24.4 C
Kediri
Sunday, October 2, 2022

Bagi Pil Koplo ke Teman, Kena Vonis Delapan Bulan Penjara

- Advertisement -

NGASEM, JP Radar Kediri– Terbukti mengedarkan dan menggunakan pil dobel L, Agan  Yustifan, 21, divonis delapan bulan penjara. Putusan atas laki-laki asal Desa Banaran, Kecamatan Kandangan ini dibacakan pada persidangan kemarin. “Perbuatan terdakwa secara sah dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi berupa obat yang tidak memenuhi standar, keamanan, dan mutu,” terang Rudita Setya Hermawan, hakim ketua yang memimpin persidangan, di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri.

Vonis hakim itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya, Agan yang melanggar pasal 196 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatandituntut JPU Daru Widiyatmoko sembilan bulan kurungan. Pemuda yang ditangkap polisi 14 April 2022 itu membeli pil koplo dari Didik Sukoco Andrianto (dakwaan terpisah). Keduanya bertemu di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Baca Juga :  Pangkas Dahan Pohon, Cegah Gangguan Listrik

Dalam transaksi, Agan membeli 30 butir Rp 75 ribu. Setelah transaksi di pabrik tripleks tempatnya bekerja, Agan memberikan enam butir gratis pada Sarwo Susilo, temannya. Sebanyak tiga butir dikonsumsi sendiri. Sehingga tersisa 21 butir.

Dalam putusan, hakim Rudita yang didampingi Evan Setiawan Dese dan Muhammad Rifa Riza menyebutkan pertimbangan vonis. “Adapun hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika,” jelasnya.

Sedangkan yang meringankan, Agan belum pernah dihukum dan mengakui perbuatannya. Setelah selesai membaca putusan, Rudita memberi kesempatan Agan menanggapi. “Saya menerima Yang Mulia,” jawab Angan.

- Advertisement -

Dengan putusan hakim, jaksa pun menerima. Dengan begitu sidang ditutup, dan sudah memiliki keputusan hukum tetap.

Baca Juga :  Boncengan Tiga, Ngebut, Warga Kandat Tewas Dilindas Truk





Reporter: Habibaham Anisa Muktiara
- Advertisement -

NGASEM, JP Radar Kediri– Terbukti mengedarkan dan menggunakan pil dobel L, Agan  Yustifan, 21, divonis delapan bulan penjara. Putusan atas laki-laki asal Desa Banaran, Kecamatan Kandangan ini dibacakan pada persidangan kemarin. “Perbuatan terdakwa secara sah dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi berupa obat yang tidak memenuhi standar, keamanan, dan mutu,” terang Rudita Setya Hermawan, hakim ketua yang memimpin persidangan, di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri.

Vonis hakim itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya, Agan yang melanggar pasal 196 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatandituntut JPU Daru Widiyatmoko sembilan bulan kurungan. Pemuda yang ditangkap polisi 14 April 2022 itu membeli pil koplo dari Didik Sukoco Andrianto (dakwaan terpisah). Keduanya bertemu di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Baca Juga :  Bukti Kejayaan Perkebunan Karet di Kediri

Dalam transaksi, Agan membeli 30 butir Rp 75 ribu. Setelah transaksi di pabrik tripleks tempatnya bekerja, Agan memberikan enam butir gratis pada Sarwo Susilo, temannya. Sebanyak tiga butir dikonsumsi sendiri. Sehingga tersisa 21 butir.

Dalam putusan, hakim Rudita yang didampingi Evan Setiawan Dese dan Muhammad Rifa Riza menyebutkan pertimbangan vonis. “Adapun hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika,” jelasnya.

Sedangkan yang meringankan, Agan belum pernah dihukum dan mengakui perbuatannya. Setelah selesai membaca putusan, Rudita memberi kesempatan Agan menanggapi. “Saya menerima Yang Mulia,” jawab Angan.

Dengan putusan hakim, jaksa pun menerima. Dengan begitu sidang ditutup, dan sudah memiliki keputusan hukum tetap.

Baca Juga :  Pecah Kaca Mobil di Ngasem, Sikat HP dan Dompet





Reporter: Habibaham Anisa Muktiara

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Tiga Makam di Puncak Bukit Maskumambang


Artikel Terbaru

/