23.8 C
Kediri
Saturday, June 25, 2022

Bambang Sarwa Sembada Selewengkan APBDes Kras Rp 0,5 Miliar?

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Kasus dugaan korupsi APBDes Kras memasuki babak baru. Kemarin Polres Kediri melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejari Kabupaten Kediri. Saat itu pula diketahui kerugian negara dalam kasus yang membelit Kades Kras nonaktif Bambang Sarwa Sembada bengkak menjadi Rp 0,5 miliar.

          Pantuan koran ini, pelimpahan berkas dilakukan sekitar pukul 13.00 kemarin. Bambang Sarwa Sembada yang didampingi Ahmad Sholikhin Ruslie tiba di Kejari Kabupaten Kediri bersama penyidik Polres Kediri. Selain menyerahkan Bambang, tim unit tipikor juga menyerahkan sejumlah barang bukti.

          Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Kediri Roni mengatakan, berkas dan tersangka langsung diterima oleh tim yang dipimpin Kasi Pidana Khusus Deddy Agus Oktavianto. Setelah menerima pelimpahan, Deddy bersama Tomy Marwanto dan Dedi Saputra, dua jaksa lain, langsung memeriksa Bambang.

          Sedikitnya ada 14 pertanyaan yang dilontarkan jaksa kepada Bambang. Yakni, terkait kasus dugaan korupsi APBDes Kras tahun 2020 lalu. Sesuai hitungan penyidik polisi, perbuatan Bambang diduga menimbulkan kerugian negara Rp 587,45 juta atau Rp 0,5 miliar lebih.

          Kerugian negara tersebut dihitung dari pencairan APBDes Kras tahun 2020 lalu senilai Rp 1,433 miliar. “Dari total anggaran tahun 2020 senilai Rp 1,812 miliar,” lanjut Roni.

Baca Juga :  Mama Pur Anik Harus Bayar Ganti Rugi 145 Juta

          Seperti sebelumnya, Bambang ditetapkan sebagai tersangka setelah ada penggunaan dana sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) APBDes Kras 2019 senilai sekitar Rp 500 juta. Sesuai aturan, idealnya silpa tersebut sudah dimasukkan ke kas desa paling lambat 10 Januari 2020.

          Kenyataannya, dana tersebut diduga digunakan untuk membiayai program-program di luar perencanaan dengan alasan terdampak pandemi Covid-19. Dari sana pula muncul dugaan ada penggunaan dana ratusan juta untuk kepentingan pribadi. Apalagi, ternyata dana baru dikembalikan ke APBDes Kras pada Juni 2020 atau saat kasus sudah diselidiki oleh Polres Kediri.

          Sementara itu, setelah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi ABPDes Kras kemarin, menurut Roni tim JPU akan meneliti ulang berkas perkara. Jika tidak ada masalah, mereka akan segera membuat surat dakwaan. Dalam waktu yang tidak lama lagi, Kejari Kabupaten Kediri juga bersiap mendaftarkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Surabaya.

Baca Juga :  Lembut, Kenyal, dan Kesukaan Anak

          Sembari menunggu proses tersebut, Bambang yang sejak kemarin beralih menjadi tahanan Kejari Kabupaten Kediri tetap akan ditahan di Polres Kediri. Adapun barang bukti pengembalian uang senilai Rp 299,415 juta dari Bambang untuk sementara dimasukkan ke rekening kejaksaan sebelum disetor ke kas negara setelah kasusnya inkrah nanti.

          Sebelumnya, Bambang dijerat diancam dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang perubahan UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jo pasal 64 ayat (1) KUHP, subsider pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang perubahan UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

          Atau kedua, pasal 8 jo pasal 18 UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat (1) KUHP. (ara/ut)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Kasus dugaan korupsi APBDes Kras memasuki babak baru. Kemarin Polres Kediri melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejari Kabupaten Kediri. Saat itu pula diketahui kerugian negara dalam kasus yang membelit Kades Kras nonaktif Bambang Sarwa Sembada bengkak menjadi Rp 0,5 miliar.

          Pantuan koran ini, pelimpahan berkas dilakukan sekitar pukul 13.00 kemarin. Bambang Sarwa Sembada yang didampingi Ahmad Sholikhin Ruslie tiba di Kejari Kabupaten Kediri bersama penyidik Polres Kediri. Selain menyerahkan Bambang, tim unit tipikor juga menyerahkan sejumlah barang bukti.

          Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Kediri Roni mengatakan, berkas dan tersangka langsung diterima oleh tim yang dipimpin Kasi Pidana Khusus Deddy Agus Oktavianto. Setelah menerima pelimpahan, Deddy bersama Tomy Marwanto dan Dedi Saputra, dua jaksa lain, langsung memeriksa Bambang.

          Sedikitnya ada 14 pertanyaan yang dilontarkan jaksa kepada Bambang. Yakni, terkait kasus dugaan korupsi APBDes Kras tahun 2020 lalu. Sesuai hitungan penyidik polisi, perbuatan Bambang diduga menimbulkan kerugian negara Rp 587,45 juta atau Rp 0,5 miliar lebih.

          Kerugian negara tersebut dihitung dari pencairan APBDes Kras tahun 2020 lalu senilai Rp 1,433 miliar. “Dari total anggaran tahun 2020 senilai Rp 1,812 miliar,” lanjut Roni.

Baca Juga :  Sulit Pastikan Orang Nyanyi Pakai Masker, Pengawasan Terkendala

          Seperti sebelumnya, Bambang ditetapkan sebagai tersangka setelah ada penggunaan dana sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) APBDes Kras 2019 senilai sekitar Rp 500 juta. Sesuai aturan, idealnya silpa tersebut sudah dimasukkan ke kas desa paling lambat 10 Januari 2020.

          Kenyataannya, dana tersebut diduga digunakan untuk membiayai program-program di luar perencanaan dengan alasan terdampak pandemi Covid-19. Dari sana pula muncul dugaan ada penggunaan dana ratusan juta untuk kepentingan pribadi. Apalagi, ternyata dana baru dikembalikan ke APBDes Kras pada Juni 2020 atau saat kasus sudah diselidiki oleh Polres Kediri.

          Sementara itu, setelah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi ABPDes Kras kemarin, menurut Roni tim JPU akan meneliti ulang berkas perkara. Jika tidak ada masalah, mereka akan segera membuat surat dakwaan. Dalam waktu yang tidak lama lagi, Kejari Kabupaten Kediri juga bersiap mendaftarkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Surabaya.

Baca Juga :  Persik Kediri Bersiap untuk Trofeo Ronaldinho di Malang

          Sembari menunggu proses tersebut, Bambang yang sejak kemarin beralih menjadi tahanan Kejari Kabupaten Kediri tetap akan ditahan di Polres Kediri. Adapun barang bukti pengembalian uang senilai Rp 299,415 juta dari Bambang untuk sementara dimasukkan ke rekening kejaksaan sebelum disetor ke kas negara setelah kasusnya inkrah nanti.

          Sebelumnya, Bambang dijerat diancam dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang perubahan UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jo pasal 64 ayat (1) KUHP, subsider pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang perubahan UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

          Atau kedua, pasal 8 jo pasal 18 UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat (1) KUHP. (ara/ut)

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/