29.1 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Kuras HP Rp 43 Juta di Konter Bandarkidul, Mahasiswa Diganjar Setahun

KOTA, JP Radar Kediri– Dua mahasiswa kampus swasta di Kota Kediri yang terlibat pencurian gawai dan penadahnya divonis bersalah. Mereka adalah Nopri Setiawan, 25, terdakwa pencurian asal Desa Jamor Jaya, Lembo Jaya, Morowali Utara, Sulawesi Tengah, dan Maulana Subiyanto, 22, terdakwa penadah asal Kampung Cikempong, Desa Pakansari, Cibinong, Bogor.

Nopri diganjar hukuman 1 tahun 3 bulan. Sedangkan Maulana kena 9 bulan penjara. Putusan dibacakan majelis hakim sekitar pukul 10.30 WIB secara teleconference dari Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri. “Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan,” terang Hakim Ketua Hendra Pramono.

Vonis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bernadeta Susan dan Mutia Tri Andalusia. Sidang sebelumnya (5/5), Nopri dituntut 1 tahun 6 bulan dan Maulana 1 tahun penjara. Nopri terbukti melanggar pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Sedangkan Maulana melanggar pasal 480 ke-1 KUHP tentang penadahan.

Baca Juga :  Bisnis Bangkrut, Cinta pun Kukut

Kasus pencurian terjadi di konter HP, Kelurahan Bandarlor, Mojoroto pada Kamis (9/1) sekitar pukul 03.00. Nopri membobol konter dan berhasil mencuri empat gawai bermerek senilai total Rp 43 juta. Dia kemudian memberikannya pada Maulana di warung kawasan Goa Selomangleng.

Nopri berdalih mencuri demi menolong Maulana yang motornya rusak. Maulana menjual barang curian tersebut. Uangnya digunakan pulang kampung ke Bogor. Sebagian hasil penjualan ditransfer ke Nopri. Sisanya untuk bayar utang dan memperbaiki motornya.

Dalam persidangan, Hakim Hendra juga membacakan pertimbangan vonisnya. Yang meringankan, kedua terdakwa belum pernah dihukum, berjanji tidak mengulangi, dan menyesali perbuatannya. “Sedangkan yang memberatkan, perbuatan keduanya merugikan korban, terdakwa sudah menikmati hasil kejahatannya dan perbuatannya meresahkan masyarakat,” terangnya.

Baca Juga :  Kasus Pembunuhan Mojoroto: Pelaku Sebut Pisaunya Nemu di Jalan

Usai membacakan putusan, hakim memberi kesempatan Nopri dan Maulana menanggapi. “Menerima Yang Mulia,” jawab keduanya kompak dari Polres Kediri Kota. Setelah itu sidang diakhiri.

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri– Dua mahasiswa kampus swasta di Kota Kediri yang terlibat pencurian gawai dan penadahnya divonis bersalah. Mereka adalah Nopri Setiawan, 25, terdakwa pencurian asal Desa Jamor Jaya, Lembo Jaya, Morowali Utara, Sulawesi Tengah, dan Maulana Subiyanto, 22, terdakwa penadah asal Kampung Cikempong, Desa Pakansari, Cibinong, Bogor.

Nopri diganjar hukuman 1 tahun 3 bulan. Sedangkan Maulana kena 9 bulan penjara. Putusan dibacakan majelis hakim sekitar pukul 10.30 WIB secara teleconference dari Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri. “Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan,” terang Hakim Ketua Hendra Pramono.

Vonis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bernadeta Susan dan Mutia Tri Andalusia. Sidang sebelumnya (5/5), Nopri dituntut 1 tahun 6 bulan dan Maulana 1 tahun penjara. Nopri terbukti melanggar pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Sedangkan Maulana melanggar pasal 480 ke-1 KUHP tentang penadahan.

Baca Juga :  Depresi Gara-Gara Belum Nikah, Pemuda Jambu Gantung Diri di Pohon

Kasus pencurian terjadi di konter HP, Kelurahan Bandarlor, Mojoroto pada Kamis (9/1) sekitar pukul 03.00. Nopri membobol konter dan berhasil mencuri empat gawai bermerek senilai total Rp 43 juta. Dia kemudian memberikannya pada Maulana di warung kawasan Goa Selomangleng.

Nopri berdalih mencuri demi menolong Maulana yang motornya rusak. Maulana menjual barang curian tersebut. Uangnya digunakan pulang kampung ke Bogor. Sebagian hasil penjualan ditransfer ke Nopri. Sisanya untuk bayar utang dan memperbaiki motornya.

Dalam persidangan, Hakim Hendra juga membacakan pertimbangan vonisnya. Yang meringankan, kedua terdakwa belum pernah dihukum, berjanji tidak mengulangi, dan menyesali perbuatannya. “Sedangkan yang memberatkan, perbuatan keduanya merugikan korban, terdakwa sudah menikmati hasil kejahatannya dan perbuatannya meresahkan masyarakat,” terangnya.

Baca Juga :  Bawa Narkoba, Polres Kediri Tangkap Warga asal Desa Kepung

Usai membacakan putusan, hakim memberi kesempatan Nopri dan Maulana menanggapi. “Menerima Yang Mulia,” jawab keduanya kompak dari Polres Kediri Kota. Setelah itu sidang diakhiri.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/