29.8 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Dua Petani Asal Kediri Meninggal Mendadak di Sawah

 SEMEN, JP Radar Kediri- Dua mayat petani ditemukan di lokasi berbeda dua hari terakhir. Kemarin (11/11), warga Desa Titik, Kecamatan Semen heboh dengan penemuan mayat laki-laki yang mengambang di parit sawah sekitar pukul 09.30.

Setelah diidentifikasi, dia diketahui bernama Setiyono, 50, warga Desa Titik. Sehari sebelumnya, Rabu (10/11), warga Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto juga ditemukan jasad Sugito, 60, warga setempat, sekitar pukul 17.20. 

Kapolsek Semen AKP Siswandi mengatakan, penemuan jenazah Setiyono bermula saat Jamat,79, warga Desa Titik, sedang mencangkul di sawah. Karena cuaca terik, kakek itu berniat berteduh sekaligus mencari buah karsen.

“Namun sesampainya di lokasi kejadian, tepat di pohon karsen, Jamat kaget melihat air di parit sampai meluber ke jalan,” ujar Siswandi.

Curiga aliran air parit tersumbat dan menyebabkan meluber ke jalan, Jamat mengecek sekitar parit. Dia kaget bukan kepalang ternyata yang menyebabkan air parit tersumbat karena ada mayat mengapung.

Baca Juga :  Baterai LPJU Hilang, Dishub Nganjuk Tidak Lapor Polisi

Penemuan mayat itu langsung dilaporkan perangkat desa diteruskan ke Polsek Semen. Begitu polisi tiba, jenazah dievakuasi dan diidentifikasi. Berdasarkan hasil visum, Setiyono meninggal akibat terpeleset di parit dan terseret arus sungai.

Selain itu, Siswandi menambahkan, pada jasad Setiyono tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Setelah proses olah tempat kejadian perkara (TKP) selesai, mayat korban dibawa pulang keluarganya untuk dimakamkan.

“Keluarga korban menerima musibah tersebut dan sudah membuat surat pernyataan tidak akan menuntut pihak mana pun atas peristiwa yang menimpa Setiyono,” jelas Siswandi.

Terpisah, sore hari sebelumnya warga Kelurahan Bujel, Mojoroto menemukan jenazah Sugito yang tergeletak di tepi sawah sekitar pukul 17.20. Kapolsek Mojoroto AKP Gatot Setyo Budi mengatakan, kali pertama yang menemukan adalah Edi Kurniawan, 36, petani Bujel.

Baca Juga :  Adu Mulut, Pria asal Mojoroto Tewas Ditebas Pisau

Saat itu, Edi hendak pulang dari sawah naik mobil pikap. Dalam perjalanan dia melihat sepeda tergeletak di jalan menghalangi kendaraannya. “Kemudian saksi Edi turun dengan maksud memindahkan sepeda,” ungkap Gatot.

Saat ingin memindahkan sepeda itulah, Edi melihat jasad Sugito telungkup di tepi sawah tepat di kiri sepeda. Dia langsung melapor ke pihak berwajib. “Kami lakukan evakuasi sekaligus olah TKP untuk mengetahui penyebab kematiannya,” papar Gatot.

Setelah proses identifikasi, menurutnya, tidak ditemukan tanda tindak kekerasan pada jenazah. “Hasil pemeriksaan dokter RS Bhayangkara Kediri, Sugito diduga dehidrasi setelah bekerja di sawah,” pungkas Gatot. (ica/ndr)

 

- Advertisement -

 SEMEN, JP Radar Kediri- Dua mayat petani ditemukan di lokasi berbeda dua hari terakhir. Kemarin (11/11), warga Desa Titik, Kecamatan Semen heboh dengan penemuan mayat laki-laki yang mengambang di parit sawah sekitar pukul 09.30.

Setelah diidentifikasi, dia diketahui bernama Setiyono, 50, warga Desa Titik. Sehari sebelumnya, Rabu (10/11), warga Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto juga ditemukan jasad Sugito, 60, warga setempat, sekitar pukul 17.20. 

Kapolsek Semen AKP Siswandi mengatakan, penemuan jenazah Setiyono bermula saat Jamat,79, warga Desa Titik, sedang mencangkul di sawah. Karena cuaca terik, kakek itu berniat berteduh sekaligus mencari buah karsen.

“Namun sesampainya di lokasi kejadian, tepat di pohon karsen, Jamat kaget melihat air di parit sampai meluber ke jalan,” ujar Siswandi.

Curiga aliran air parit tersumbat dan menyebabkan meluber ke jalan, Jamat mengecek sekitar parit. Dia kaget bukan kepalang ternyata yang menyebabkan air parit tersumbat karena ada mayat mengapung.

Baca Juga :  Kabur karena Telanjur Mlembung

Penemuan mayat itu langsung dilaporkan perangkat desa diteruskan ke Polsek Semen. Begitu polisi tiba, jenazah dievakuasi dan diidentifikasi. Berdasarkan hasil visum, Setiyono meninggal akibat terpeleset di parit dan terseret arus sungai.

Selain itu, Siswandi menambahkan, pada jasad Setiyono tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Setelah proses olah tempat kejadian perkara (TKP) selesai, mayat korban dibawa pulang keluarganya untuk dimakamkan.

“Keluarga korban menerima musibah tersebut dan sudah membuat surat pernyataan tidak akan menuntut pihak mana pun atas peristiwa yang menimpa Setiyono,” jelas Siswandi.

Terpisah, sore hari sebelumnya warga Kelurahan Bujel, Mojoroto menemukan jenazah Sugito yang tergeletak di tepi sawah sekitar pukul 17.20. Kapolsek Mojoroto AKP Gatot Setyo Budi mengatakan, kali pertama yang menemukan adalah Edi Kurniawan, 36, petani Bujel.

Baca Juga :  Klaim Rp 700 Ribu untuk Patok dan Sertifikat

Saat itu, Edi hendak pulang dari sawah naik mobil pikap. Dalam perjalanan dia melihat sepeda tergeletak di jalan menghalangi kendaraannya. “Kemudian saksi Edi turun dengan maksud memindahkan sepeda,” ungkap Gatot.

Saat ingin memindahkan sepeda itulah, Edi melihat jasad Sugito telungkup di tepi sawah tepat di kiri sepeda. Dia langsung melapor ke pihak berwajib. “Kami lakukan evakuasi sekaligus olah TKP untuk mengetahui penyebab kematiannya,” papar Gatot.

Setelah proses identifikasi, menurutnya, tidak ditemukan tanda tindak kekerasan pada jenazah. “Hasil pemeriksaan dokter RS Bhayangkara Kediri, Sugito diduga dehidrasi setelah bekerja di sawah,” pungkas Gatot. (ica/ndr)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/