkan dengan kondisi tidak memiliki suami sah. Perempuan bertubuh gemuk itu juga baru mengakui perbuatannya setelah dibujuk.

Sumber koran ini di Desa Tugurejo, Ngasem menyebutkan, meski baru saja melahirkan, Purwindah tidak menunjukkan ciri-ciri orang yang baru saja melahirkan. “Jalannya biasa saja. Saat hamil juga tidak kelihatan karena orangnya memang gemuk,” katanya tentang perempuan yang tak lain adalah anak dari Sarjuningtyas, sang pemilik rumah.

Adalah bidan desa setempat yang memiliki kejelian. Dari beberapa saksi yang dimintai keterangan di rumah perempuan kelahiran 1987 itu, kecurigaan mengarah pada dirinya. Pertama kali dicecar pertanyaan, dia berusaha mengelak.

Perempuan yang sehari-hari berjualan minuman itu baru mengakui setelah dibujuk oleh beberapa orang. Termasuk oleh bidan desa yang menemuinya. “Setelah divisum baru dipastikan jika dia baru saja melahirkan,” terang sumber yang mewanti-wanti agar namanya tidak dikorankan.

Baca Juga :  Kejari Kota Kediri Tuntaskan Pemberkasan Kasus Korupsi BPNT

Seperti diberitakan, warga Dusun Loksongo, Desa Tugurejo, Ngasem gempar pada Sabtu (11/6) pagi lalu. Hal tersebut setelah Sarjuningtyas Budi, 57, menemukan bayi laki-laki sepanjang 52 sentimeter di teras rumahnya. Begitu mendapati bayi seberat 3,1 kilogram tersebut, Sarju langsung memanggil tetangganya. Sejurus kemudian mereka melaporkan temuan ke perangkat desa dan diteruskan ke polisi.

Sekitar pukul 10.00, tim gabungan dari Polsek Ngasem dan Satreskrim Polres Kediri mendatangi tempat kejadian perkara. Saat tim melakukan olah TKP, Purwindah juga menemui mereka. “Bahkan dia (Purwindah, Red) membuatkan teh dan es juga,” sambung sumber koran ini.

Tidak hanya itu, dia juga terlihat berbincang biasa bersama beberapa warga yang berkumpul di sana. Perempuan yang Sabtu (11/6) lalu berkaus putih dan bercelana pendek itu juga masih sempat bercanda dengan sejumlah personel polisi. “Kemungkinan dia nekat (membuang bayi yang baru dilahirkan di teras rumah, Red) karena malu dia hamil di luar nikah. Penyebab pastinya belum diketahui,” tandasnya.

Baca Juga :  Kiprahnya sebagai Kader Kesehatan Berbuah Penghargaan

Terpisah, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha yang dikonfirmasi tentang motif yang membuat Purwindah membuang bayinya belum mau membeberkan. “Nanti dulu ya, setelah pemeriksaan,” kata perwira asli Makassar tersebut.

Lebih jauh Rizkika menjelaskan, hingga kemarin anggotanya belum memeriksa Purwindah. Sebab, kondisinya belum memungkinkan. Perempuan yang melahirkan sendiri di rumah itu juga dipindah ke RS Bhayangkara. “Dia belum siap secara fisik dan mental,” tutur perwira berpangkat tiga balok di pundak itu tentang kondisi Purwindah yang sebelumnya dirawat di RSUD SLG.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Tugurejo Agung Witanto yang dikonfirmasi koran ini tentang kasus pembuangan bayi di desanya mengaku tidak mengetahui hasil penyelidikan polisi. “Kalau perkembangan kasusnya, silakan ditanyakan langsung ke polisi,” ungkapnya menolak memberikan komentar lebih jauh.






