26.7 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Penambangan Pasir Tarik Pekerja dari Luar

KEDIRI KABUPATEN Potensi penambangan pasir di Desa Wonorejo Trisulo, Kecamatan Plosoklaten cukup besar. Banyak yang bekerja di sektor ini. Bahkan, mayoritas warga desa setempat bekerja menambang. Mulai dari pemilik galangan pasir, pemilik truk, sopir truk hingga penambang pasir manual.

“Di sini lulus SD/SMP banyak yang ikut cutat (mengangkut pasir ke truk, Red),” ujar Yudik Permana, warga Desa Wonorejo Trisulo, kepada tim Jawa Pos Radar Kediri.

Banyak dari para pekerja itu yang bisa membeli kendaraan bermotor dan membangun rumah dari hasil kerjanya. Tak hanya warga asli Desa Wonorejo Trisulo yang berkecimpung di penambangan. “Ada pula pendatang yang kontrak rumah di sini lalu bekerja di penambangan pasir,” imbuh Yudik.

Baca Juga :  PUPR Segera Perbaiki Plengsengan Ambrol

Seakan memiliki magnet tersendiri, tambang pasir di Desa Wonorejo Trisulo juga banyak dipenuhi truk pasir dari luar Kediri. Diperkirakan ada ratusan truk berlalu-lalang setiap harinya.

Sayangnya, untuk jenis usaha yang tidak ada kaitannya dengan penambangan pasir cenderung seret. Seperti usaha konter handphone (HP) milik Yudik. Menurutnya, omzet penjualan menurun sekitar 70 persen karena akses jalan yang rusak. “Dulu dalam satu bulan bisa order HP tiga kali. Sekarang dalam dua atau tiga bulan tidak ada sama sekali. Soalnya kebanyakan dari luar desa yang beli di tempat saya,” ujarnya.

Berdasarkan keterangannya, banyak pula penjual bensin eceran yang mengalami penurunan omzet. “Kalau saya amati biasanya satu jeriken bisa habis satu atau dua hari. Tapi sekarang satu jeriken baru habis empat hari sampai seminggu,” tuturnya.

Baca Juga :  Tidak Punya Uang, Warga Wates Banting PSK hingga Tewas

Berbeda dengan Yudik, Wanti, pemilik toko kelontong di Desa Wonorejo Trisulo, justru merasakan sisi positif lalu-lalang truk pasir itu. Pasalnya, banyak sopir yang membeli rokok atau gorengan di tempatnya.

Wanti mengaku, produksi es batunya setiap hari habis diborong sopir truk untuk dibawa ke areal penambangan. “Kalau tidak ada aktivitas penambangan pasir justru sepi Mas,” akunya.

 

 

 

 

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN Potensi penambangan pasir di Desa Wonorejo Trisulo, Kecamatan Plosoklaten cukup besar. Banyak yang bekerja di sektor ini. Bahkan, mayoritas warga desa setempat bekerja menambang. Mulai dari pemilik galangan pasir, pemilik truk, sopir truk hingga penambang pasir manual.

“Di sini lulus SD/SMP banyak yang ikut cutat (mengangkut pasir ke truk, Red),” ujar Yudik Permana, warga Desa Wonorejo Trisulo, kepada tim Jawa Pos Radar Kediri.

Banyak dari para pekerja itu yang bisa membeli kendaraan bermotor dan membangun rumah dari hasil kerjanya. Tak hanya warga asli Desa Wonorejo Trisulo yang berkecimpung di penambangan. “Ada pula pendatang yang kontrak rumah di sini lalu bekerja di penambangan pasir,” imbuh Yudik.

Baca Juga :  Kecoh Polisi, Buruh Tani Ini Simpan Pil Koplo di Kandang Ayam

Seakan memiliki magnet tersendiri, tambang pasir di Desa Wonorejo Trisulo juga banyak dipenuhi truk pasir dari luar Kediri. Diperkirakan ada ratusan truk berlalu-lalang setiap harinya.

Sayangnya, untuk jenis usaha yang tidak ada kaitannya dengan penambangan pasir cenderung seret. Seperti usaha konter handphone (HP) milik Yudik. Menurutnya, omzet penjualan menurun sekitar 70 persen karena akses jalan yang rusak. “Dulu dalam satu bulan bisa order HP tiga kali. Sekarang dalam dua atau tiga bulan tidak ada sama sekali. Soalnya kebanyakan dari luar desa yang beli di tempat saya,” ujarnya.

Berdasarkan keterangannya, banyak pula penjual bensin eceran yang mengalami penurunan omzet. “Kalau saya amati biasanya satu jeriken bisa habis satu atau dua hari. Tapi sekarang satu jeriken baru habis empat hari sampai seminggu,” tuturnya.

Baca Juga :  Kecelakaan di Depan Pasar Pagu, Warga Pare dan Jambu Tewas

Berbeda dengan Yudik, Wanti, pemilik toko kelontong di Desa Wonorejo Trisulo, justru merasakan sisi positif lalu-lalang truk pasir itu. Pasalnya, banyak sopir yang membeli rokok atau gorengan di tempatnya.

Wanti mengaku, produksi es batunya setiap hari habis diborong sopir truk untuk dibawa ke areal penambangan. “Kalau tidak ada aktivitas penambangan pasir justru sepi Mas,” akunya.

 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

Witing Tresna Jalaran Ngglibet 

Kungfu Soccer

/