28.8 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Pengendara Motor seperti Melamun

Setelah menabrak motor dan dan menyenggol truk yang disalipnya, bus Bagong yang dikendarai Andi berhenti. Jaraknya sekitar 15 meter dari titik tabrakan. Namun, di dalam bus itu tak ada sang sopir. Hanya ada belasan orang yang menumpang bus tersebut.

Ke mana sang sopir? “Saya tadi langsung ke pos polisi Jongbiru. Saya (akan) menyerahkan diri. Tidak ada niatan saya untuk melarikan diri,” terang Andi Purwanto, sang sopir bus, yang ditemui di Polsek Gampengrejo sore kemarin.

Saat mengatakan itu wajah Andi terlihat pucat. Sikapnya juga tak tenang, selalu gelisah. Terlihat sekali dia sangat khawatir ketika berada di polsek itu.

Tak pernah terbayangkan di benak Andi kejadian menyeramkan seperti kemarin. Namun dia mengaku itu adalah risikonya sebagai seorang sopir bus. Karena itu dia mengaku bertanggung jawab dan tidak melarikan diri.

Jarak antara lokasi kecelakaan dengan pos polisi Jongbiru relatif jauh. Sekitar lima kilometer ke arah utara. Karena itu Andi menumpang ojek online yang dia pesan sembari berjalan menjauh dari lokasi berhenti busnya.

Baca Juga :  Coach Budiardjo ke Sriwijaya FC, Dodi Alexvan Diincar Madura United?

Saat sampai, pos polisi itu ternyata kosong. Semua anggota yang ada justru berada di lokasi kecelakaan. Andi pun memilih balik lagi ke lokasi kejadian. Dalam perjalanan balik itulah dia melihat bangkai busnya sudah ada di depan kantor Polsek Gampengrejo. “Saya pun berhenti di depan kantor polsek,” terang pria yang kemarin mengenakan topi warna hitam itu.

Tapi dia tak langsung masuk ke dalam polsek. Dia justru menemui sang kondektur bus. Memeriksa kondisi bus untuk melihat seberapa kerusakannya. Setelah itu dia baru memasuki kantor polsek. Menyerahkan kartu identitasnya ke petugas jaga.

Andi mengaku tak berniat ugal-ugalan saat berusaha menyalip truk pasir. Apalagi kondisi jalan dari arah berlawanan terlihat sepi. Karena itulah dia memutuskan menyalip truk yang berjalan relatif pelan itu.

“Saya memutuskan menyalip karena saat itu tanda jalannya (garis) putus-putus sebelum jembatan di depan,” akunya.

Baca Juga :  Mereka Pinjamkan Rumah dan Kendaraan untuk Perang

Namun, tiba-tiba datang sepeda motor yang dikendarai Suahrul dari arah berlawanan. Ia menjelaskan jika motor tersebut berjalan terlalu ke tengah. Pengendara motor juga tidak menghiraukan jika ada bus yang datang dari arah depan.

Menurut Andi, pengendara motor saat itu terlihat melamun. Dia juga tidak menepi ketika ada bus dari arah depan. “Saya lihat orangnya kayak ngelamun. Kata penumpang juga kok motornya nengah-nengah,” kilahnya.

Saat itu Andi merasa kebingungan. Dalam waktu singkat busnya menabrak motor tersebut. Reflek dia membanting setir ke kiri. Tindakannya itu justru berakibat fatal. Bodi busnya menabrak truk yang hendak dia salip hingga terguling.

Dia menyebut kecelakaan tersebut merupakan musibah dan tak bisa dihindari. Dia pun ia hanya bisa pasrah menghadapi cobaan. Keluarganya juga sudah dia hubungi. “Tadi sudah telepon keluarga. Semoga yang di rumah juga tidak mengkhawatirkan saya,” harapnya. (luk/fud)

- Advertisement -

Setelah menabrak motor dan dan menyenggol truk yang disalipnya, bus Bagong yang dikendarai Andi berhenti. Jaraknya sekitar 15 meter dari titik tabrakan. Namun, di dalam bus itu tak ada sang sopir. Hanya ada belasan orang yang menumpang bus tersebut.

Ke mana sang sopir? “Saya tadi langsung ke pos polisi Jongbiru. Saya (akan) menyerahkan diri. Tidak ada niatan saya untuk melarikan diri,” terang Andi Purwanto, sang sopir bus, yang ditemui di Polsek Gampengrejo sore kemarin.

Saat mengatakan itu wajah Andi terlihat pucat. Sikapnya juga tak tenang, selalu gelisah. Terlihat sekali dia sangat khawatir ketika berada di polsek itu.

Tak pernah terbayangkan di benak Andi kejadian menyeramkan seperti kemarin. Namun dia mengaku itu adalah risikonya sebagai seorang sopir bus. Karena itu dia mengaku bertanggung jawab dan tidak melarikan diri.

Jarak antara lokasi kecelakaan dengan pos polisi Jongbiru relatif jauh. Sekitar lima kilometer ke arah utara. Karena itu Andi menumpang ojek online yang dia pesan sembari berjalan menjauh dari lokasi berhenti busnya.

Baca Juga :  Coach Budiardjo ke Sriwijaya FC, Dodi Alexvan Diincar Madura United?

Saat sampai, pos polisi itu ternyata kosong. Semua anggota yang ada justru berada di lokasi kecelakaan. Andi pun memilih balik lagi ke lokasi kejadian. Dalam perjalanan balik itulah dia melihat bangkai busnya sudah ada di depan kantor Polsek Gampengrejo. “Saya pun berhenti di depan kantor polsek,” terang pria yang kemarin mengenakan topi warna hitam itu.

Tapi dia tak langsung masuk ke dalam polsek. Dia justru menemui sang kondektur bus. Memeriksa kondisi bus untuk melihat seberapa kerusakannya. Setelah itu dia baru memasuki kantor polsek. Menyerahkan kartu identitasnya ke petugas jaga.

Andi mengaku tak berniat ugal-ugalan saat berusaha menyalip truk pasir. Apalagi kondisi jalan dari arah berlawanan terlihat sepi. Karena itulah dia memutuskan menyalip truk yang berjalan relatif pelan itu.

“Saya memutuskan menyalip karena saat itu tanda jalannya (garis) putus-putus sebelum jembatan di depan,” akunya.

Baca Juga :  Masker Tenun 3D Sri ‘Sany’ Astuti Tembus Belanda dan Australia

Namun, tiba-tiba datang sepeda motor yang dikendarai Suahrul dari arah berlawanan. Ia menjelaskan jika motor tersebut berjalan terlalu ke tengah. Pengendara motor juga tidak menghiraukan jika ada bus yang datang dari arah depan.

Menurut Andi, pengendara motor saat itu terlihat melamun. Dia juga tidak menepi ketika ada bus dari arah depan. “Saya lihat orangnya kayak ngelamun. Kata penumpang juga kok motornya nengah-nengah,” kilahnya.

Saat itu Andi merasa kebingungan. Dalam waktu singkat busnya menabrak motor tersebut. Reflek dia membanting setir ke kiri. Tindakannya itu justru berakibat fatal. Bodi busnya menabrak truk yang hendak dia salip hingga terguling.

Dia menyebut kecelakaan tersebut merupakan musibah dan tak bisa dihindari. Dia pun ia hanya bisa pasrah menghadapi cobaan. Keluarganya juga sudah dia hubungi. “Tadi sudah telepon keluarga. Semoga yang di rumah juga tidak mengkhawatirkan saya,” harapnya. (luk/fud)

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/