Reporter: Iqbal Syahroni
- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Apa yang membuat Purwindah Dasi Agustin (PD) nekat meletakkan bayi yang baru dilahirkan di teras rumahnya sendiri? Hingga kemarin, motif perempuan berusia 35 tahun itu belum diketahui pasti. Meski demikian, diduga dia malu melahirkan dengan kondisi tidak memiliki suami sah. Perempuan bertubuh gemuk itu juga baru mengakui perbuatannya setelah dibujuk.

Sumber koran ini di Desa Tugurejo, Ngasem menyebutkan, meski baru saja melahirkan, Purwindah tidak menunjukkan ciri-ciri orang yang baru saja melahirkan. “Jalannya biasa saja. Saat hamil juga tidak kelihatan karena orangnya memang gemuk,” katanya tentang perempuan yang tak lain adalah anak dari Sarjuningtyas, sang pemilik rumah.

Adalah bidan desa setempat yang memiliki kejelian. Dari beberapa saksi yang dimintai keterangan di rumah perempuan kelahiran 1987 itu, kecurigaan mengarah pada dirinya. Pertama kali dicecar pertanyaan, dia berusaha mengelak.

Perempuan yang sehari-hari berjualan minuman itu baru mengakui setelah dibujuk oleh beberapa orang. Termasuk oleh bidan desa yang menemuinya. “Setelah divisum baru dipastikan jika dia baru saja melahirkan,” terang sumber yang mewanti-wanti agar namanya tidak dikorankan.

Baca Juga :  Lapak Daging di Pasar Ngadiluwih Jadi Kios Kelontong

Seperti diberitakan, warga Dusun Loksongo, Desa Tugurejo, Ngasem gempar pada Sabtu (11/6) pagi lalu. Hal tersebut setelah Sarjuningtyas Budi, 57, menemukan bayi laki-laki sepanjang 52 sentimeter di teras rumahnya. Begitu mendapati bayi seberat 3,1 kilogram tersebut, Sarju langsung memanggil tetangganya. Sejurus kemudian mereka melaporkan temuan ke perangkat desa dan diteruskan ke polisi.

Sekitar pukul 10.00, tim gabungan dari Polsek Ngasem dan Satreskrim Polres Kediri mendatangi tempat kejadian perkara. Saat tim melakukan olah TKP, Purwindah juga menemui mereka. “Bahkan dia (Purwindah, Red) membuatkan teh dan es juga,” sambung sumber koran ini.

Tidak hanya itu, dia juga terlihat berbincang biasa bersama beberapa warga yang berkumpul di sana. Perempuan yang Sabtu (11/6) lalu berkaus putih dan bercelana pendek itu juga masih sempat bercanda dengan sejumlah personel polisi. “Kemungkinan dia nekat (membuang bayi yang baru dilahirkan di teras rumah, Red) karena malu dia hamil di luar nikah. Penyebab pastinya belum diketahui,” tandasnya.

Baca Juga :  Hendak Menyeberang, Pejalan Kaki Asal Ngasem Tertabrak Motor

Terpisah, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha yang dikonfirmasi tentang motif yang membuat Purwindah membuang bayinya belum mau membeberkan. “Nanti dulu ya, setelah pemeriksaan,” kata perwira asli Makassar tersebut.

Lebih jauh Rizkika menjelaskan, hingga kemarin anggotanya belum memeriksa Purwindah. Sebab, kondisinya belum memungkinkan. Perempuan yang melahirkan sendiri di rumah itu juga dipindah ke RS Bhayangkara. “Dia belum siap secara fisik dan mental,” tutur perwira berpangkat tiga balok di pundak itu tentang kondisi Purwindah yang sebelumnya dirawat di RSUD SLG.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Tugurejo Agung Witanto yang dikonfirmasi koran ini tentang kasus pembuangan bayi di desanya mengaku tidak mengetahui hasil penyelidikan polisi. “Kalau perkembangan kasusnya, silakan ditanyakan langsung ke polisi,” ungkapnya menolak memberikan komentar lebih jauh.






Reporter: Iqbal Syahroni

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/